
Keluarga keturunan Albino: Siti Rohmah, 36, Rahma Ayu Ningsih, 8, Isur Suryana, 41; dan Ai Romiati (14) salah satu keluarga keturunan Albino di Desa Ciburuy, Jawa Barat.
Anak-anak albino di Kampung Ciburuy, Garut, Jawa Barat, tidak hanya bermasalah dengan penglihatannya. Tetapi juga tertekan oleh perundungan (bullying) dan ejekan teman-temannya di sekolah. Karena itu, anak-anak ''bule'' Sunda itu umumnya minderan dan pemalu.
ANISATUL UMAH, Garut
---
DEWI RESMANA, 13, salah seorang anak albino di Kampung Ciburuy, nyaris mogok sekolah. Gara-garanya, siswi kelas II SMP Persada Ciburuy itu sering diejek teman-temannya sebagai anak bule. Dia pun sempat beberapa hari tidak masuk sekolah sebelum guru-gurunya membujuknya untuk kembali bersekolah.
Dewi akhirnya mau bersekolah lagi setelah gurunya menjamin tidak akan ada temannya yang mem-bully lagi.
''Anak itu (Dewi Resmana, Red) memang cenderung pendiam dan kurang bergaul. Mungkin dia minder dengan kondisi kulitnya yang berbeda dengan teman-temannya,'' terang Indra Tejamukti, guru Dewi, saat ditemui Jawa Pos di SMP Persada beberapa waktu lalu.
Dewi Resmana adalah anak sulung Nana Suryana, juru kunci Kabuyutan Ciburuy (semacam rumah adat di Kampung Ciburuy). Nana memiliki dua anak albino. Selain Dewi, adiknya, Jajang Gunawan, yang masih 2,5 tahun, juga memiliki kelainan genetik itu. Padahal, Nana dan istrinya, Siti Rohmah, normal Sebagaimana diberitakan kemarin (12/7), Kampung Ciburuy dikenal sebagai kampung albino atau kampung bule. Orang Garut menyebutnya Sunda Walanda, orang Sunda yang mempunyai warna kulit mirip orang Belanda. Yakni, putih pucat. Albino merupakan kelainan bawaan hipopigmentasi yang dikarakterisasikan oleh kurangnya pigmen melanin pada mata, kulit, dan rambut.
Di Ciburuy saat ini terdapat sembilan warga albino. Konon, kelainan itu ada sejak zaman nenek moyang mereka berabad lalu. Angka preferensi albino di Ciburuy termasuk tertinggi di Indonesia. Preferensinya 1:178 orang, dengan jumlah penduduk Ciburuy sekitar 1.600 jiwa.
Indra menjelaskan, Dewi Resmana memang satu-satunya siswa albino di sekolah. Mungkin karena merasa berbeda sendiri, dia kemudian menarik diri dari pergaulan. Dia juga cenderung pendiam.
"Mungkin karena sering diejek sehingga dia tidak mau bermain dengan teman-temannya," ungkap Indra.
Ibunda Dewi, Siti Rohmah, membenarkan bahwa anaknya pernah tidak mau bersekolah karena sering diejek teman-temannya. Karena kesal, Rohmah sempat mencegat anak-anak yang suka mengejek Dewi saat pulang dari sekolah. "Saya marahi dia. Kita kan sama-sama makhluk Allah. Sejak itu teman Dewi tidak mengejek lagi," tutur Rohmah dengan nada kesal.
Dalam pembelajaran di kelas, Dewi sering mengalami kendala dengan penglihatan. Matanya sering silau dan seperti kelilipan. Kadang matanya sampai merah. Untuk membaca buku, dia membutuhkan jarak yang sangat dekat dengan buku bacaannya.
Begitu pula saat membaca tulisan di papan, Dewi harus dekat dengan papan tulis. "Para guru memaklumi kondisinya itu. Sehingga membiarkan Dewi tidak menulis di kelas, melainkan menyalin buku temannya di rumah," jelas Indra.
Nasib yang sama dialami Heri Agustin, 15. Sosok albino remaja itu juga pendiam dan pemalu. Saat ini Heri duduk di bangku kelas 2 MA Miftahul Anwar Ciburuy. Dia juga menjadi satu-satunya albino di sekolah dan di rumahnya. Meski tak banyak bicara, Heri termasuk aktif dalam belajar mengaji di pesantren yang lokasinya tak jauh dari rumahnya. "Kadang saya tidur di pesantren," ungkap siswa kelahiran 2 Agustus 2002 itu.
Di sekolah, Heri mengaku sering diejek teman-temannya karena kondisinya yang albino. Tapi, ia tak pernah menanggapi serius ejekan teman-teman itu. "Saya biarkan saja. Saya juga nggak bilang ke guru. Saya anggap angin yang berlalu. Ini kan takdir, ya jalani saja," ungkapnya.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
