
GIGIH: Yuyun Kartika Sari berlatih mengangkat beban 40 kilogram di bawah arahan Elzar Eka pada Sabtu (29/4) di Armada Gym.
Yuyun Kartika Sari masih muda. Namun, dia sudah menjadi atlet andalan di Kota Delta. Berbeda dengan pilihan anak muda pada umumnya, Yuyun justru menjadikan angkat berat sebagai pilihan.
HASTI EDI SUDRAJAT
BELASAN orang tampak asyik berolahraga Sabtu (29/4) di Armada Gym. Masing-masing fokus dengan peralatan kebugaran yang dipilih. Mulai mengangkat barbel sampai berlari di atas treadmill. Bukan hanya kaum adam yang sedang mengolah badan. Beberapa perempuan juga terlihat hilir mudik di tempat fitness di Kompleks Ruko Permata, Tanggulangin, tersebut.
Di antara sekian orang itu, ada seorang anak perempuan yang sedang serius berlatih. Dia adalah Yuyun Kartika Sari. Dengan arahan pelatihnya, bocah itu berusaha mengangkat barbel yang tergeletak di atas matras. Bebannya terbilang lumayan berat, 40 kilogram!
Berlatih angkat berat memang sudah menjadi keseharian dara kelahiran 21 April 2003 tersebut. Maklum, Yuyun adalah satu-satunya lifter (atlet angkat berat) perempuan yang kini dimiliki Sidoarjo. Dia menjadi ujung tombak untuk bisa meraih prestasi. ”Mulai latihan angkat berat tahun lalu,” ucap Yuyun kepada Jawa Pos.
Yuyun mengungkapkan, perkenalannya dengan dunia angkat berat berawal dari ajakan tetangganya. Siapa dia? Namanya Elzar Eka, atlet angkat berat andalan Jawa Timur di Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX Jabar. ”Dari kecil sudah suka olahraga. Ingin seperti kakak yang jago karate,” ungkap bungsu di antara dua bersaudara itu.
Namun, keinginannya menjadi karateka tidak berjalan mulus. Yuyun merasa tidak berbakat menekuni olahraga beladiri. Karena itu, dia tidak menolak ajakan tetanggnya untuk mulai berlatih angkat berat. Apalagi, yang terlintas di pikirannya, aturan menjadi seorang juara angkat berat cukup simpel. Yakni, cukup mengangkat barbel sekuatnya. ”Fokus ketika mengangkat beban menjadi kunci utama,” katanya.
Yuyun lantas berlatih angkat berat untuk kali pertama di Armada Gym. Menurut dia, menekuni olahraga itu memberikan kepuasan tersendiri. Yuyun merasa sangat terpuaskan setelah berhasil mengangkat beban yang dihadapinya. ”Menyenangkan. Langsung plong rasanya,” terangnya.
Siswa SMPN 3 Candi tersebut mengawali latihan dengan mengangkat barbel yang tidak terlalu berat. Nah, seiring berjalannya waktu, beban bakal bertambah sesuai program latihan. ”Mulanya 20 kilogram. Lalu, naik menjadi 40 kilogram,” jelasnya.
Sekitar sebulan setelah berlatih, Yuyun sudah bisa mengangkat beban 100 kilogram. Itu menjadikan dia sebagai pilihan Persatuan Angkat Besi, Berat, dan Binaraga Seluruh Indonesia (PABBSI) Sidoarjo untuk ikut turun di kejuaraan daerah (kejurda). ”Baru dua bulan latihan, diminta untuk ikut,” ucapnya.
Di kejuaraan yang berlangsung pada Desember tahun lalu itu, dia menjadi satu-satunya lifter perempuan yang diturunkan Kota Delta. Yuyun harus bersaing dengan lifter se-Jatim yang sudah kenyang pengalaman bertanding di kelas +75 kilogram. Padahal, dia adalah peserta lomba yang paling belia. ”Dapat urutan keempat. Musuhnya sudah besar-besar,” terangnya, lantas tersenyum.
Meski belum bisa merebut juara, duduk di peringkat keempat sudah memberikan optimisme tersendiri bagi Kota Delta. Maklum, Yuyun saat itu bertanding dengan persiapan yang pas-pasan. Berbeda dengan atlet lain yang sudah berlatih secara berkala. Bahkan, beberapa daerah sengaja menyiapkan atletnya dengan training center (TC).
Yuyun mengungkapkan, kendala yang dihadapi saat itu adalah cara mengatur napas yang benar. Dia mengutarakan, mengangkat beban berat dalam hitungan menit membutuhkan fokus tinggi. ”Waktunya dua sampai tiga menit, bergantung tahapan yang dijalani. Semakin lama, semakin tidak kuat,” paparnya.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
