Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 10 Mei 2017 | 21.42 WIB

Kisah Irfan ”Fanbul” Prabowo, dari Tukang Tawuran ke Sosok Inspiratif

MAKIN MATANG: Irfan ”Fanbul” Prabowo ingin terus menyebarkan virus inspiratif di kalangan anak-anak muda Indonesia. - Image

MAKIN MATANG: Irfan ”Fanbul” Prabowo ingin terus menyebarkan virus inspiratif di kalangan anak-anak muda Indonesia.


Siapa bilang lulusan sekolah kejar paket C tidak bisa sukses? Itulah yang ditunjukkan Irfan ”Fanbul” Prabowo, mantan tukang tawuran, tiga kali drop out sekolah, tapi kemudian berinkarnasi menjadi sosok inspiratif.





LATIF HENDRA, Jakarta





TIDAK pernah terbayangkan di benak Irfan Prabowo bahwa dirinya bisa menjadi seperti saat ini. Menjadi aktivis sosial, mengikuti banyak komunitas, serta menjadi inisiator Saung Mimpi, komunitas yang berfokus pada kegiatan pendidikan berbasis minat dan bakat.



Bak sulapan, Fanbul –kependekan Irfan Gembul, panggilan akrabnya– yang dulu supernakal bisa berubah menjadi sosok pemuda yang bermanfaat. Bahkan, berkat aktivitas sosialnya, Fanbul kini sering diminta untuk memberi inspirasi generasi muda di berbagai negara.



”Jalan hidup saya memang penuh liku,” ujar Fanbul ketika disambangi di kantor konsultan komunikasi yang sedang dirintisnya di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan, Minggu (7/5).



Mendengar kisah masa lalu pemuda 25 tahun itu, barangkali sebagian orang sulit percaya. Tak ada yang menyangka bahwa Fanbul, yang saat masih duduk di bangku sekolah terkenal sebagai tukang bikin onar, bolos, dan tawuran, sekarang menjadi anak manis. Penampilan yang dulu amburadul kini menjadi rapi, wangi, dan tertib.



Sambil tersenyum, Fanbul mengenang kisahnya 12 tahun silam. Saat itu dia merasa paling jagoan di sekolah. Apalagi dengan tubuh bongsor dan gembul. Hampir tidak ada yang berani macam-macam dengan dia. ”Pokoknya, di sekolah tidak ada yang berani dengan saya,” tuturnya.



Berkali-kali Fanbul bersama gengnya membuat onar di jalanan. Ujung-ujungnya tawuran dengan murid sekolah lain. Kondisi itu membuat pihak sekolah kehilangan kesabaran. Fanbul pun dikeluarkan dari sekolah. Sedikitnya tiga kali dia terpaksa pindah sekolah.



Semula, Fanbul tercatat sebagai siswa di SMPN 41 Jakarta. Begitu sekolah tak mampu membinanya lagi, dia dikeluarkan, lalu pindah ke SMPN 131 Jakarta. Tapi, setali tiga uang, karakter rebel yang sudah melekat di jiwanya membuat Fanbul kembali bikin ulah. Tak terhitung berapa kali dia terlibat ”perang jalanan” dengan siswa sekolah lain. Karena itu pula, dia kemudian di-DO untuk kali kedua.



’’Saya dulu nggak tahan sama yang namanya rutinitas. Apalagi teman sepermainan saya juga bandel-bandel. Jadi, pas lihat anak yang baik-baik, rasanya mau mukulin aja,’’ urainya, lantas terbahak.



Seperti mencari identitas diri, Fanbul mencoba untuk masuk ke salah satu sekolah kejar paket B di Jakarta. Di sana dia berteman dengan sopir angkot, pengamen, dan pemulung. Dia menjadi peserta termuda saat itu.



’’Di sekolah seperti itu, saya justru menemukan kenyamanan dalam belajar. Soalnya, jam belajarnya fleksibel dan atmosfernya menyenangkan. Teman-teman yang sudah tua-tua itu juga lebih nyambung kalau diajak ngobrol,’’ kenang dia.



Lulus mengantongi ijazah kejar paket B, Fanbul mencoba kembali masuk ke sekolah formal. Namun, karena punya track record yang buruk, dia hanya bisa masuk ke SMA yang bukan unggulan. Parahnya, di sekolah itu, kenakalan Fanbul makin menjadi-jadi.



Sehari-hari Fanbul menghabiskan waktu dengan bermain gameonline dan nongkrong bersama teman-temannya. Tak jarang ’’penyakit’’ tawurannya kumat. Akibatnya, lagi-lagi dia dikeluarkan dari sekolah untuk kali ketiga. Tapi, Fanbul malah senang. Sebab, dia jadi leluasa bermain game online sepuasnya.



’’Dari main game itu, saya pernah dapat uang Rp 30 juta sebulan,’’ kata pria berkacamata tersebut.

Editor: Suryo Eko Prasetyo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore