Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 4 Juni 2017 | 02.05 WIB

Gerakan Pelajar Subuh Berjamaah (GPSB) Ajak Pemuda Ramaikan Masjid

SALAT SUBUH: Para pemuda menyemarakan masjid saat subuh. - Image

SALAT SUBUH: Para pemuda menyemarakan masjid saat subuh.


Berapa banyak anak muda yang rajin salat Subuh ke masjid? Mungkin tidak sebanyak jamaah paro baya. Nah, sekumpulan pelajar ini tergerak untuk meramaikan masjid kala subuh dengan anak-anak seusia mereka.



DEBORA DANISA SITANGGANG, Surabaya




BERANGKAT salat Subuh berjamaah merupakan tantangan tersendiri bagi sebagian orang. Terutama anak muda. Beberapa sudah merasa cukup dengan salat Subuh secara pribadi. Betul. Namun, alangkah indahnya apabila masjid pun ramai dikunjungi jamaah sebelum fajar menyingsing. Sama seperti suasana masjid ketika salat Jumat.



Itulah kerinduan sejumlah pelajar dari SMA Muhammadiyah 10 Surabaya. Berdasar pengamatan mereka, antusiasme jamaah untuk salat Subuh di masjid belum begitu besar. Terutama untuk anak-anak seusia mereka. ’’Rata-rata yang ikut salat Subuh berjamaah hanya orang tua-tua,’’ ujar Azmi Izuddin, siswa kelas XI IPA 1.



Namun, tidak punya teman sebaya untuk salat berjamaah ke masjid tidak membuat Azmi malas. Azmi dan kawan-kawannya di Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) SMAM 10 malah berinisiatif membuat program kerja baru. Yaitu, mengajak para pelajar untuk mau salat Subuh berjamaah di masjid.



Azmi bercerita, awalnya kegiatan itu sebatas program sekolah. Namun, manfaatnya yang begitu besar membuat mereka berani mendeklarasikan kegiatan tersebut jadi sebuah gerakan. Namanya Gerakan Pelajar Subuh Berjamaah (GPSB). Azmi dipercaya sebagai ketuanya.



Kali pertama mengadakan GPSB, Azmi dan kawan-kawannya di IPM hanya mengajak sesama siswa di SMAM 10. ’’Ya, awalnya ngajak teman-teman yang dekat saja. Yang sudah akrab,’’ tutur salah seorang anggota GPSB, Affan Nur.



Nah, dari situlah ajakan mereka menular dari satu teman ke teman lainnya. ’’Akhirnya ada juga yang ikut dari sekolah-sekolah lain,’’ lanjutnya. Kebanyakan memang siswa-siswi dari sekolah Muhammadiyah, mulai SMP, SMA, hingga SMK.



Hingga Ramadan ini, sembilan masjid sudah disambangi anak-anak GPSB. Masjid pertama mereka adalah Masjid At Dawah di Simokerto. Namun, mereka baru benar-benar resmi mendeklarasikan gerakan tersebut di masjid keempat, yakni Masjid Muhammad Cheng Ho. ’’Masjid Cheng Ho bersejarah dan merupakan simbol multikultural,’’ jelas Azmi.



Nah, di masjid berarsitektur Tiongkok itu, GPSB memecahkan rekor mereka sendiri. Mereka berhasil mengumpulkan kawan puluhan orang. Bahkan total 200 orang hadir dalam salat Subuh berjamaah tersebut.



Masjid yang mereka sambangi sebetulnya acak. Bergantung masjid mana yang sudah diajak berkomunikasi. Misalnya, untuk Masjid At Dawah Karang Pilang. Mereka bekerja sama dengan SMA Muhammadiyah 4 yang memang berlokasi di Karang Pilang.



Namun, sekarang mereka memang lebih banyak berjamaah di masjid yang besar, tetapi sepi. ’’Karena melihatnya sayang. Masjidnya besar, tapi yang salat sedikit,’’ tutur Azmi.



GPSB tidak cuma mengajak pelajar untuk subuhan bareng. Tetapi juga memberikan suntikan semangat bagi takmir masjid dan warga sekitar untuk meramaikan masjid di lingkungan mereka.



’’Kami membangun kerja sama dan komunikasi dengan takmir masjid itu supaya tidak hanya waktu kami datang masjidnya ramai,’’ jelas anggota yang lain, Prastata Ta'syah.



Memang, untuk satu masjid, GPSB hanya bertandang sekali. Selanjutnya menjadi tanggung jawab warga sekitar yang memiliki kesadaran untuk rutin salat Subuh berjamaah.

Editor: Miftakhul F.S
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore