
PIONER: Gita Sjahrir, pendiri Ride, menjadi trainer indoor cycling pertama di Indonesia dengan sertifikasi Schwinn.
Beberapa tahun belakangan, gaya hidup sehat berkembang pesat. Lewat Ride Jakarta, Gita Sjahrir menghadirkan pengalaman indoor cycling yang menyenangkan. Super fun yet so healthy.
---
Bersepeda di dalam studio dengan ambience seperti di kelab, lighting warna-warni bak lantai dansa, diiringi musik yang menambah semangat dan dipandu trainer bersertifikat. Sudah terbayang serunya seperti apa? Gita Sjahrir, sang founder sekaligus chief trainer Ride Jakarta, membawa konsep itu dari pengalamannya ketika bekerja di New York, AS. Perempuan kelahiran Boston, 5 Oktober 1981, tersebut biasa melakukan indoor cycling sebagai salah satu cara melepas stres dari rutinitas pekerjaan.
Ketika pulang ke Jakarta pada awal 2014, putri ekonom (alm) Dr Sjahrir dan mantan duta besar Argentina, Uruguay, dan Paraguay Nurmala Kartini Panjaitan itu merasa rindu pada olahraga bersepeda di dalam ruangan itu. Tidak hanya merindukan manfaatnya yang membuat tubuh lebih bugar dan membakar kalori, tetapi juga komunitas dan perasaan happy yang dia dapat. ”Nggak terasa seperti berolahraga, lebih kayak partying, clubbing, having fun,” kata Gita yang 20 tahun tinggal di AS.
Tidak menemukan opsi latihan yang mendatangkan perasaan happy sebesar itu, perempuan bernama lengkap Gita Rusminda Sjahrir tersebut terpikir untuk membuatnya. Apalagi momennya pas. Dunia fitness sedang berkembang. Gita mengambil sertifikasi trainer di New York. Ride Jakarta mulai beroperasi 1 April 2015 di Bengkel Fairgrounds, SCBD, Jakarta.
Olahraga bersepeda relatif aman dan ramah untuk persendian. Untuk yang sebelumnya punya cedera lutut, cycling kerap dijadikan latihan dalam proses rehabilitasi selain berenang. Meski tentu saja, semua harus melalui persetujuan dokter.
Satu sesi Ride berdurasi 45 menit. Sepeda yang digunakan disesuaikan dengan level kemampuan setiap orang. Manfaatnya, daya tahan tubuh lebih kuat, melatih otot tubuh, terutama otot kaki dan otot inti, serta membentuk tubuh lebih toned dan ramping. ”Tapi, karena diiringi musik yang seru, lebih terasa fun daripada seperti disiksa,” kata trainer indoor cycling pertama di Indonesia dengan sertifikasi Schwinn tersebut, lalu tertawa kecil.
Gita memulainya dengan General Manager Adhitya Lesmana. Empat bulan awal, Gita menjadi satu-satunya trainer. Dia mengajar 10–12 kelas per minggu. Saat ini sudah ada tujuh instruktur yang semuanya dilatih langsung oleh Gita. Gita menjamin, setiap kelas pasti berbeda, baik dari interval, gerakan, maupun lagu. ”Kadang ada tema seperti Hiphop ride, Kanye West ride, atau randomly lagu-lagu alternatif, by mood di hari itu,” urai Gita sambil menyebut bahwa aktivitas kelasnya bisa ditengok di akun Instagram @ridejakarta.
Banyak Riders (sebutan murid Ride) yang ketika datang kali pertama bertujuan ingin menurunkan berat badan, ingin tubuh langsing. Tapi, setelah sering berlatih, sekarang mereka berolahraga karena suka. ”That’s nice. Artinya, mindset-nya sudah berubah,” ujar peraih MBA dari Wharton School of the University of Pennsylvania, AS, itu.
Menurut Gita, ketika berolahraga hanya untuk kurus, motivasi itu memiliki batas. Suatu hari saat sudah mencapai target, mereka bisa berhenti. Juga, jangan memikirkan berapa kalori yang terbuang dengan berolahraga. ”Don’t ever do that. Karena bakal stressful,” pesannya. ”Ketika sudah terbiasa dan tidak lagi menghitung jumlah kalori yang terbakar, melainkan menyukai perasaan happy setelah berolahraga, itu akan susah untuk stop,” lanjut Gita yang juga menekuni krav maga, boxing, dan menari.
Menginjak usia 36 pada tahun ini, Gita ingin semakin rileks menjalani hidup. Dia punya fitness goal, tapi lebih pada pencapaian aktivitas fisik. Misalnya, ingin mengolah otot tubuh bagian atas, ingin naik level krav maga, dan makin bagus dalam boxing. ”Rutin cycling membantu endurance jadi lebih kuat. Paling terasa saat sparring boxing,” ujarnya.
Setelah hampir dua tahun, Gita tengah menyiapkan studio kedua di Plaza Indonesia yang bakal dibuka tidak lama lagi. ”Hopefully, setelah itu, disusul banyak lokasi selanjutnya,” kata Gita. Makin banyak studio di beberapa lokasi berbeda agar makin mudah dijangkau. (nor/c6/ayi)

104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
8 Spot Kuliner di Kota Tua Surabaya, Makan Enak dengan Suasana Vintage dan Pemandangan yang Memanjakan Mata!
Mariano Peralta Merapat ke Persija Jakarta? Manajer Borneo FC Langsung Buka Suara
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
