
AHLI BAHASA ARAB: Prof Dr Ahmad Fuad Effendy menunjukkan penghargaan dari Raja Arab Saudi.
Dia membuat program kerja tahunan dalam mengembangkan bahasa Arab. Selanjutnya, dia menjalin kerja sama dengan berbagai lembaga di dunia yang pro pengembangan bahasa Arab. Selain itu, dia mengevaluasi hasilnya tiga bulan sekali.
’’Ttiga bulan sekali saya terbang ke luar negeri. Kadang ke Riyadh, Afrika, atau ke Eropa untuk rapat rutin,’’ ujarnya. Menurut dia, berkiprah dalam mengembangkan bahasa Arab di dunia merupakan suatu kebanggaan.
Sebab, Cak Fuad sudah mendedikasikan dirinya dalam dunia tersebut. Selama bergabung dengan lembaga itu, dia tidak mendapat gaji. Namun, semua fasilitas terkait kebutuhan akomodasi sudah terjamin.
’’Bagi saya, tidak ada masalah tidak digaji selama akomodasinya ditanggung,’’ tutur dia. Lalu, bagaimana bisa terpilih menjadi salah seorang member of the board of trustees di King Abdullah bin Abdulaziz International Center for Arabic Language?
Menurut dia, prosesnya sangat panjang. Dalam nuansa sejuk pagi itu, Cak Fuad mengungkapkan bahwa dirinya sesungguhnya tidak tahu pasti alasan mengapa dia dipilih.
Namun, dia menduga gagasannya dalam menjaga bahasa Arab di Indonesia yang menjadi pertimbangan. Salah satu bentuknya, pada 1999, dia berhasil menginisiasi berdirinya organisasi guru bahasa Arab di Indonesia yang bernama Ittihadul Mudarrisin Lughah al-Arabiyah (IMLA) atau Persatuan Pengajar Bahasa Arab.
’’Dulu banyak organisasi bahasa Arab didirikan, tapi umurnya tidak lama. Bahkan, bisa dibilang sebelum lahir sudah mati,’’ jelas dia. Namun, laki-laki yang pernah menjadi pimpinan majalah Lisan berbahasa Arab pada 1980 itu kembali menggagas dengan langkah yang sistematis.
Dampaknya terasa hingga sekarang. Kegiatan IMLA digelar setiap tahun, juga bersamaan dengan Presentasi Ilmiah Nasional Bahasa Arab (PINBA).
Berkat kegigihannya dalam mendirikan IMLA, pada 2014, ketika peringatan bulan bahasa internasional di Indonesia, Cak Fuad mendapat penghargaan langsung dari King Abdullah bin Abdulaziz International Center for Arabic Language.
Perjuangannya tidak berhenti di situ saja. Menurut dia, IMLA awalnya hanya melibatkan pengajar bahasa Arab di Indonesia. Namun, pada Maret 2017 mendatang, ada pertemuan pengajar bahasa Arab di seluruh dunia di Riyadh.
Dia sangat optimistis perkembangan bahasa Arab dikenal sebagai bahasa akademik di dunia bakal terwujud. Sebab, bahasa Arab sudah resmi menjadi bahasa internasional.
Jadi, pamornya mulai berangsung-angsur naik. ’’Bahasa Arab dapat semakin berkembang dan mudah dipahami sehingga tidak ada orang yang kesulitan dalam memahaminya,’’ tuturnya. (lid/c4/end/sep/JPG)

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
