
KOMITMEN: Azmi Abubakar, pemilik Museum Peranakan Tionghoa, menjelaskan koleksi yang terdapat di museum yangberada di kawasan BSD, Tangerang Selatan (18/1). (SALMAN TOYIBI/JAWA POS)
Photo
IMLEK DAN PROKES: Warga Tionghoa beribadah Imlek di Sanggar Agung, Kenjeran, Surabaya, tadi malam. Protokol kesehatan diterapkan dengan membatasi waktu ibadah. (ROBERTUS RIZKY/JAWA POS)
KOMITMEN: Azmi Abubakar, pemilik Museum Peranakan Tionghoa, menjelaskan koleksi yang terdapat di museum yangberada di kawasan BSD, Tangerang Selatan (18/1).
Peran etnis Tionghoa dalam sejarah panjang Indonesia juga terekam di dunia pendidikan. Azmi, insinyur lulusan Institut Teknologi Indonesia (ITI), mengungkapkan, tujuh tahun sebelum berdirinya organisasi Budi Utomo, etnis Tionghoa di Indonesia mendirikan lembaga pendidikan Tionghoa Hwee Koan. Lembaga pendidikan untuk anak-anak etnis Tionghoa itu semula berdiri di Jakarta, tetapi kemudian menyebar di seluruh wilayah Indonesia.
Azmi masih memiliki papan nama kayu lembaga pendidikan Tionghoa Hwee Koan yang masih asli. Papan tersebut dia pajang di salah satu sudut museum dan terlihat sangat mencolok. ”Jaringan sekolah Tionghoa Hwee Koan ini menginspirasi lembaga lain membuat lembaga pendidikan serupa,” katanya. Misalnya, Al Irsyad, Budi Utomo, dan lainnya.
Etnis Tionghoa juga memiliki sejarah emas di dunia olahraga. Bukan hanya di badminton atau bulu tangkis, tetapi juga di cabang olahraga lain. Misalnya, di sepak bola. Tian Lion Houw, Thio Him Tjiang, Liem Soen Joe, Kwee Kiat Sek, dan Phwa Sian Liong adalah sederet bintang tim nasional pada era 60-an.
Hampir semua klub sepak bola pada era itu juga dihuni pemain etnis Tionghoa. Namun, kenapa itu tidak bertahan sampai sekarang? Di BRI Liga 1 musim ini, misalnya, hanya tercatat Sutanto Tan (PSM Makassar) dan Arthur Irawan (Persik Kediri).
Menurut Azmi, penyebabnya adalah etnis Tionghoa sering menerima diskriminasi saat bermain sepak bola. Sampai akhirnya, mereka lebih memilih olahraga individual seperti bulu tangkis. Dan, dari masa ke masa Indonesia selalu memiliki bintang badminton dari kalangan Tionghoa.
Contoh lain di jagat kuliner. Banyak sekali di berbagai sisi kuliner Indonesia yang kental dengan pengaruh Tionghoa. Dia mencontohkan kecap yang merupakan bahan makanan asal Tiongkok. Meski, di Negeri Panda tidak ada kecap manis.
Dari segelintir kisah itu saja sudah bisa dipatahkan pandangan atau stigma bahwa etnis Tionghoa di Indonesia hanya identik dengan urusan dagang. Lewat museum tersebut, dia juga ingin memulai langkah untuk saling mengenal dan memahami antaretnis.
Selain melalui museum, Azmi aktif menjadi pembicara di seminar-seminar. Dia juga rajin mengunggah sejarah etnis Tionghoa di Indonesia melalui laman Facebook pribadi. Bagi dia, bangsa Indonesia perlu mengenal etnis satu dan lainnya. ”Saya bukan orang Tionghoa, tapi ini cara saya merajut kebinekaan,” katanya.
Photo
NUANSA TAHUN BARU: Ornamen bernuansa Imlek terpasang di Bundaran HI, Jakarta, kemarin (31/1). Ornamen tersebut dipasang dalam rangka menyambut perayaan Tahun Baru Imlek 2573 Kongzili yang jatuh hari ini (1/2). (HANUNG HAMBARA/JAWA POS)

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
Hasil Play-off Liga 2: Adhyaksa FC Bungkam Persipura Jayapura 0-1 di Babak Pertama!
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
