
Wisatawan asing ketika berliburan ke Lombok sebelum diguncang gempa
Dampak gempa bumi sangat memukul sektor wisata Nusa Tenggara Barat (NTB), baik di pulau, pantai, maupun gunung. Di Rinjani, banyak yang untuk sementara harus beralih pekerjaan.
RAGIL PUTRI I., Mataram-SYAHRUL YUNIZAR, Jakarta
---
WAJAH Gugun tampak lesu. Matanya kerap menerawang ke berbagai bangunan yang roboh di Gili Trawangan. "Ini nanti kayaknya bakal off sampai berbulan-bulan. Nggak tahu lagi deh nanti gimana," katanya lesu.
Bertahun-tahun pria 27 tahun tersebut menggantungkan hidup di pulau berjuluk Party Island itu. Bekerja di tempat persewaan peralatan selam. Tapi, yang didapatinya Kamis lalu (9/8) adalah pulau "mati". Bangunan rusak berserak. Sepi.
Sebab, ribuan orang wisatawan, domestik maupun asing, telah dievakuasi dari sana sejak Senin (6/8). Atau sehari setelah gempa 7 skala Richter (SR) mengguncang Lombok, pulau di seberang Gili Trawangan. Yang diikuti peringatan tentang potensi terjadinya tsunami.
Gempa tersebut tak cuma menimbulkan kerusakan dan korban meninggal dalam jumlah masif. Tapi sekaligus juga sangat memukul sektor yang selama ini menjadi andalan NTB: pariwisata.
Tahun lalu sekitar 3 juta wisatawan mengunjungi NTB. Yang punya begitu banyak destinasi: mulai gili (pulau), pantai, sampai geopark.
Tapi, sejak gempa pekan lalu, ditambah gempa 6,4 SR sepekan sebelumnya (29/7), semua seolah ikut roboh. Di Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR), misalnya, banyak pelaku wisata terkait yang untuk sementara harus banting profesi.
Padahal, Agustus biasanya adalah "Lebaran". Ramai-ramainya para pendaki dari berbagai kota dan negara datang. Untuk menggapai puncak setinggi 3.726 meter di atas permukaan laut itu.
Track organizer, porter, dan guide, semua sibuk. Tapi tidak kali ini. "Mereka kembali bertani. Itu pun dengan kondisi pulang ke rumah tidak berani diam di dalam, tetap di tenda," ungkap Rahadi Irawan, penggiat wisata sekaligus pendaki Rinjani, kepada Jawa Pos Jumat lalu (10/8).
Saat gempa 29 Juli lalu mengguncang Lombok, ratusan pendaki terperangkap di sekujur Rinjani. Setelah semua berhasil dievakuasi, Rinjani pun ditutup dari pendakian. Guncangan gempa sepekan kemudian membuat Rinjani kian "tertutup". Sebab, Kabupaten Lombok Utara dan Kabupaten Lombok Timur yang jadi pintu masuk terdampak paling parah.
Menurut Adi, sapaan Rahadi Irawan, banyak pula rekan seprofesi di antara mereka yang memilih turun ke Mataram, ibu kota NTB. Mencoba mengais rezeki dari destinasi wisata lain. Namun, kondisinya sama saja. "Info dari rekan-rekan yang bergerak di wisata, banyak tamu yang cancel untuk perjalanan ke Lombok," ucapnya.
Yang disampaikan Adi memang sejalan dengan yang disaksikan Jawa Pos. Di Senggigi, pantai populer di Lombok, pada Kamis lalu, tak sedikit hotel atau tempat penginapan yang memilih tutup. "Hanya plafon yang rusak. Tapi, kami nggak berani buka, harus direnovasi dulu," ungkap Vivi Siregar, pemilik vila di Senggigi.
Vivi belum sempat menghitung kerugian yang dialami. Namun, dia maupun pemilik usaha lain perlu waktu berbulan-bulan untuk renovasi. "Kami harus pastikan kondisi aman dulu. Mudah-mudahan saat Natal sudah bisa kembali normal," harapnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Herri Pras Akhirnya Minta Maaf Usai Digeruduk Petarung MMA karena Hina UAH dan UAS
Netty Pergi, Jenderal Ditangkap: Ketika Riset Doktoral Membaca Kerusakan Polri dari Dalam
7 Kebiasaan Masa Kecil yang Berpengaruh Pada Kesuksesan Anak di Masa Depan
Blunder Berujung Gol, Fitrah Maulana Ungkap Perasaannya Usai Persib Menang
Prediksi Skor Madura United vs Arema FC: Pertarungan Seru Ze Gomes dan Andre Caldas
Prediksi Skor PSIM vs Dewa United di BRI Super League: Laskar Mataram Berpeluang Beri Kejutan!
Prediksi Skor Toulouse vs Strasbourg: Les Violets Berusaha Akhiri Paceklik Gol di Kandang
Prediksi Skor Cagliari vs Frosinone: Canarini Bidik Akhiri Kutukan 13 Tahun
Prediksi Skor PSIM Yogyakarta vs Dewa United: Banten Warriors Curi Kemenangan di Sultan Agung
Kamera Pengintai Identifikasi 19 Macan Tutul Jawa Beserta Rantai Makanannya di TNBTS

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022