
peduli: Pengurus Komiunitas Tandon memberikan bantuan kepada Ismail di rumahnya pertengahan Oktober lalu. (Komunitas Tandon for Jawa Pos)
Para driver ojek online (ojol) ini ibarat tim khusus. Mereka tergabung dalam komunitas Gojek in English. Selain mengantar penumpang, mereka bertugas jadi penunjuk arah wisatawan asing yang singgah di Kota Pahlawan.
ARIF ADI WIJAYA, Jawa Pos
---
SUGENG Riyadi selalu ingat pengalaman kali pertama mengantar turis asing yang naik sepeda motornya. ”Perempuan. Tingginya mungkin 190 sentimeter. Rambutnya pirang. Kulitnya putih kemerahan. Mengaku berasal dari Norwegia,” kata pria asal Bojonegoro tersebut.
Dia tidak akan lupa karena saat itu di sepanjang perjalanan ke alamat yang dituju, hampir semua pengendara menoleh ke arahnya. ”Lah, penumpangnya pakai pakaian serbamini,” ujarnya. Tetapi, Sugeng tetap profesional. Dia mengantar sang penumpang dengan selamat sampai tujuan meski grogi di sepanjang jalan. ”Orangnya ramah. Ngajakngomong saya terus. Tapi, saya enggak bisa mbalesi. Lah ora ngerti. Ta jawab yes miss, no miss saja,” ujarnya, kemudian tertawa.
Membawa tamu dari luar negeri juga dialami Dedi Kusuma. Tetapi, pengalaman itu membuatnya kesal. ”Sebelum ke tempat tujuan, tamunya minta diantar mencari tukang sol sepatu,” tuturnya. Dijemput di daerah Ngagel, tamunya akan menuju apartemen di Jalan HR Muhammad. Sebelum sampai tujuan, Dedi berkeliling mencarikan tukang sol sepatu untuk tamunya. Hampir sejam, akhirnya mereka menemukan tukang sol sepatu. ”Disuruh nungguinselama 40 menitan, terus minta diantar ke tujuan sesuai aplikasi Hampir tiga jam cuma untuk turis asal India itu. Terus, sampai di lokasi, dibayar sesuai aplikasi juga Rp 17 ribu. Ya Allah,” ceritanya. Menurut Dedi, pengalaman tersebut tidak pernah dia jumpai sebelumnya. Tidak pernah ada penumpang yang serewel itu.
Sumargo, ketua komunitas Gojek in English, mengaku mendengar banyak cerita dari anggota komunitas yang mendapatkan penumpang wisatawan asing. Ada yang menyenangkan. Ada pula yang menjengkelkan. Anggota komunitas yang berjumlah 25 orang memang belum lancar berbahasa Inggris. Sebagian besar masih belajar. Karena itu, wajar jika masih ada yang merasa tidak percaya diri, kikuk, atau grogi saat mendapatkan penumpang turis asing.
Meski demikian, mantan manajer marketing PT Sungsan Global itu mengapresiasi semangat para anggota yang didominasi pengemudi berusia di atas 40 tahun tersebut. Meski sudah berumur, mereka masih semangat belajar.
Sejak dibentuk pada medio 2017, komunitas itu aktif mempelajari berbagai istilah bahasa Inggris. Khususnya yang diperlukan dalam percakapan antara driver ojol dan penumpang. ”Masih banyak yang salah ucap, salah bicara. Tapi tidak masalah. Namanya juga belajar,” tuturnya.
Sumargo mengatakan bahwa Rumah Bahasa di Balai Pemuda yang merupakan tourist information center menjadi markas komunitas Gojek in English. Di tempat itulah para anggota komunitas belajar berkomunikasi dengan menggunakan bahasa Inggris. Nah, rata-rata penumpang kewarganegaraan asing didapatkan dari Rumah Bahasa. ”Setiap kali ada turis, Rumah Bahasa menghubungi kami untuk mengantarkannya. Jadi, seperti penunjuk arah bagi wisatawan asing yang berkunjung ke Surabaya,” ungkap pria 48 tahun itu.
Di Rumah Bahasa, ada tutor yang mengajari para driver berbahasa Inggris. Kadang ada pula native speaker yang didatangkan untuk mengajari mereka. Nah, itu menjadi kesempatan bagi para anggota untuk melatih kepercayaan diri berbicara langsung dengan turis luar negeri. Meski masih kaku, semua anggota komunitas terus didorong agar mau belajar dan mencoba.
Sumargo menjelaskan, hampir dalam setiap percakapan di WhatsApp pribadi maupun grup, para anggota disarankan menggunakan bahasa Inggris. Tujuannya, melatih kemampuan para anggota dalam berbahasa Inggris. Baik verbal maupun tertulis.
Sumargo berharap para anggota bisa mengembangkan kemampuan berbahasa Inggris masing-masing. ”Manfaatnya banyak. Termasuk untuk mengikuti perkembangan teknologi sekarang yang rata-rata fitur-fitur digital sudah pakai bahasa Inggris,” ucapnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
