
Nenek Karyasih, 64, warga asal Desa Trusmi Kabupaten Cirebon, masih setia menekuni pekerjaannya sebagai pembatik motif khas Cirebon
JawaPos.com - Ketekunan dan dedikasi Karyasih menjaga nilai tradisi warisan leluhur patut diacungi jempol. Di usianya yang sudah menginjak 64 tahun, jari jemarinya masih terlihat lincah memainkan canting di atas kain putih.
Dari tangan kreatifnya, hasil lembaran kain batik indah khas Cirebon berhasil dibuatnya.
Kemahirannya membuat pola batik tak diragukan lagi. Di usianya yang sepuh, Karyasih tak nampak kebingungan membuat coretan berbagai gabungan motif batik khas Cirebonan.
Sejak kecil, setiap harinya, Karyasih sudah bersahabat dengan canting dan malam (lilin batik). Bahkan, sepanjang usianya, ia menggantungkan nasib dari membuat batik.
"Sejak kecil saya belajar membuat batik oleh ibu saya. Ya sampai sekarang saya lakuin, membatik terus," tutur Karyasih, warga Desa Trusmi, Kecamatan Weru Kabupaten Cirebon, Jumat (9/3).
Nenek Karyasih sendiri sudah lupa, berapa motif kain batik tulis yang sudah dihasilkannya. Nenek dua cucu itu mengaku, dalam dalam satu hari ia mampu menyelesaikan hingga lima pola berbeda. Belum termasuk proses rebus kain dan menjemur.
Karyasih berbagi pengetahuan, bahwa motif batik di Cirebon bukan saja Mega Mendung. Malainkan banyak motif yang belum banyak diketahui orang, seperti Ubinan, Trusmian, Keraton, Kanoman, Kasepuhan, Paksi Naga Liman, Keris dan sebagainya.
Karyasih bekerja di salah satu sentra toko batik yang jaraknya tak jauh dari rumahnya. Meskipun punya alat-alat untuk membatik di rumahnya, ia memilih bekerja. Karena dia sadar, untuk memasarkan hasilnya tidak seperti dulu yang langsung menjajakannya di pasar.
Meski upahnya tak sebanding dengan hasil karyanya, bagi Karyasih hal itu patut disyukuri. Menurutnya hal yang terpenting adalah, ia masih terus menjaga kelestarian warisan kearifan lokal yang ada di Cirebon.
"Masih bersyukur, per kain dibayar cuma 20 ribu. Yang penting nenek bisa bekerja dan mengajari anak-anak membatik," pungkasnya.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
