alexametrics

Yang Berburu dan Yang Berjuang Mendapatkan Vaksin

Malah Dapat pas Jadi Wisatawan
18 Juli 2021, 11:58:20 WIB

Vaksinasi bak cahaya di ujung kekacauan akibat persebaran virus SARS-CoV-2 di Indonesia. Namun, tidak semua bisa mendapatkannya dengan mudah. Sebagian besar harus berburu, bahkan berjuang, demi dua dosis suntikan.

NADIRA Diva Vitani adalah ibu muda yang memprioritaskan kesehatan. Karena itulah, coach fitnes yang banyak membagikan tips kebugaran via YouTube tersebut mengincar vaksin sejak kali pertama kabar vaksinasi tersiar. ”Saya coba berbagai cara,” katanya saat berbincang dengan Jawa Pos pada Jumat sore (16/7).

Diva mengaku mulai mencari informasi untuk mendapatkan vaksin awal Maret. Menikah dengan pria Amerika Serikat (AS) yang berprofesi guru, dia ngotot harus mendapatkan vaksin. Sebab, ketika itu pemerintah menjadwalkan tahun ajaran baru pada Juli untuk sekolah tatap muka. Michael Martin, sang suami, berharap bisa mendapatkan vaksin komplet sebelum memasuki tahun ajaran baru. ”Suami saya tidak mau kalau saat mengajar itu masih berisiko terkena Covid-19 atau bisa menyebarkannya ke murid dan lainnya,” ungkap dia.

Maret itu Diva melihat banyak temannya mendapatkan vaksin. Ada yang karena lulusan universitas tertentu atau orang tuanya bekerja di perusahaan tertentu. ”Jadi seperti buat kalangan tertentu saja. Saya dan suami merasa tidak punya celah untuk mendapatkan vaksin,” jelasnya.

Menyerah? Tentu tidak. Diva lantas mencoba aplikasi Peduli Lindungi. Dia mendaftar di sana agar mendapatkan vaksin. Sebelumnya ada teman Diva yang mengaku mendapatkan jatah vaksin dengan mendaftar di situs tersebut. ”Ternyata belum bisa. Masih lama banget jadwal aku untuk mendapatkan vaksin,” ungkapnya.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : idr/c9/hep

Saksikan video menarik berikut ini:



Close Ads