
KREATIF: Khoirudin alias Ki Kondo Brodianto menunjukkan karya miniatur wayang krucil di rumahnya di Desa Bulupasar.
Berawal dari pesanan suvenir Disbudpar Kabupaten Kediri, miniatur wayang krucil karya Khoirudin terus berkembang. Pemkab Mojokerto pun memesannya. Tak hanya dipamerkan di Pekan Budaya, krucil mini bersosok Panji itu melanglang buana ke mancanegara.
MOH. FIKRI ZULFIKAR, Kediri
SERBUK kayu bertaburan di sekitar rumahnya di Desa Bulupasar, Kecamatan Pagu. Rabu siang (21/6) itu pria yang juga dalang wayang krucil tersebut sibuk mengukir kayu. Terlihat papan kayu yang mulai membentuk beberapa pola yang menyerupai tokoh-tokoh wayang.
Karyanya itu bukanlah wayang yang akan digunakan dalam pergelaran pentas, melainkan untuk suvenir karena bentuknya lebih kecil. Sang perajin miniatur wayang krucil tersebut adalah Khoirudin atau yang biasa dikenal dengan nama panggung Ki Kondo Brodianto.
Miniatur wayang karya dalang yang biasa dipanggil Brodin itu selalu bertemakan kisah Panji asli Kediri. Di ruang depan rumahnya, terlihat beberapa karyanya berupa miniatur wayang dengan tokoh Pangeran Gunung Sari, Panji Asmara Bangun, hingga Dewi Sekartaji.
Tak heran, suvenir unik tersebut memang cocok untuk oleh-oleh khas Kediri. ”Saya ambil karakter miniatur wayang cerita Panji asli Kediri. Jadi, identik dengan daerah di sini,” ungkapnya.
Usaha pembuatan miniatur wayang krucil yang cocok untuk hiasan tersebut dimulai Brodin sekitar tiga tahun yang lalu. Saat itu dia dimintai bantuan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Kediri untuk membuat miniatur wayang krucil.
Pembuatan miniatur tersebut awalnya merupakan hal yang baru baginya. Sebab, dari awal, Brodin hanya membuat wayang krucil dalam bentuk kayu. ”Saat itu pesanan disbudpar atas perintah bupati. Sebab, beliau hendak melakukan kunjungan ke NTB (Nusa Tenggara Barat, Red),” terangnya.
Karena tertarik, Brodin kemudian membuatkan miniatur wayang yang nanti ditujukan untuk suvenir. Ternyata benar, saat bupati berkunjung ke NTB, karya pertamanya tersebut diberikan untuk kenang-kenangan khas Kabupaten Kediri.
Sejak itu, pesanan suvenir miniatur wayang krucil Panji tersebut terus berkembang. ”Setelah pesanan bupati, saya mendapat pesanan lagi untuk kenang-kenangan tamu luar kabupaten ketika ada event Pekan Budaya 2014,” ujar seniman berumur 37 tahun tersebut.
Pesanan dari disbudpar pun berlangsung hingga Pekan Budaya 2016. Temanya tetap mengambil kisah Panji Balik Kampung. Pesanan itu dibuatnya setiap pekan budaya tiga tahun ini.
Setiap event, Brodin mendapatkan pesanan hingga 60 suvenir. Untuk pekan budaya 2017 –yang diadakan tepat pada Juli akhir ini, dia mendapatkan 60 pesanan lagi. ”Hari-hari ini saya lagi membuat miniatur wayang krucil untuk pekan budaya,” ungkap bapak dua anak tersebut.
Karya Brodin juga mudah ditemukan saat ada event pameran produk kerajinan dari usaha kecil dan menengah (UKM) yang diselenggarakan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Kediri. Di beberapa pameran, dia selalu diundang. Bahkan hingga pameran UMKM di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta. ”Ya, selain dipamerkan, kami jual sebagai suvenir,” ungkapnya.
Bukan hanya itu, karena namanya sudah dikenal antardinas, Brodin juga mendapatkan pesanan dari Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Mojokerto. Mereka memesan lewat Disbudpar Kabupaten Kediri. Dari pemesanan tersebut, dia mengirim 60 miniatur wayang krucil ke sana.
Karena kualitas dan desain karyanya berkualitas, miniatur wayang krucilnya pernah mewakili Disbudpar Provinsi Jawa Timur untuk dipamerkan dan dijual ke Swiss. Itu berlangsung sekitar dua tahun yang lalu. ”Walau pembuatnya tidak pernah ke sana, tapi alhamdulillah karya saya sudah dibawa sampai ke sana,” katanya.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
15 Pecel Paling Enak di Surabaya, Cita Rasa Sambal Kacang yang Autentik dan Ragam Lauk Tradisional yang Menggoda Selera
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Wisata Terbaik Dekat Stasiun Pasuruan, Buat Liburan Tak Perlu Jauh Tapi Tetap Seru
12 Tempat Kuliner Soto yang Jadi Favorit di Malang, Soal Rasa Jangan Ditanya Pasti Enak!
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
