Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 20 Februari 2017 | 02.48 WIB

Perjuangan Yuni Melawan Kanker Tulang pada Kaki Kirinya

TAK BERDAYA: Yuni kesakitan di tempat tidur. Dia berharap bisa sekolah kembali. - Image

TAK BERDAYA: Yuni kesakitan di tempat tidur. Dia berharap bisa sekolah kembali.

Berawal jatuh dari tangga sekolah, lutut Sri Wahyunia membengkak. Kondisi tersebut membuat remaja 15 tahun itu tak bisa berjalan. Ternyata, dokter mendiagnosis dia menderita kanker tulang stadium empat.



ARIF ADI WIJAYA



KESEHARIAN Sri Wahyunia hanya berbaring di tempat tidur. Jangankan bangun, untuk bergerak saja, kaki kirinya yang membengkak terasa sangat sakit. Terlihat ada benjolan kemerah-merahan pada lututnya. Hiburannya hanya televisi, sumbangan dari salah satu lembaga sosial.


Yuni, sapaan akrab Sri Wahyunia, indekos bersama orang tuanya, Misrianti dan Irfan Afandi. Mereka tidak tidur sekamar dengan Yuni. ”Takut nyenggol kakinya, jadi tidur di kamar sebelah sini,” kata Misrianti, lantas menunjuk kamar sebelah tempat dirinya dan suami tinggal.


Kejadian tersebut berlangsung pada September lalu. Siswi kelas IX MTs Nurul Islam Pongangan itu terpeleset ketika berlari. Lututnya cedera. Misrianti mengira sakit pada lutut Yuni hanya keseleo. Perempuan 35 tahun itu sempat menawarkan putrinya untuk dipijat. Namun, Yuni menolak. ”Nanti sembuh sendiri,” ucapnya menirukan Yuni.


Kejanggalan mulai terlihat. Lututnya makin lama makin membengkak. Kaki kirinya sulit digerakkan. Disentuh pun tidak bisa. Rasa nyeri akan muncul. Kondisi itu membuat Yuni tidak bisa banyak bergerak. Hanya bisa duduk, lalu kembali tidur. Untuk mandi, gadis kelahiran 3 November 2001 tersebut harus diseka meski ada kamar mandi di dalam ruangan.


Misrianti dan Irfan bingung harus ke mana. Ekonomi perantauan asal Makassar itu tergolong kurang mampu. Tidak ada biaya untuk berobat. Irfan berprofesi tukang becak. Sementara itu, Misrianti bekerja sambilan menjadi penjahit karung kalau ada pesanan.


Muhammad Abdul Fajri, anak ketiga pasangan tersebut, ikut membantu mencari nafkah. Meski masih duduk di bangku SD, bocah 12 tahun yang juga adik Yuni itu tidak malu berjualan gorengan. Sepulang sekolah, Fajri berkeliling di daerah Tlogodendo. Hingga pukul 19.00, Fajri baru pulang ke rumah kos.


Akhirnya, ada donatur yang mengetahui kondisi keluarga Yuni. Donatur tersebut membawa Yuni berobat ke RSUD Ibnu Sina pada 25 Januari lalu. Dokter memvonis Yuni menderita kanker tulang stadium 4.


Dengan vonis itu, Misrianti tidak kuasa melihat kondisi Yuni. Jalan satu-satunya hanya diamputasi. Meski dokter berpesan agar Yuni tidak diberi tahu tentang kondisinya, Misrianti tetap menyampaikannya. ”Dijalani saja. Mungkin ini cobaan dari Yang Kuasa,” katanya.


Dia tidak tega jika kaki putrinya diamputasi. Namun, cara tersebut harus ditempuh agar kanker yang diderita tidak metastase (menyebar) ke organ lain. ”Sempat ditawari (donatur, Red) ke Karamenjangan (RSUD dr Soetomo). Yuni menolak keras,” terangnya. ”Dia selalu menangis,” imbuhnya.


Untuk sementara, Yuni mengonsumsi obat herbal. Obat tersebut diharapkan bisa mengurangi nyeri yang diderita. ”Tidak mau ke rumah sakit. Tidak mau diamputasi. Pakai herbal saja,” tutur Yuni.


Dia selalu kangen dengan suasana sekolah. Mulai teman-teman yang ramah, guru yang menyenangkan, hingga kegiatan belajar-mengajar yang asyik. Apalagi, dia menjalani ujian nasional pada Mei mendatang. Yuni masih menyempatkan belajar di kos. Di sebelah bantal, ada tumpukan buku lembar kerja siswa (LKS). Setelah menonton televisi, dia membaca buku pelajaran. ”Pengin ikut ujian (unas),” ungkapnya.



Misrianti berharap ada keajaiban untuk Yuni. Dengan demikian, dia bisa kembali bersekolah dan belajar bersama temannya. ”Didoakan saja yang terbaik buat Yuni,” tuturnya. (*/c16/ai/sep/JPG)

Editor: Suryo Eko Prasetyo
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore