
TAK BERDAYA: Yuni kesakitan di tempat tidur. Dia berharap bisa sekolah kembali.
Berawal jatuh dari tangga sekolah, lutut Sri Wahyunia membengkak. Kondisi tersebut membuat remaja 15 tahun itu tak bisa berjalan. Ternyata, dokter mendiagnosis dia menderita kanker tulang stadium empat.
ARIF ADI WIJAYA
KESEHARIAN Sri Wahyunia hanya berbaring di tempat tidur. Jangankan bangun, untuk bergerak saja, kaki kirinya yang membengkak terasa sangat sakit. Terlihat ada benjolan kemerah-merahan pada lututnya. Hiburannya hanya televisi, sumbangan dari salah satu lembaga sosial.
Yuni, sapaan akrab Sri Wahyunia, indekos bersama orang tuanya, Misrianti dan Irfan Afandi. Mereka tidak tidur sekamar dengan Yuni. ”Takut nyenggol kakinya, jadi tidur di kamar sebelah sini,” kata Misrianti, lantas menunjuk kamar sebelah tempat dirinya dan suami tinggal.
Kejadian tersebut berlangsung pada September lalu. Siswi kelas IX MTs Nurul Islam Pongangan itu terpeleset ketika berlari. Lututnya cedera. Misrianti mengira sakit pada lutut Yuni hanya keseleo. Perempuan 35 tahun itu sempat menawarkan putrinya untuk dipijat. Namun, Yuni menolak. ”Nanti sembuh sendiri,” ucapnya menirukan Yuni.
Kejanggalan mulai terlihat. Lututnya makin lama makin membengkak. Kaki kirinya sulit digerakkan. Disentuh pun tidak bisa. Rasa nyeri akan muncul. Kondisi itu membuat Yuni tidak bisa banyak bergerak. Hanya bisa duduk, lalu kembali tidur. Untuk mandi, gadis kelahiran 3 November 2001 tersebut harus diseka meski ada kamar mandi di dalam ruangan.
Misrianti dan Irfan bingung harus ke mana. Ekonomi perantauan asal Makassar itu tergolong kurang mampu. Tidak ada biaya untuk berobat. Irfan berprofesi tukang becak. Sementara itu, Misrianti bekerja sambilan menjadi penjahit karung kalau ada pesanan.
Muhammad Abdul Fajri, anak ketiga pasangan tersebut, ikut membantu mencari nafkah. Meski masih duduk di bangku SD, bocah 12 tahun yang juga adik Yuni itu tidak malu berjualan gorengan. Sepulang sekolah, Fajri berkeliling di daerah Tlogodendo. Hingga pukul 19.00, Fajri baru pulang ke rumah kos.
Akhirnya, ada donatur yang mengetahui kondisi keluarga Yuni. Donatur tersebut membawa Yuni berobat ke RSUD Ibnu Sina pada 25 Januari lalu. Dokter memvonis Yuni menderita kanker tulang stadium 4.
Dengan vonis itu, Misrianti tidak kuasa melihat kondisi Yuni. Jalan satu-satunya hanya diamputasi. Meski dokter berpesan agar Yuni tidak diberi tahu tentang kondisinya, Misrianti tetap menyampaikannya. ”Dijalani saja. Mungkin ini cobaan dari Yang Kuasa,” katanya.
Dia tidak tega jika kaki putrinya diamputasi. Namun, cara tersebut harus ditempuh agar kanker yang diderita tidak metastase (menyebar) ke organ lain. ”Sempat ditawari (donatur, Red) ke Karamenjangan (RSUD dr Soetomo). Yuni menolak keras,” terangnya. ”Dia selalu menangis,” imbuhnya.
Untuk sementara, Yuni mengonsumsi obat herbal. Obat tersebut diharapkan bisa mengurangi nyeri yang diderita. ”Tidak mau ke rumah sakit. Tidak mau diamputasi. Pakai herbal saja,” tutur Yuni.
Dia selalu kangen dengan suasana sekolah. Mulai teman-teman yang ramah, guru yang menyenangkan, hingga kegiatan belajar-mengajar yang asyik. Apalagi, dia menjalani ujian nasional pada Mei mendatang. Yuni masih menyempatkan belajar di kos. Di sebelah bantal, ada tumpukan buku lembar kerja siswa (LKS). Setelah menonton televisi, dia membaca buku pelajaran. ”Pengin ikut ujian (unas),” ungkapnya.
Misrianti berharap ada keajaiban untuk Yuni. Dengan demikian, dia bisa kembali bersekolah dan belajar bersama temannya. ”Didoakan saja yang terbaik buat Yuni,” tuturnya. (*/c16/ai/sep/JPG)

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
Hasil Play-off Liga 2: Adhyaksa FC Bungkam Persipura Jayapura 0-1 di Babak Pertama!
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
