
HIJAU: Oceng (kanan) bersama Enung Sri Mulyaningsih membersihkan rumput liar di sela-sela bibit buah sempur di Kebun Plasma Nutfah Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI di Cibinong, Bogor (21/5).
Sebagian buah-buahan Nusantara masuk kategori langka atau terancam punah. Sebut saja menteng, gandaria, atau sempur. Terancam punah lantaran memiliki rasa tak enak, tampilan kurang menarik, dan tidak memiliki nilai jual.
M. HILMI SETIAWAN, Bogor
---
CUACA panas pinggiran Bogor langsung tak terasa begitu memasuki area kebun plasma nutfah milik Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI. Diredam puluhan pohon yang menjulang tinggi di area seluas 20 hektare itu. Di luar kebun tersebut, terdapat area khusus untuk pembibitan dengan luas sekitar 1 hektare.
Seorang pegawai kebun pembibitan yang bekerja siang itu adalah Oceng. "Panggilan saya Oceng. Nama lengkap saya juga Oceng," kata pria berkacamata tersebut Senin pekan lalu (21/5). Saat itu Oceng sedang merawat bibit pohon buah langka yang masih seukuran sejengkal orang dewasa. Bibit ini ditanam menggunakan polybag. Oceng mencabuti rumput-rumput liar yang tumbuh di antara bibit buah langka tersebut.
Ketika itu yang sedang digarap Oceng adalah bibit pohon buah menteng (Baccaurea racemosa).
Buah menteng merupakan buah khas yang dahulu banyak ditemukan di Jakarta dan sekitarnya. Jika sudah masak, kulit buahnya berwarna kuning. Daging buahnya merah dan rasanya khas. "Rasanya campuran asam dan manis," kata pegawai yang sudah bekerja sejak 1980-an itu.
Saat ini buah menteng sudah jarang ditemukan di ibu kota. Orang-orang bisa jadi lebih mengenal Menteng sebagai kawasan elite ketimbang sebuah nama buah. Termasuk buah khas Jakarta lainnya yang bernama gandaria (Bouea macrophylla Griffith). Saat ini gandaria lebih terkenal sebagai nama daerah di Jakarta Selatan dan sebuah nama pusat perbelanjaan (Gandaria City).
Namun, di kompleks Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI, tumbuh menjulang tidak kurang dari enam pohon gandaria. Daunnya sangat lebat. Bukan hanya buahnya, daun gandaria juga kerap dikonsumsi sebagai lalapan.
Setelah membersihkan rumput di sekelompok bibit buah menteng, Oceng beralih di kelompok bibit sempur (Dillenia indica). Sama dengan bibit buah kemang, bibit buah sempur itu masih berukuran sejengkal orang dewasa. Ketika sudah matang dan siap disantap, buah sempur tertutup sejenis kelopak. Kelopak tersebut tinggal dibuka, kemudian dimakan isinya. Rasanya agak asam, tapi segar.
Pria 56 tahun itu menceritakan, ada buah-buahan langka yang mudah ditanam dan dibudidayakan. Tetapi, ada pula buah langka yang bandel atau susah dikembangbiakkan. ''Contohnya adalah buah asam kranji. Itu susah sekali,'' tuturnya. Salah satu kendala dalam menanam asam kranji adalah priode berbuahnya yang empat tahun sekali.
Biji buah khas Banten itu sangat susah disemai. Selain itu, proses memanen asam kranji harus dilakukan dengan menebang dahan besarnya. Sebab, cukup sulit untuk memetik buahnya yang tersebar di sekitar daun.
Enung Sri Mulyaningsih yang menjadi kepala Kebun Plasma Nutfah Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI pada 2014-2017 menceritakan, semula kebun khusus pembibitan buah langka tidak serapi saat ini. Area untuk kebun bibit itu sebelumnya tidak terurus dan dipenuhi semak belukar.
Kemudian, mereka menjalin kerja sama dengan PT Astra International Tbk melalui program CSR Pranaraksa (program konservasi keanekaragaman buah langka Nusantara). Sesuai dengan nama program tersebut, salah satu fungsinya adalah melakukan konservasi buah lokal Nusantara.
Melalui program itu pula, area pembibitan yang belum terawat disulap menjadi pusat pembibitan yang tertata. Jalinan kerja sama tersebut diresmikan pada Juli 2017. Sedangkan area pembibitan diresmikan April lalu. Di dalamnya ada bangunan sebagai kantor serta sebuah pendapa untuk pelatihan. Ada pula dua unit green house untuk memulai pembibitan. Lalu, dari satu titik menuju titik lain, jalan setapak sudah rapi dengan paving block.

Prediksi Skor Paraguay vs Australia di Piala Dunia 2026: Berebut Tiket 32 Besar Namun Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Turki vs Amerika Serikat di Piala Dunia 2026: The Stars & Stripes Berburu Rekor Sempurna di Fase Grup
Prediksi Skor Mesir vs Iran di Piala Dunia 2026: The Pharaohs Selangkah Lagi ke 32 Besar Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Jepang vs Swedia di Piala Dunia 2026: Samurai Biru Incar Tiket 32 Besar di Laga Penentuan
Prediksi Skor Tanjung Verde vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: Misi Blue Sharks Pulangkan Green Falcons
Prediksi Skor Tunisia vs Belanda di Piala Dunia 2026: Oranje Wajib Menang demi Amankan Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Selandia Baru vs Belgia di Piala Dunia 2026: Pembuktian Romelu Lukaku Belum Habis!
Prediksi Skor Uruguay vs Spanyol di Piala Dunia 2026: La Roja Tak Ingin Tersandung, La Celeste Wajib Menang
Prediksi Skor Curacao vs Pantai di Piala Dunia 2026: Misi Les Éléphants Menang demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Ekuador vs Jerman di Piala Dunia 2026: Der Panzer Kejar Rekor Sempurna di Fase Grup
