
Muhammad Ainul Taksim, 25, pendaki asal Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) yang meninggal dunia di Gunung Rinjani sewaktu gempa di Lombok.
JawaPos.com - Gempa berkekuatan 6,4 SR pada Minggu (29/7) kemarin membuat ratusan pendaki terjebak di Gunung Rinjani. Satu orang pendaki bahkan dinyatakan meninggal dunia. Dia adalah Muhammad Ainul Taksim, 25, pendaki asal Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel).
Ainul sapaan akrabnya dikabarkan meninggal dunia dalam upaya menyelamatkan diri saat gempa melanda. Ia meninggal dunia akibat luka di kepala. Ayah kandung Ainul, Amrullah, 59, menuturkan awal keberangkatan anak keempat dari enam bersaudara itu pada Rabu (25/7) lalu menuju gunung Rinjani.
"Dia berangkat dengan teman-temannya dari sini tiga orang dan ada temannya di luar sini ada juga jadi total delapan orang dari Makassar," ujarnya saat ditemui di kediamannya di kompleks Bumi Sudiang Raya, Blok J/14, Kelurahan Laikang, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, Senin (30/7).
Di Lombok, Ainul kembali menjumpai rekannya berjumlah lima orang. Totalnya 13 orang langsung melakukan pendakian. Alumnus Akademi Keperawatan (Akper) Makassar, tahun 2014 itu dijelaskan Amrullah, diketahui merupakan pribadi yang ramah. Karena hobinya berpetualang mendaki dan ke laut, ia memiliki banyak rekan di luar kota Makassar.
"Dia bukan Mahasiswa Pencinta Alam (Mapala) tapi karena hobinya itu mendaki, kalau ndak mendaki dia ke laut, petualang begitu, makanya banyak temannya kalau mau kemana-mana," jelasnya.
Hampir semua gunung di Sulsel lanjutnya, telah didaki oleh anaknya. Ainul bahkan sempat meninggalkan kerjaannya sebagai seorang kontraktor di Kabupaten Bulukumba, Sulsel, beberapa waktu lalu karena cedera di bagian pergelangan tangan.
"Jadi disitu dia operasi, dia istirahat sementara. Nah setelah itu ada tawaran lagi untuk kerja di Enrekang, tapi katanya sebelum sibuk kerja, dia mau tuntaskan dulu pendakiannya di luar Sulsel baru lanjut kerjanya," terangnya.
Karena tekadnya yang begitu besar untuk mendaki, Amrullah kemudian memberikan kebebasan terhadap sang anak untuk menuntaskan keinginan itu.
Saat ini, kakak tertua korban Indah Musdalifah, 30 sudah terbang ke Lombok untuk menjemput jenazah korban. "Tadi pagi sudah pergi anak tertua saya , kakaknya Ainul ke Lombok. Kita tunggu proses administrasi karena Ainul sudah dievakuasi," ucap Amrullah.
Suasana duka juga masih terlihat menyelimuti kediamannya. Kerabat masih menunggu kepulangan jenazah Ainul yang dikabarkan menjadi korban saat berkemah sebelum tiba di puncak Rinjani.
Rencannya Ainul bakal dimakamkan di tempat pemakaman tokoh masyarakat Laikang, di Kelurahan Laikang, Biringkanaya.

Prediksi Skor Tanjung Verde vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: Misi Blue Sharks Pulangkan Green Falcons
Prediksi Skor Mesir vs Iran di Piala Dunia 2026: The Pharaohs Selangkah Lagi ke 32 Besar Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Selandia Baru vs Belgia di Piala Dunia 2026: Pembuktian Romelu Lukaku Belum Habis!
Prediksi Skor Uruguay vs Spanyol di Piala Dunia 2026: La Roja Tak Ingin Tersandung, La Celeste Wajib Menang
Prediksi Skor Aljazair vs Austria di Piala Dunia 2026: Tiket 32 Besar Dipertaruhkan, Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Kroasia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Duel Penentu Tiket 32 Besar, Hasil Imbang Skenario Paling Masuk Akal
Prediksi Skor RD Kongo vs Uzbekistan di Piala Dunia 2026: Duel Sengit di Laga Terakhir Fase Grup
Prediksi Skor Senegal vs Irak di Piala Dunia 2026: Sadio Mane Jadi Kunci Kalahkan Singa Mesopotamia
Prediksi Afrika Selatan vs Kanada di 32 Besar Piala Dunia 2026: Bafana Bafana Ukir Sejarah!
Prediksi Skor Panama vs Inggris: Three Lions Sedang Tak Ideal, Harry Kane Ingin Kembali ke Jalur Gol
