Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 5 Agustus 2018 | 23.35 WIB

Hidup Menggelandang dan Tidur di Pasar, Abd Sempat Dikira Wisatawan

ILUSTRASI: Satu terduga teroris, Abd, ditangkap di Kalibiru, Lawang, Kabupaten Malang pada Jumat (3/8) malam. - Image

ILUSTRASI: Satu terduga teroris, Abd, ditangkap di Kalibiru, Lawang, Kabupaten Malang pada Jumat (3/8) malam.

Satu terduga teroris, Abd, ditangkap di Kalibiru, Lawang, Kabupaten Malang pada Jumat (3/8) malam. Sebelum ditangkap, ternyata, warga kerap melihat pria yang disebut-sebut sebagai terduga pelaku Bom Bangil tersebut di Pasar Lawang, sebelum penangkapan. Seperti apa ceritanya? 


Dian Ayu Antika Hapsari, Malang 


Beberapa warga Kalibiru, Desa Turirejo, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, tampak ramai di sekitar kampung pada Sabtu (4/8) petang. Mereka melakukan aktivitas seperti biasa. Ada yang sekedar ngopi di sebuah warung, atau banyak pula warga yang nongkrong dan bercengkrama dengan tetangga.


Lingkungan Kalibiru pun seolah tidak pernah terjadi apapun. Padahal, kampung ini menjadi saksi bisu tertangkapnya terduga teroris, Abd pada Jumat (3/8) malam. Abd diketahui merupakan anggota jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Jawa Timur. Dia juga pelaku bom Bangil yang kabur pasca-bom paku buatannya meledak dan melukai anaknya sendiri pada Kamis (5/7) lalu. 


Beberapa pekan sebelum ditangkap oleh anggota Densus 88, rupanya warga kerap melihat Abd berada di Pasar Lawang. Salah satu warga Kalibiru yang juga pedagang di Pasar Lawang, menuturkan, beberapa minggu lalu dirinya melihat Abd yang selalu membawa tas ini tidur di emperan Pasar Lawang. 


Pendek kata, selama pelarian dari kejaran petugas, Abd hidup menggelandang atau mbambong dalam bahasa Jawa. Karena dia tidak ada tempat tinggal dan tidur di emperan pasar. 


"Kalau malam tidur di Pasar Lawang, kadang juga terlihat di warung, sebentar terus pergi lagi," kata perempuan berambut panjang yang menolak menyebutkan namanya. "Jangan (sebut namanya), Mbak," kata pedagang sayur itu. 


Dia mengaku tidak setiap hari melihat Abd berkeliaran di Pasar Lawang. Hanya sering melihat yang bersangkutan berada di pasar. "Paling dua minggu lalu, memang nggak setiap hari sih, tapi beberapa kali lihat," katanya. 


Perempuan itu juga mengaku, mendengar keributan ketika dilakukan penangkapan terduga teroris, Abd. Namun, dia tidak mengetahui detil kejadiannya. Karena waktu itu, sudah malam dan rumahnya tidak dekat dengan lokasi penangkapan, di depan Pos Kamling. 


"Saya nggak tahu jelasnya seperti apa. Tapi kalau ramai-ramai ya dengar ya, keributan begitu," tandasnya. 


Abd dipastikan bukan warga Kalibiru. Hal ini dipastikan oleh ketua RT setempat, Hadi Suyatno, 38. "Bukan warga sini, kalau warga sini kan kebanyakan pedagang. Tapi kalau yang ini nggak ya. Juga bukan pendatang," katanya.


Hadi menjelaskan, meskipun bukan warga sini, namun beberapa orang di Kalibiru pernah melihat terduga teroris berada di kampung ini. Namun, mereka mengira hanya sebagai pengunjung tempat pemandian. 


"Karena di daerah sini kan memang ramai. Ada pasar, ada pemandian. Jadi dikira ya wisatawan," katanya.


Masih menurut Hadi, beberapa warga Hadi yang mengaku pernah melihat terduga teroris asal Banten itu, juga pernah melihat orang serupa dengan Abd di pemandian wisata. Usai mandi, terduga teroris dengan hidung mancung ini kembali lagi ke atas. "Satu dua kali pernah melihat yang seperti ini. Setelah mandi, naik lagi ke pasar," katanya. 


Flashback ke kejadian saat penangkapan, Hadi bercerita, saat itu kampung tengah ramai. Pasalnya, warga dan anggota karang taruna sedang memasang bendera dan atribut untuk menyambut Hari Kemerdekaan ke-73 RI.

Editor: Sari Hardiyanto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore