
PENELITI BATU: Andi menggunakan mikroskop untuk mengi- dentifikasi batu. (Hanaa Septiana/Jawa Pos)
Sejatinya Andi adalah seorang sarjana hukum. Namun, dia memiliki kemampuan melebihi ilmu yang dipelajarinya di bangku kuliah. Dia ahli mengidentifikasi batu permata alami dan buatan. Satu-satunya pula yang dimiliki Pegadaian Surabaya.
HANAA SEPTIANA, Surabaya
”Saat ini saya menguji tujuh batu permata milik personal,’’ tuturnya saat ditemui di Laboratorium Gemologi Pegadaian Surabaya. Sehari-hari, dia bekerja di ruang berukuran sekitar 6 x 1,5 meter tersebut.
Di ruangan itu, terlihat berbagai alat pengujian di meja panjang sisi kanan. Misalnya, mikroskop, scanner berlian, dan spektrometer inframerah yang memiliki fungsi masing-masing.
Di dekat scanner, tampak tiga dokumen yang dilapisi plastik transparan. Terlihat sebuah batu permata berukuran 1 x 0,5 sentimeter di sebuah dokumen serta emas berbentuk bulatan kecil di dua dokumen. ’’Kalau sudah diuji, kami bisa terbitkan sertifikatnya,’’ kata pria asal Makassar tersebut Andi juga menunjukkan contoh sertifikat yang diterbitkan. Ukurannya sebesar KTP atau kartu ATM. Kertas itu bertulisan beragam data hasil identifikasi tentang batu tersebut. Mulai nama, warna, bentuk, ukuran, berat, hingga jenis identifikasinya. Ada foto batu yang diuji, tanggal pengujian, beserta nama pengujinya. Di pojok kanan atas, terdapat barcode yang menunjukkan keaslian sertifikat tersebut.
Keahlian sebagai gemologis dimiliki Andi sejak 2015. Tepatnya ketika menyelesaikan pendidikan sebagai ahli gemologi setingkat diploma di Asian Institute of Gemological Sciences (AIGS) Bangkok, Thailand. Dia merupakan satu di antara sebelas pegawai Pegadaian di Indonesia yang terpilih mendapatkan beasiswa saat itu.
Awalnya, dia ditugaskan di Laboratorium Gemologi Pegadaian Pusat, Jakarta. Sejak 2018, dia ditugaskan di Surabaya untuk memimpin satu-satunya laboratorium gemologi di Surabaya. Laboratorium di Surabaya menjadi laboratorium gemologi ketiga setelah dua laboratorium lainnya berada di Jakarta. Saat ini Andi adalah pegawai ke-18 Pegadaian yang menjadi ahli gemologi.
’’Jumlahnya sampai sekarang sama. Saya yang paling junior. Hanya empat yang masih aktif. Lainnya promosi jabatan setingkat direksi atau manajerial,’’ jelas pria yang bekerja di Pegadaian sejak 2010 tersebut.
Dia pun telah mengidentifikasi berbagai jenis batu. Mulai batu sintetis hingga natural seperti safir dan rubi. Bapak tiga anak itu juga menjelaskan cara mengidentifikasi sebuah batu permata. Pertama-tama, mengisi data seorang pemilik. Lalu, pengukuran dan pengidentifikasian warna objek. Setelah itu, objek dilihat dengan mikroskop. ’’Kalau batunya ternyata sintetis, proses berhenti sampai di situ. Kalau natural, batunya masih harus dipindai menggunakan scanner,’’ papar alumnus Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin (FH Unhas) tersebut.
Jika memang batu itu sintetis, proses hanya akan berlangsung sejam. Termasuk pembuatan laporannya. Namun, jika batu natural, pemindaian kadang memakan waktu cukup lama. Bisa seharian, bergantung ukurannya. Makin kecil ukurannya, bakal makin lama proses identifikasinya. ’’Karena kami juga bisa identifikasi objek di dalam sebuah batu,’’ ungkap pria yang hobi fitness tersebut.
Andi juga sering menerima objek yang bukan sebuah batu. Melainkan hanya sebuah kaca. Namun, sang pemilik ingin memastikannya. Terlebih jika objek tersebut merupakan sebuah hadiah. Ada juga yang bersikukuh bahwa objek miliknya adalah sebuah batu. Padahal, sedari awal Andi meragukannya. Dia biasanya lanjut menanyakan asal objek tersebut kepada sang pemilik. ’’Pas ditanya dapat dari mana, jawabnya dari mimpi,’’ ucapnya, lantas tertawa.
Tidak cukup sampai situ, biasanya sang pemilik kadang tidak puas atau tidak percaya dengan hasilnya. Saat mengambil barang, ada juga yang meronta-ronta karena hasilnya. ’’Ada yang sampai gulung-gulung di sini sambil berkali-kali teriak-teriak, ’Ampuni aku, dewa’,’’ ujarnya sambil menirukan ucapan salah seorang pelanggan.
Sebagai gemologis, Andi juga bisa menaksir harga suatu objek. Cukup banyak pengalamannya. Mulai yang nilainya paling kecil hingga yang paling mahal. ’’Ada batu sintetis yang hanya Rp 10 ribu. Kalau yang natural, saya pernah menaksir satu objek saja Rp 600 juta,’’ terangnya. Nilai tersebut berdasar kelangkaan hingga tekstur objek.
Dia telah mendapat banyak pengalaman karena sempat ditugaskan di laboratorium pusat. Tujuannya, membantu berbagai lembaga negara yang berurusan dengan pengidentifikasian batu. Misalnya, Polri, KPK, dan Ditjen Bea Cukai. Objeknya didapat dari barang bukti hingga gratifikasi atau hadiah.
Jumlahnya pun kadang bukan hanya satu objek. Bisa satu boks. Andi dibantu beberapa staf dan alat yang lebih canggih saat melakukan identifikasi. Dengan begitu, prosesnya bisa berjalan lebih cepat.
Setelah ditugaskan di Surabaya sejak 2018, Andi dibantu dua staf. Mereka biasa membantu identifikasi jika objeknya banyak. ’’Tapi, kalau sudah terlalu banyak, kami bagi dengan laboratorium di Jakarta,’’ ungkapnya.
Laboratorium di Surabaya juga menerima bantuan untuk identifikasi dari kepolisian dan kejaksaan. Menurut dia, setiap bulan pasti ada permohonan identifikasi dari lembaga-lembaga tersebut. ’’Karena tidak semua kasus pidana berhubungan dengan batu permata atau berlian, hanya jika ada barang bukti,’’ jelasnya.
Untuk kebutuhan personal, pihaknya juga kerap menerima pelanggan dari sejumlah tempat dan kota. Misalnya, dari pemilik toko. Ada juga yang jauh dari Maluku hingga Papua. Sebab, Laboratorium Gemologi Surabaya adalah yang paling terdekat dari Indonesia Bagian Timur.
Andi pun menyampaikan kesannya selama menjadi ahli gemologi. Bagi dia, pekerjaan sebagai gemologis sangat menyenangkan. Karena itulah, dia sangat bersyukur. ’’Pasti sangat bangga karena jumlahnya sedikit dan bisa dikatakan langka di Indonesia. Selain itu, saya bangga karena turut berkontribusi untuk kepentingan negara,’’ tandasnya.

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
9 Rekomendasi Mall Terbaik di Sidoarjo untuk Belanja, Kuliner, dan Tempat Nongkrong Bersama Keluarga
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal Moto3 Prancis 2026! Start Posisi 6, Veda Ega Pratama Buka Peluang Podium di Moto3 Prancis 2026
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
