
DULU DAN SEKARANG: Lusi Mersiana. Foto kanan, Lusi saat manggung bersama Kubik.
Beri Batas Tegas Antara sebagai Personel Kubik dan Nakes
Masih terus bermusik, baik bareng Kubik maupun sebagai kolaborator, Lusi Mersiana tidak akan pernah mau tampil di acara internal rumah sakit. Tetap kaget sampai sekarang tiap kali ada yang mengenalinya sebagai vokalis Kubik.
FAHMI SAMASTUTI, Jakarta
---
SAMPAI sekarang, tiap kali ada orang yang langsung mengenalinya sebagai vokalis band Kubik, Lusi Mersiana tetap saja kaget. ”Saya sampai mikir, oh, saya ternyata dikenal ya, hahaha,” ujarnya.
Meski telah menelurkan tiga album dan sebuah single hit bertajuk MATEL (Mungkin Aku Tiba Esok Lusa), Uci, sapaan akrabnya, merasa Kubik tak seterkenal itu.
Kubik juga datang dari skena underground, bukan band yang diuri-uri label mayor.
Apalagi, Uci sudah sekian lama menggeluti dunia yang jauh dari musik. Ibu dua anak itu dokter umum yang juga asisten peneliti sekaligus manajer data di subbidang hematologi-onkologi medik bagian penyakit dalam RSUP dr Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.
Tugasnya mengelola dan menganalisis data untuk kebutuhan riset. Sebelumnya, perempuan bernama panggung Deluciva itu menjadi koordinator studi global di subbidang yang sama selama delapan tahun.
Sejatinya, dia mengaku kedokteran bukan bidang yang diminatinya. Hasratnya di seni. Tapi, demi menghormati keinginan sang ayah, (almarhum) Prof dr Iman Supandiman SpPD-KHOM, guru besar sekaligus angkatan pertama Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Padjadjaran (Unpad), dia pun berkuliah di fakultas dan kampus yang sama.
’’Terpaksalah kuliah di kedokteran dengan sangat tidak suka. Mana pelajarannya chemistry, bedah mayat…saya jelek-jelekin angka atau nilainya supaya dikeluarin. Jangan dicontoh pokoknya, hahaha,” ungkapnya kepada Jawa Pos yang mewawancarainya di Jakarta Rabu pekan lalu (20/9).
Uci kerap membolos untuk nongkrong. Di situlah, dia mulai belajar bas dari seorang teman. Instrumen itu dipilih karena pencinta kucing tersebut suka dan kadung nyaman dengan suaranya.
”Saya teh otodidak, bisa main dem-dem-dem, simpel begitu bisa. Tapi kalau ditanya kunci, saya nggak tahu,” kelakarnya.
Bas dan musik membuatnya begitu bersemangat. Dia beberapa kali berlatih bersama temannya di Rivers, studio hit di Bandung kala itu yang dimiliki drumer Pas Band Richard Mutter. Panggung pertamanya kala itu tampil di acara malam keakraban kampus. Keberadaannya sebagai basis perempuan pun mulai dilihat.
Richard lalu merekomendasikan Uci kepada Adam Joswara, gitaris Kubik yang belakangan menjadi basis Koil, band industrial rock yang juga dari Bandung. Adam kebetulan tengah mencari personel tambahan.

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Berlabel Timnas Cape Verde! Yuran Fernandes Siap Jadi Tembok Baru Persebaya Surabaya Era Bernardo Tavares
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
Kronologi Sekeluarga Tewas saat Camping di Temanggung: Mulut Korban Berbusa ketika Ditemukan
Kabar Baik! HP Frans Putros yang Hilang saat Konvoi Juara Persib Bandung Akhirnya Ditemukan
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
