
ILUSTRASI: Satu terduga teroris, Abd, ditangkap di Kalibiru, Lawang, Kabupaten Malang pada Jumat (3/8) malam.
Satu terduga teroris, Abd, ditangkap di Kalibiru, Lawang, Kabupaten Malang pada Jumat (3/8) malam. Sebelum ditangkap, ternyata, warga kerap melihat pria yang disebut-sebut sebagai terduga pelaku Bom Bangil tersebut di Pasar Lawang, sebelum penangkapan. Seperti apa ceritanya?
Dian Ayu Antika Hapsari, Malang
Beberapa warga Kalibiru, Desa Turirejo, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, tampak ramai di sekitar kampung pada Sabtu (4/8) petang. Mereka melakukan aktivitas seperti biasa. Ada yang sekedar ngopi di sebuah warung, atau banyak pula warga yang nongkrong dan bercengkrama dengan tetangga.
Lingkungan Kalibiru pun seolah tidak pernah terjadi apapun. Padahal, kampung ini menjadi saksi bisu tertangkapnya terduga teroris, Abd pada Jumat (3/8) malam. Abd diketahui merupakan anggota jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Jawa Timur. Dia juga pelaku bom Bangil yang kabur pasca-bom paku buatannya meledak dan melukai anaknya sendiri pada Kamis (5/7) lalu.
Beberapa pekan sebelum ditangkap oleh anggota Densus 88, rupanya warga kerap melihat Abd berada di Pasar Lawang. Salah satu warga Kalibiru yang juga pedagang di Pasar Lawang, menuturkan, beberapa minggu lalu dirinya melihat Abd yang selalu membawa tas ini tidur di emperan Pasar Lawang.
Pendek kata, selama pelarian dari kejaran petugas, Abd hidup menggelandang atau mbambong dalam bahasa Jawa. Karena dia tidak ada tempat tinggal dan tidur di emperan pasar.
"Kalau malam tidur di Pasar Lawang, kadang juga terlihat di warung, sebentar terus pergi lagi," kata perempuan berambut panjang yang menolak menyebutkan namanya. "Jangan (sebut namanya), Mbak," kata pedagang sayur itu.
Dia mengaku tidak setiap hari melihat Abd berkeliaran di Pasar Lawang. Hanya sering melihat yang bersangkutan berada di pasar. "Paling dua minggu lalu, memang nggak setiap hari sih, tapi beberapa kali lihat," katanya.
Perempuan itu juga mengaku, mendengar keributan ketika dilakukan penangkapan terduga teroris, Abd. Namun, dia tidak mengetahui detil kejadiannya. Karena waktu itu, sudah malam dan rumahnya tidak dekat dengan lokasi penangkapan, di depan Pos Kamling.
"Saya nggak tahu jelasnya seperti apa. Tapi kalau ramai-ramai ya dengar ya, keributan begitu," tandasnya.
Abd dipastikan bukan warga Kalibiru. Hal ini dipastikan oleh ketua RT setempat, Hadi Suyatno, 38. "Bukan warga sini, kalau warga sini kan kebanyakan pedagang. Tapi kalau yang ini nggak ya. Juga bukan pendatang," katanya.
Hadi menjelaskan, meskipun bukan warga sini, namun beberapa orang di Kalibiru pernah melihat terduga teroris berada di kampung ini. Namun, mereka mengira hanya sebagai pengunjung tempat pemandian.
"Karena di daerah sini kan memang ramai. Ada pasar, ada pemandian. Jadi dikira ya wisatawan," katanya.
Masih menurut Hadi, beberapa warga Hadi yang mengaku pernah melihat terduga teroris asal Banten itu, juga pernah melihat orang serupa dengan Abd di pemandian wisata. Usai mandi, terduga teroris dengan hidung mancung ini kembali lagi ke atas. "Satu dua kali pernah melihat yang seperti ini. Setelah mandi, naik lagi ke pasar," katanya.
Flashback ke kejadian saat penangkapan, Hadi bercerita, saat itu kampung tengah ramai. Pasalnya, warga dan anggota karang taruna sedang memasang bendera dan atribut untuk menyambut Hari Kemerdekaan ke-73 RI.

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Persebaya Surabaya Dilaporkan Capai Kesepakatan dengan Striker Asing, Punya Rekam Jejak di Indonesia!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
Pertemuan dengan Suporter, Fariz Julinar Tegaskan PSIS Semarang Siap Bangkit Musim Depan
4 Tempat Makan Siomay Paling Enak di Bandung, Jangan Skip karena Variannya Berlimpah dengan Siraman Bumbu Kacang yang Lezat
