
Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar
Jawapos.com - Kemunculan Arcandra Tahar dalam peta politik Indonesia cukup mengagetkan banyak pihak. Banyak kalangan terkaget-kaget saat Presiden Joko Widodo menunjuknya sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Minetal pada Juli 2016 lalu. Saat itu, Jokowi melakukan perombakan kabinet yang ketiga kalinya. Arcandra menggantikan posisi Menteri ESDM sebelumnya, Sudirman Said.
Uji Sukma Medianti
Perjalanan karir Arcandra yang melesat di negeri sendiri tak semulus perjalanan karirnya di negeri orang. Belum genap sebulan ia menjabat sebagai menteri, pria asal Padang ini harus menelan pil pahit lantaran dituding memiliki kewarganegaraan ganda.
Arcandra memiliki paspor Amerika Serikat. Akhirnya, Jokowi yang memintanya pulang harus mendepak Arcandra dari kursi kabinet pada Agustus 2016. Meskipun turun 'tahta', Jokowi menunjuk Arcandra sebagai Wakil Menteri ESDM mendampingi Ignasius Jonan yang sempat dipecat sebagai Menteri Perhubungan pada reshuffle jilid II.
Dalam sebuah kesempatan Arcandra mengaku kepada wartawan, bahwa menjadi pejabat publik barangkali bukan impian yang ia inginkan sejak kecil.
"Berat," kata dia, Jum'at (23/2) di Kementerian ESDM, Jakarta.
Dia mengaku kesulitan saat harus menahan amarah. Kadang-kadang Arcandra kerap menghadapi pertanyaan-pertanyaan yang sebetulnya sudah diketahui jawabannya. Tetapi ia mengambil sisi positifnya. Dengan begitu, maka ada niat untuk menguji kesabaran.
Namun ada hal lain yang lebih berat, yaitu konsisten. Yakni konsisten untuk mengatakan yang benar itu benar dan yang salah itu salah.
"Yang berat lainnya adalah konsisten. Konsisten mengatakan yang benar (itu) benar. Dan yang salah (itu) salah," tuturnya.
Pria berumur 47 tahun ini mengaku mengidolai Bung Karno dan Bung Hatta. Alasannya adalah walaupun keduanya kerap berbeda pendapat tetapi bisa berdiskusi dan saling mengisi.
Arcandra juga mengaku mengidolai tokoh Buya Hamka. Menurutnya, Hamka adalah sosok yang berani mengatakan kebenaran dan berani pula menanggung risikonya. "Hamka pernah di penjara, tetapi Hamka mau ikut mensholatkan orang yang memenjarakan dia. Jadi dia sangat pemaaf sekali," tuturnya.
Pernah Menolak Beasiswa BJ Habibie
Sebelum melanjutkan kuliah sarjana di Institut Teknologi Bandung (ITB) pada tahun 1989. Arcandra bercerita bahwa dirinya pernah mendaftar beasiswa dari Yayasan BJ Habibie. Saat itu, Arcandra mengikuti rangkaian tes dari awal hingga akhir dan diterima.
Namun, Arcandra tak diizinkan oleh ibunya melanjutkan sekolah ke Amerika Serikat dan akhirnya memilih untuk melanjutkan studi di ITB.
Beberapa tahun kemudian, setelah lulus dari ITB ia berangkat ke Amerika Serikat untuk melanjutkan studi S2 di Texas A&M University.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
