
HARUMKAN ALMAMATER: Tim Paduan Suara Unair merayakan kemenangan setibanya di Terminal 2 Bandara Juanda Kamis (29/6).
Sesampainya di Austria, mereka melanjutkan latihan di hotel tempat menginap. Kegiatan itu menjadi salah satu tantangan bagi tim paduan suara Unair. Sebab, siang cuaca di Baden bisa mencapai 34 derajat Celsius. Pada malam, suhunya turun drastis mencapai 12 derajat Celsius.
”Tantangannya, kami harus latihan di luar ruangan pada malam hari,” kenangnya. Tentu saja, hal tersebut membuat tim kewalahan. Hawa dingin terus menusuk selama latihan. Belum lagi, mereka ditegur dan diusir tetangga hotel yang terganggu oleh suara mereka.
Beruntung, pihak KBRI Austria mau membantu. Akhirnya, tim berhasil latihan secara penuh di gedung KBRI. ”Dan, itu cuma sekali. Lalu, besoknya kami lomba,” kata Moses.
Perjuangan keras bukan satu-satunya hal berkesan selama mereka mengikuti kompetisi internasional. Hal lainnya adalah Baden merupakan salah satu lokasi Beethoven menciptakan lagu. Karena itu, kota tersebut sangat ramah bagi para musisi seperti anggota tim paduan suara Unair. Sambutan masyarakat pun sangat antusias dan hangat.
Selama perlombaan di Baden, tidak ada konser kebudayaan seperti kompetisi lainnya. Namun, ada kegiatan long night choral music. Seluruh peserta harus mengikuti dan bernyanyi di dalamnya. Kegiatan tersebut di luar lomba paduan suara. Namun, ada penghargaan untuk penampilan favorit berdasar pilihan penonton.
Dalam kesempatan itu, tim PSUA membawakan lagu Cingcangkeling, Tanah Airku Indonesia, dan Ondel-Ondel. Meski tidak tahu bahasanya, para penonton tampak terhibur dengan penampilan mereka. Salah satunya disebabkan tim itu menyanyi sambil menari. Alhasil, mereka berhasil merebut hati penonton dan memenangkan kategori penampilan favorit.
Paginya, ada kegiatan yang sama di sebuah plaza terbuka di dekat lokasi lomba. Di sana, penonton dari penjuru Austria datang menyaksikan penampilan para peserta. Dalam kesempatan itu, tim PSUA menyanyikan lagu Yamko Rambe Yamko dan Rayuan Pulau Kelapa.
Tidak hanya itu, suasana Ramadan di KBRI juga semakin meriah dengan kedatangan anggota tim PSUA. Mereka diberi tempat untuk tampil dalam kegiatan tersebut. Tak menyia-nyiakan kesempatan, mereka membawakan lagu Tanah Airku Indonesia. ”Akhirnya, jadi seperti konser kebudayaan di KBRI,” celetuknya.
Semua hal tersebut tak akan bisa diraih jika tanpa kerja keras dan tanggung jawab dari masing-masing anggota tim. Moses menuturkan, setiap anggota sudah berkomitmen dengan diri sendiri. Mereka harus mandiri. Ketika ada yang tidak beres dengan suaranya, mereka akan melakukan segala cara agar bisa kembali normal.
Kencur jadi makanan sehari-hari bagi para anggota PSUA. Begitu pula ramuan teh Lo Han Kuo. Mereka juga puasa es krim dan gorengan sebelum perlombaan. Latihan suara dan pernapasan dilakukan sendiri sebelum berkumpul dengan tim.
Marcellino Rudyanto PhD, pembina UKM PSUA yang turut mendampingi anggota saat berlaga di Austria, menyampaikan apresiasinya kepada tim. Dia mengungkapkan, tim yang terbentuk untuk kompetisi itu merupakan anggota-anggota baru. ”Ini regenerasi terbanyak dalam sejarah kompetisi yang diikuti PSUA,” terangnya.
Tak hanya itu, perlombaan kali ini juga cukup berbeda dengan tidak diperbolehkannya peserta menyanyikan lagu daerah. Padahal, di situlah kekuatan tim PSUA selama ini. Namun, mereka berhasil menunjukkan bahwa mereka juga bisa tetap bersinar dengan lagu-lagu klasik. ”Hanya ada satu kategori dalam kompetisi ini dan mereka berhasil menjadi juara. Hebat,” ujarnya. (*/c6/dos)

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
