
LAMA BEDIRI: Pengunjung berada di kolam yang ada ikan hiunya. Penangkaran hiu di Karimunjawa ada sejak 1963.
Keganasan ikan hiu, tampaknya, sudah terpatri di alam bawah sadar setiap orang. Tapi, di penangkaran ikan hiu di Pulau Karimunjawa, semua orang bisa berswafoto di antara liukan hiu.
IDA NOR LAYLA, Karimunjawa
BELASAN ikan hiu karang putih dan hiu karang hitam meliuk-liuk. Hewan itu seolah tak menghiraukan keberadaan orang yang turun ke dalam kolam, termasuk wartawan Jawa Pos Radar Semarang Ida Nor Layla, saat berada di kolam penangkaran ikan hiu, Hiu Kencana, Karimunjawa, Kabupaten Jepara, Rabu pagi (9/8).
Hiu-hiu tersebut sengaja datang karena bau amis satu ekor ikan mati yang sengaja diturunkan sang petugas pemelihara ikan ke dalam air kolam itu.
Hiu terbesar di area tersebut, dengan panjang sekitar 1,75 meter dan berat 91 kilogram, turut di antara hiu-hiu yang lain. Hiu tersebut terus berputar mencari sumber bau amis ikan.
’’So exciting. Baru kali ini berada di air bareng beberapa hiu. Ada deg-degannya. Tapi, akhirnya menyenangkan,’’ kata Erwin Kusumawan, salah seorang pengunjung, memanfaatkan momen tersebut untuk difoto.
Dia mengaku tak kapok berada di antara hiu. Padahal, saat ini ada puluhan ekor hiu besar dan kecil yang ditangkarkan di dua kolam yang masing-masing terhubung dengan ukuran 17 x 20 meter tersebut. Sementara itu, kedalaman airnya menyesuaikan pasang surutnya air laut. Pagi itu cuaca normal sehingga kedalaman air di penangkaran ikan hiu hanya sekitar 140 sentimeter. ’’Saya masih ingin lagi ke sini, tapi dengan memegang hiu-hiu tersebut,’’ tutur Erwin.
Dia yakin banget. Kalau dalam kehidupan manusia ada istilah memanusiakan manusia, dengan binatang, khususnya hiu, bisa diperlakukan hal serupa. ’’Saya yakin, kalau kita menghiukan hiu, mereka juga mengerti kalau disayang. Buktinya banyak orang memelihara binatang buas, tapi rukun-rukun saja. Seperti ular, singa, harimau, dan lainnya. Karena mereka diperlakukan dengan sangat baik dan saling mengerti,’’ jelas Erwin.
Semakin beranjak siang, semakin banyak rombongan wisatawan lain yang datang melakukan swafoto dengan hiu. Syaratnya, tangan harus tetap berada di atas air, tidak boleh dimasukkan ke air.
Alasannya, tangan menyerupai bentuk hewan air bintang laut yang selama ini menjadi santapan hiu. ’’Sebenarnya, yang namanya ikan hiu, semua ganas dan menggigit. Makanya, tangan tak boleh ke bawah. Kalau tangan di bawah, seolah-olah umpan,’’ tutur pengelola Hiu Kencana, Agus Hermawan, 38.
Yang terpenting lagi, ucap bapak dua anak asal Lamongan, Jawa Timur, itu, kalau hendak berinteraksi dengan hiu-hiu tersebut, pengunjung harus bersih dari bau amis. Dilarang memegang ikan yang menjadi makanan hiu-hiu tersebut.
’’Dulu ada pengunjung yang habis memegang ikan yang menjadi pakan hiu tak dibersihkan langsung masuk ke dalam kolam. Sama ikan hiu dikira makanannya sehingga langsung digigit,’’ tutur Agus yang sehari-hari menghabiskan waktu di penangkaran hiu.
Kendati begitu, kata Agus, hiu yang ditangkarkan tersebut memang lebih jinak ketimbang hiu yang hidup di alam bebas. Namun, tetap ada peraturan yang harus dipatuhi untuk kewaspadaan.
’’Makanya, banyak tamu yang turun ke dalam kolam dan berfoto, sebetulnya tak apa apa. Yang penting tahu batas dan ada pelindung,’’ jelas Agus.
Dia mengakui penangkaran hiu tersebut memang tidak selalu ramai. Kalau weekend, pengunjung lumayan banyak. Tapi, hari biasa kadang banyak, kadang tak ada sama sekali. Tiap orang yang masuk dikenai tiket seharga Rp 40 ribu, baik terjun ke dalam kolam maupun hanya melihat-lihat.
’’Masuk ke area penangkaran hiu kadang dimasukkan ke dalam paket wisata, kadang tidak. Sehingga jumlah wisatawan kadang banyak, kadang tidak ada,’’ tuturnya.

Prediksi Skor Yordania vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Duel Hidup dan Mati Siapa Lolos dari Grup J
Prediksi Susunan Pemain Timnas Portugal vs Uzbekistan: Ruben Dias Siap Hadapi Tim Bertahan
Viral! Pengakuan BEM FH UBK Usai Temui Gibran, Ngaku Terima Uang hingga Minta Maaf ke Mahasiswa
Penampakan Wajah Wanita yang Menipu Tantri Kotak dkk dengan Kerugian Mencapai Rp 10 Miliar
Prediksi Skor Selandia Baru vs Mesir di Piala Dunia 2026: Mohamed Salah Jadi Tumpuan Libas All Whites
Prediksi Skor Yordania vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Laga Hidup-Mati, Siapa Bertahan dari Jurang Eliminasi?
Prediksi Skor Kolombia vs RD Kongo di Piala Dunia 2026: Daniel Munoz Motor Serangan Los Cafeteros
Prediksi Skor Panama vs Kroasia di Piala Dunia 2026: Misi Berat Luka Modric Berburu Poin Pertama
Prediksi Skor Argentina vs Austria di Piala Dunia 2026: Menantikan Sihir Lionel Messi Hadapi Das Team
Prediksi Skor Prancis vs Irak di Piala Dunia 2026: Kylian Mbappe Siap Mengamuk Kalahkan Singa Mesopotamia
