
Ilustrasi
JawaPos.com - Program Kartu Indonesia Anak (KIA) atau KTP Anak terus digenjot oleh pemerintah pusat. Bukan hanya di sejumlah kota, rencananya, program yang digagas sejak tahun 2016 lalu itu mulai berlaku secara nasional pada tahun 2019 mendatang.
Dirjen Kependudukan dan Catatan Sipil Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Zudan Arif Fakhrullah mengatakan, dengan terget tesebut, maka percepatan akan dimulai pada tahun 2018 dan 2019 mendatang. Pasalnya, hingga tahun ini, program baru berlaku di sebagian daerah.
Nah, untuk mendukung program tersebut, Zudan berharap aktifnya peran serta orang tua dalam mengurus KIA. Berbeda dengan orang tua yang sudah memiliki kesadaran, anak-anak harus didorong orang tuanya.
“Makanya, ibu yang baru melahirkan anaknya, ada dua tugas, yakni mendaftarkan untuk kepemilikan akta lahir dan KIA. Dengan begitu, anak tersebut sudah dianggap legal sebagai WNI," ujarnya, Jumat (19/5).
Zudan menjelaskan, bertahapnya pemberlakuan KTP anak sampai 2019 disebabkan terbatasnya anggaran yang ada. Menurutnya, ada sekitar 79 juta anak di Indonesia.
Terkait formatnya, daerah-daerah yang menyusul juga akan mengikuti daerah sebelumnya. Hal itu, sebagaimana diatur dalam Peraturan
Menteri Dalam Negeri (Permendagri) No 2 Tahun 2016 tentang Kartu Identitas Anak.
Untuk KTP anak, pemerintah menyiapkan dua jenis kartu. Pertama untuk anak usia 0 sampai 5 tahun, dan kedua untuk usia 5-17 tahun.
Sementara dari segi konten, ada beberapa informasi yang tertera. Selain nomor induk kependudukan, juga disertakan identitas lainnya seperti nama orang tua, alamat, dan foto. Namun berbeda dengan KTP dewasa, KTP anak tidak menyertakan chip elektronik.
Seperti diketahui, di tahun pertama program tersebut dilakukan 2016 lalu, pemerintah hanya memberlakukan di 50 daerah saja. Di antaranya Malang, Jogja, Pangkalpinang, dan Makassar. Sementara di tahun 2017, jangkauannya bertambah hingga 108 daerah.(far/jpk)

Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
Prediksi Skor PSMS Medan vs Port FC Piala Presiden 2026: Debut Bruno Moreira Usai Tinggalkan Persebaya Surabaya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kronologi Tewasnya Satpam Jatiluhur Purwakarta: Rekam Vandalisme hingga Tewas Terborgol
Prediksi Susunan Pemain PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Port Lions Masih Terlalu Digdaya!
Profil Fajar Listyantara, Legenda PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta yang Meninggal Dunia Akibat Gagal Ginjal
5 Bintang Sepak Bola yang Alami Kenaikan Nilai Pasar setelah Piala Dunia FIFA 2026
Prediksi PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Ujian Berat Ayam Kinantan Hadapi Sang Juara Bertahan
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Momentum Green Force Unjuk Gigi
