
Kapolda DIJ Brigjend Pol Ahmad Dofiri
JawaPos.com - Sejak Juli lalu, setidaknya sudah ada 10 terduga teroris yang diamankan oleh Tim Densus 88 Mabes Polri di Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ). Selain mengamankan 10 terduga teroris, Tim Densus juga menggeledah sejumlah rumah dan mengamankan barang bukti, termasuk di rumah mantan ikon atlet Judo Jogja, Ismail.
Selain upaya penangkapan yang dilakukan terhadap para terduga, agar tak terjerumus ke paham yang sesat pun terus diupayakan. Dalam hal tersebut, kepolisian bersama Pemda melalui 3 pilar telah lebih peduli terhadap lingkungan sekitarnya.
"Kami dengan Pemda tentunya sudah melalui 3 pilar, bhabinkamtibmas, Babinsa, dan kepala desa agar lebih care dan peduli terhadap masalah lingkungan," kata Kapolda DIJ Brigjend Pol Ahmad Dofiri, Sabtu (4/8).
Pencegahan, menurutnya akan sangat efektif ketika dimulai dari unsur terkecil dan yang paling dekat. Yaitu dari lingkungan keluarga, kemudian masyarakatnya. "Kalau ini dilakukan, maka bisa dicegah. Kalau ada orang yang mencurigakan, sebaiknya segera melapor," ucapnya.
Sebagaimana diketahui, pada Sabtu (4/8) Densus 88 Mabes Polri melakukan penggeledahan rumah milik Arif di RT 6/13, Dusun Sribit Lor, Desa Sendangtirto, Kecamatan Berbah, Kabupaten Sleman. Dari upaya itu, petugas membawa barang bukti sebanyak 2 plastik yang berisi dokumen.
Sebelumnya pada Rabu (17/7) atas nama Ismail, warga yang tinggal di Jalan Perumnas Condong Sari, Padukuhan Ngropoh, Kelurahan Condongcatur, Depok, Sleman. Ia diketahui merupakan seorang mantan atlet nasional Judo.
Pada hari yang sama, penangkapan juga dilakukan terhadap seorang pria berinisial JK alias ABJ, 40. Pria itu bekerja sebagai penjual es dawet dan juga ojek online.
Kemudian pada Sabtu (14/7) petang di Jalan Kaliurang km 9,5 Ngaglik, Sleman terjadi kejar-kejaran petugas terhadap 3 orang terduga teroris. Mereka berinisial STR, ALS, dan GYR yang akhirnya ditembak mati karena berupaya melawan. "Ya, total jadi ada 8," kata Kabid Humas Polda DIJ AKBP Yulianto, pada malam usai pelumpuhan 3 terduga itu.
Pada Rabu (11/7) pagi, sebuah keluarga di Rt 5/35, Bedingin Wetan, Sumberadi, Mlati, Kabupaten Sleman, diamankan. Seorang pria atas nama Saefulloh, 45, juga dibawa oleh petugas.
Hari yang sama, 2 terduga teroris ternyata juga diamankan di Kabupaten Bantul. Mereka yaitu Maryanto, dari Mrisi, Tirtonirmolo, dan Gutomo, Dusun Kerto Tengah, Kecamatan Pleret.

Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
Bocor! 3 Alasan Krusial Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Nomor Dua Jadi Kunci Utama
Ada Pemain Bali United yang Dirumorkan Gabung Persebaya Surabaya Musim Depan, Bonek Sebutkan 3 Nama Termasuk Irfan Jaya
Kunker Luar Negeri Presiden Dikritik, Teddy Singgung Dino Patti Djalal yang hanya 3 Bulan jadi Wamenlu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Wariskan 39 Gol yang Sulit Dilupakan
Harga BBM Pertamina Nonsubsidi Terbaru Per 1 Juni 2026, Dex Series Turun, Pertamax Turbo Naik
Viral Penonton Konser F4 di Jakarta Kena Campak Sebelumnya, Kemenkes Lakukan Pengecekan
