
BERPRESTASI: Dima Noor Virgiani dari departemen desain komunikasi visual (kiri) dan Aqila Ramadhani dari fakultas desain kreatif dan bisnis digital menunjukkan karya mereka di gedung rektorat, kampus ITS Surabaya, Selasa (10/1). Karya mereka mendapat peng
Sebuah karya seni memiliki pesan yang cukup dalam. Misalnya, karya desain gambar milik Aqila Ramadhani dan Dima Noor Virgiani, mahasiswa Departemen Desain Komunikasi Visual (DKV) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Karya mereka juga berhasil menyabet penghargaan dan dipamerkan di ajang International Ocean Arts Festival (IOAF) 2022 di Jeju, Korea Selatan.
SEPTINDA AYU PRAMITASARI, Surabaya
AQILA Ramadhani dan Dima Noor Virgiani mengeluarkan hasil karya desain gambarnya dari tas di Gedung Rektorat Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kemarin (10/1). Kedua desain gambar mahasiswa Departemen Desain Komunikasi Visual (DKV) ITS itu memiliki keunikan tersendiri sesuai tema life, ocean, and peace.
Karya desain milik Aqila dibuat dengan menggunakan tangan secara manual. Meski teknik yang digunakan tersebut sudah umum, ide yang diangkat mahasiswa semester IV itu begitu kuat makna. Begitu juga karya Dima, yang menggunakan media digital. Kedua karya mereka pun berhasil mendapatkan penghargaan dan dipamerkan di ajang International Ocean Arts Festival (IOAF) 2022 di Jeju, Korea.
Aqila mengatakan bahwa karya yang dibuat bertajuk Not Born to Perform. Ide tersebut diambil dari keresahan yang dirasakan terhadap hewan laut yang dieksploitasi di balik kata ’’edukasi”.
Seperti yang ada di taman hiburan.
’’Saya merasa resah melihat hewan laut seperti paus orca yang sering dipekerjakan di taman hiburan alih-alih untuk edukasi kepada masyarakat,” katanya kepada Jawa Pos kemarin (10/1).
Karena itu, dia menggambar paus orca sebagai objek pertunjukan. Di dalam karyanya, paus orca diceritakan sebagai boneka pertunjukan oleh manusia. Ada tangan yang seolah sedang menggerakkan boneka pertunjukan.
’’Boneka yang dimainkan ini saya ibaratkan paus orca. Paus orca sendiri dilahirkan bukan untuk menghibur manusia, melainkan harus berada di alam bebas,” ujarnya.
Berkat ide cemerlang yang diangkat tersebut, karya Aqila berhasil meraih silver medal kategori International College Students Starfish Award di ajang bergengsi tersebut. Hal itu tentu membuat Aqila begitu bangga. Sebab, karyanya ikut dipamerkan bersama karya terpilih dari 42 negara di ajang IOAF 2022 di Jeju, Korea Selatan. ’’Saya butuh waktu cukup lama memikirkan idenya. Dan, akhirnya berhasil,” kata dia.
Begitu juga Dima. Dia membuat karya desain gambar digital. Karya yang dihasilkan bertajuk To Be Honest, To Be Yourself. Mahasiswa semester VI itu menggunakan vektor pada karya yang dibuatnya.
’’Vektor ini mulai ditinggalkan para penggiat desain,” ujarnya.
Dia menampilkan karya ilustratif. Dia merepresentasikan ide ke dalam gambar yang tidak begitu rumit. Di dalam gambar tersebut, dia membuat ilustrasi seorang perempuan yang sedang melukis keindahan alam bawah laut. Dan, yang dilukis seolah keluar dan membaur dengannya.
’’Saya ingin memberi tahu banyak orang bahwa manusia dan seluruh habitat di bawah laut bisa berdampingan dan memberi kedamaian,” katanya.
Karya itu pun berhasil meraih bronze medal di kategori yang sama. Dima merasa bangga karena pameran internasional tersebut baru kali pertama diikutinya. Dia ingin menyalurkan kemampuannya lewat menggambar dengan ide-ide yang out of the box.
’’Mereka menilai dari ide yang mungkin tidak pernah dipikirkan orang lain. Jadi, saya butuh waktu seminggu untuk membuat ini,” ujarnya.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
