
Azwar Anas, bersama anak-anak didiknya dari rumah bimbel LSM LAKI Pariaman di Kantor Wali Nagari Lurahampalu, Padangpariaman.
Beban memberikan pendidikan yang optimal kepada anak bangsa tidak hanya dibebankan semata kepada pemerintah. Bahkan keluputan pemerintah dapat diisi oleh masyarakat. Tak jarang pula hasilnya lebih baik. Seperti yang dilakukan para pegiat pendidikan dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Laskar Anti Korupsi (LAKI) Pariaman. Mereka berani memberikan pendidikan gratis dalam bentuk bimbingan belajar (bimbel) kepada penduduk setempat tanpa meminta pamprih apapun.
Aris Prima Gunawan—Padangpariaman
RUMAH bimbel yang dibuka LSM LAKI Pariaman itu terletak di Korong Kampung Tangah, Nagari Lurahampalu, Kecamatan VII Koto Sungaisarik, Kabupaten Padangpariaman.
Lembaga itu telah berdiri sejak 2006 dengan tujuan membantu anak-anak dari keluarga ekonomi lemah mendapatkan pendidikan yang layak. Sasaran mereka pelajar dari usia sekolah dasar (SD), hingga sekolah menengah pertama (SMP).
Saat ini, rumah bimbel LAKI sudah memiliki sebanyak 140 orang murid. Mereka dibagi dalam dua kelompok belajar. Kelompok pertama diisi oleh anak-anak usia kelas I, II, III SD. Sedangkan kelompok kedua untuk anak usia kelas empat SD hingga SMP. Di sini anak-anak tersebut diajarkan Bahasa Inggris, Arab, dan kesadaran hukum.
”Hanya ini yang bisa kami lakukan. Jadi, keberadaan LSM kami dapat dirasakan oleh masyarakat,” kata Ketua LSM LAKI Pariaman, Azwar Anas, kepada Padang Ekspres (Jawa Pos Group), di Desa Sikapak, Pariaman, akhir pekan lalu.
Anas--begitu dia disapa menjelaskan, pihaknya membuat rumah bimbel untuk kelangsungan pendidikan anak-anak warga miskin. Sebab masih banyak anak-anak putus sekolah yang penyebabnya terkendala biaya. ”Warga miskin, masalahnya bukan sekolah gratis saja, namun memang tidak bisa melengkapi kebutuhan sekolah anak-anaknya,” ucapnya.
Untuk itu, imbuh Azwar, pihaknya membuka bimbel untuk anak putus sekolah dengan menggratiskan seluruh biaya, mulai dari buku hingga alat tulis.
”Alhamdulillah, sejauh ini kami tidak mengalami kendala dalam menggerakkan program rumah bimbel gratis ini. Kalau kekurangan tentu ada saja, seperti buku dan kamus. Namun kami akan terus upayakan melengkapinya,” ujarnya.
Kata Azwar, untuk menggerakkan rumah bimbel itu, pihaknya berupaya dengan cara mencari relasi. Baik dalam membantu penyediaan tempat, bahan belajar, hingga honor tenaga pengajar. Khusus tenaga honor, hanya diberi biaya transportasi.
”Untuk ruang belajar, kami memakai kantor wali korong Kampungtangah. Sebab wali korong tidak ingin kami menyewa tempat. Alhamdulillah, kami sangat mengapresiasi dukungan pemerintah nagari dan korong tersebut,” katanya.
Keberadaan rumah bimbel gratis tersebut sangat disambut baik oleh masyarakat. Bahkan banyak warga yang berminat memasukkan anak-anaknya belajar di sana. Namun, pihaknya tidak dapat menerima anak-anak itu secara bebas saja.
”Kelas kami hanya tiga hari seminggu. Sekarang anak didik kami sudah 140 orang. Kalau kami buka secara luas, banyak yang ingin memasukkan anak-anaknya. Kalau terlalu ramai dan tidak tersaring dengan baik, tentu pembelajaran jadi kacau,” ungkapnya.
Azwar juga menjelaskan, pihaknya hanya fokus mengajarkan Bahasa Inggris, Bahasa Arab, dan pendidikan sadar hukum di rumah bimbel itu. Sebab mereka yakin tiga keilmuan itu sudah mampu membentuk karakter seorang anak. ”Kami juga mengajarkan berhitung dan membaca. Namun sifatnya tidak terlalu mendalam. Sebab tenaga pengajarnya tidak tetap untuk tiga bidang yang kami fokuskan,” ujarnya.
Anak-anak yang dinilai sudah matang di rumah bimbel akan diberikan piagam. Kendati demikian, dia meyakini, bahwa modal utama anak didiknya itu adalah ilmu yang telah tertanam dalam pikiran. Terutama soal kesadaran hukum.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
