Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 14 November 2024 | 21.33 WIB

Taman Nasional Komodo Terdampak Erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki, Rombongan Turis dari AS Batal ke Labuan Bajo padahal Sudah Sampai Bali

TERPENGARUH: Salah satu pos Balai Taman Nasional Komodo di loh Sebita, Pulau Komodo, Manggarai Barat. (HANS BATAONA/TIMOR EXPRESS) - Image

TERPENGARUH: Salah satu pos Balai Taman Nasional Komodo di loh Sebita, Pulau Komodo, Manggarai Barat. (HANS BATAONA/TIMOR EXPRESS)

Banyak perjalanan wisata yang harus batal karena Bandara Internasional Komodo ditutup. Turis yang sudah berada di Labuan Bajo diimbau bermasker selama berkegiatan untuk antisipasi abu vulkanis.

HANS BATAONA, Manggarai Barat

---

TAMAN Nasional Komodo (TNK) sebenarnya membuka enam bulan pertama tahun ini dengan senyum lebar.

Jumlah kunjungan ke rumah hewan reptil purba itu meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Menurut Balai TNK, Januari sampai Juni 2024, sebanyak 129.621 orang mengunjungi TNK. Terdiri atas 79.815 turis asing dan 49.806 wisatawan domestik. Meningkat 27.529 orang dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Terbuka peluang untuk melampaui jumlah total pengunjung pada 2023 yang tercatat 300.488 wisatawan. Tapi, kehendak alam siapa bisa melawan.

Gunung Lewotobi Laki-Laki meletus pada 3 November lalu. Dalam kepercayaan masyarakat Flores, Nusa Tenggara Timur, erupsi pada gunung yang memiliki puncak kembar –Perempuan dan Laki-Laki– dan diyakini sebagai tempat bersemayam para leluhur itu berarti ia sedang ”marah”.

Yang pasti, meski TNK yang secara administratif masuk Kabupaten Manggarai Barat yang berjarak sekitar 600 kilometer dari Flores Timur, tempat gunung bertinggi 1.584 meter tersebut berada, tetap saja ikut terdampak. Yang paling terasa tentu saja penurunan jumlah pengunjung sejak erupsi.

Timor Express melaporkan, pada 1 November, wisatawan yang tercatat mendarat di Bandara Internasional Komodo mencapai 269 orang. Tapi, pada 9 November, jumlahnya menurun menjadi 266 orang dan sehari kemudian hanya 107 orang.

”Jumlah wisatawan yang mengunjungi TNK terus menurun,” jelas Kepala Balai TNK Hendrikus Rani Siga kepada Timor Express di Labuan Bajo (12/11).

Penurunan tersebut, kata Hendrikus, terkait erat dengan penutupan Bandara Internasional Komodo, Labuan Bajo, akibat erupsi Lewotobi Laki-Laki. Total ada enam bandara yang ditutup akibat alasan serupa.

Sekretaris Dewan Pimpinan Cabang Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata (Asita) Manggarai Barat Getrudis Naus menyatakan, banyak tamu wisatawan yang terpaksa batal datang ke Labuan Bajo akibat penutupan Bandara Komodo. ”Kalau kita jelaskan dan beri pemahaman, para tamu terima dan paham karena ini peristiwa alam, bukan disengaja,” ujarnya.

Labuan Bajo termasuk lima destinasi superprioritas pemerintah. Komodo tersebar di lima pulau utama di TNK yang bisa diakses dari Labuan Bajo, yaitu Pulau Komodo, Pulau Rinca, Pulau Padar, Pulau Gili Motang, dan Pulau Nusa Kode.

Pada 2023, jumlah komodo di TNK mencapai 3.396 ekor. Jumlah itu bertambah 240 ekor dari tahun sebelumnya.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore