BARENG: I Gusti Putu Ayu Vidiadara (empat dari kiri) bersama sejumlah siswanya. Di BFBL, Putu sudah mengajar 160 orang.
Sudah setahun I Gusti Putu Ayu Vidiadara mengabdikan diri sebagai trainer program Beauty for A Better Life (BFBL). Lewat kegiatan itu, dia bisa membagikan ilmunya sekaligus membantu perempuan agar memiliki penghasilan tetap.
NURUL KOMARIYAH, Surabaya
SEJAK Beauty for A Better Life (BFBL) di-launching pada 2022, Putu sudah didapuk sebagai trainer make-up program itu. BFBL merupakan program pemberdayaan perempuan yang digagas oleh salah satu brand kosmetik. Bentuknya pelatihan kecantikan bagi perempuan prasejahtera. Di Surabaya, mereka dilatih di training center (TC) melalui Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) SPeKTRA.
Putu yang sebelumnya bekerja sebagai hairstylist sangat menikmati profesinya sebagai trainer di BFBL. Dia sudah mengajar siswa mulai batch 1 hingga yang saat ini sedang berproses, yakni batch 5. Setiap batch diisi oleh 32 peserta yang mendapatkan materi sekaligus praktik seputar keahlian make-up sebanyak tiga kali dalam sepekan. Tanpa biaya alias gratis.
”Salah satu yang membuat saya mau mengajar dan sampai sekarang rasanya senang bekerja seperti ini adalah karena unsur sosialnya sangat tinggi. Saya bisa membagi ilmu sekaligus pengalaman yang saya punya,” ujarnya kemarin (6/9).
Perempuan asal Bali itu mengajarkan beragam jenis make-up kepada para peserta. Mulai riasan untuk pesta, riasan panggung, pengantin Barat, hingga pengantin Indonesia. Selain itu, dia juga memberi bonus skill tambahan seperti memasang hijab, sanggul, dan membuat konten untuk keperluan promosi.
Setahun mengajar, Putu merasakan betul bahwa para peserta di BFBL selalu punya niat yang kuat untuk belajar. Itu dilakukan demi mengubah hidup menjadi lebih baik, terutama dari segi finansial. ”Murid saya datang dari berbagai latar belakang,” tuturnya.
Ada janda yang menanggung hidup anak-anaknya sendirian. Ada pula yang putus sekolah dan butuh penghasilan sehingga perlu tambahan keahlian agar bisa bekerja.
Selain itu, ada pasien kanker payudara yang nyambi belajar di tengah kemoterapi. Putu masih mengenang kisah Nadhirah, siswa dari batch 2.
Kala itu, Nadhirah mengalami patah tulang kaki akibat kecelakaan. Nadhirah bingung mencari pekerjaan. Saat itu, keluarganya juga mengalami krisis ekonomi.
Setelah mengikuti pelatihan tersebut, sekarang hidup Nadhirah berubah. Dia sudah bisa mencari uang sendiri dari bekal skill make-up yang diberikan oleh Putu. (*/c6/aph)

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
