Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 29 Oktober 2021 | 01.29 WIB

Mochamad Nur Arifin Jadi Percontohan Nasional Tangani Stunting

Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin (TORIQ/JAWA POS) - Image

Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin (TORIQ/JAWA POS)

BUPATI Trenggalek Mochamad Nur Arifin termasuk satu dari sekian kepala daerah di Indonesia yang masih muda. Usianya masih 31 tahun. Tetapi, gaya kepemimpinan pejabat kelahiran 7 April 1990 itu sudah menarik perhatian. Dia kerap diundang sebagai pembicara pada forum kepemudaan. Bahkan, pada 2018 dia didapuk sebagai ketua DPD KNPI Jawa Timur.

Kepedulian pejabat yang akrab disapa Gus Ipin itu terhadap pemuda dan warga sudah tampak saat dia menjabat wakil bupati Trenggalek mendampingi Emil Elestianto Dardak. Gus Ipin membuat beberapa program gebrakan untuk mendekatkan dirinya dengan masyarakat. Salah satunya menginap di rumah warga. Dia juga menggalang tim relawan untuk membantu masyarakat, memantau dan mengentaskan kemiskinan.

Gus Ipin juga mampu menggaungkan Kabupaten Trenggalek hingga ke kancah nasional. Misalnya, saat ini Trenggalek merupakan satu dari sepuluh kabupaten di Indonesia yang menjadi percontohan penanganan stunting atau kekerdilan pada anak. Kebijakan tersebut ditujukan untuk menjamin anak-anak di Trenggalek bebas dari gizi buruk. Sehingga mereka lebih punya kesempatan untuk berkembang lebih baik.

Sebagai pemimpin muda, Gus Ipin menilai semangat pemuda masa kini dengan ketika Sumpah Pemuda diikrarkan sangat berbeda. Kala itu semangat nasionalisme pemuda luar biasa. Yakni semangat bertanah air satu, berbahasa satu, dan berbangsa satu. ”Semangat itu mulai pudar,” katanya.

Penilaian tersebut didasarkan pada permasalahan yang sering muncul pada tingkat kelompok. Gus Ipin kerap melihat konflik itu muncul karena semangat kebersamaan pemuda mengalami penurunan. Dampaknya, pergerakan dan program organisasi tidak berjalan optimal. Idealnya, pada satu tatanan organisasi, semangat persatuan dan kebersamaan harus dikuatkan. ”Begitu juga pada skala berbangsa dan bernegara, persatuan dan kesatuan harus didahulukan sebelum memikirkan lainnya,” ucap dia.

Gus Ipin mengapresiasi peran pemuda pada berbagai lini. Salah satunya pada sektor politik dan pemerintahan. Banyak pemuda yang mewarnai keorganisasian partai politik. Namun, kontribusi mereka belum sepenuhnya membawa efek positif. ”Sebaliknya, banyak yang berseberangan,” katanya.

Bersatu bukan berarti harus seragam. Tapi, bersatu merupakan sikap untuk saling menghargai antar sesama. Menghargai pemikiran orang lain tanpa menaruh kebencian. ”Cara pandang seperti itu akan mewujudkan rasa persaudaraan yang kuat,” tuturnya.

Arifin menambahkan, salah satu poin yang harus dikuatkan selain persatuan adalah penguatan ekonomi. Sesuai tema Sumpah Pemuda kali ini, yaitu Bersatu, Bangkit, dan Tumbuh. Penguatan ekonomi pada pemuda adalah bentuk aplikasi dari tumbuh. ”Ada dua, selain pemuda, ada perempuan yang juga patut menjadi bagian dari penguatan ekonomi itu,” kata dia.

Suami Novita Hardini tersebut menambahkan, pemuda merupakan generasi pada masa pendatang. Pemberdayaan pada pemuda merupakan investasi jangka panjang. Dia menceritakan pengalaman yang terjadi pada keluarganya. ”Kakek saya dulu berjuang untuk ayah. Selanjutnya, ayah bekerja keras untuk masa depan saya,” ungkap dia. Siklus seperti itu akan terus berlaku.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore