
SANG JAWARA: Dari kiri, Debora Natasia, Mulyati Dewi, Ivan Kuswarianto, dan Dicky Reyhan menunjukkan hasil kemenangannya di halaman Balai Sudirman, Jakarta.
Olimpiade bidang perbankan belum tenar di kalangan siswa SMA. Namun, justru hal tersebut menarik minat tiga siswa SMAK Petra 2 Surabaya. Mereka harus menghadapi lomba yang berbarengan dengan ujian akhir sekolah (UAS). Mereka pun bangga ketika kemudian berhasil jadi juara.
ANTIN IRSANTI
IVAN Kuswarianto, Debora Natasia Gunawan, dan Dicky Reyhan Wibisono tidak menyangka kelompoknya bisa menjadi jawara Sampoerna Banking Olympics (SBO) 2016.
Sebelumnya, mereka tidak berharap banyak pada lomba yang baru kali pertama diikutinya itu. Namun, setelah mengetahui hasilnya, mereka sangat lega.
Tiga siswa tersebut bergabung menjadi sebuah tim untuk menghadapi kompetisi SBO 2016. Awalnya, Ivan mengetahui lomba itu dari salah satu akun media sosial yang dia ikuti.
Remaja kelas XII IPA tersebut lantas mengajak Debora dan Dicky. Mereka membuat esai yang isinya tentang pemahaman terhadap keuangan di Indonesia.
’’Kami memang tertarik dengan dunia perbankan dan keuangan,’’ ucap Ivan. Saat hasil esai diumumkan, rupanya kelompok mereka dinyatakan maju ke babak selanjutnya.
Yakni, mengerjakan soal-soal olimpiade secara online pada 21–23 November. Itu berbarengan dengan jadwal UAS. Wah, itu jadi sebuah tantangan.
Apalagi, jadwal Ivan, Dicky, dan Debora mengerjakan soal olimpiade adalah pukul 12.00. Alhasil, mereka langsung cepat-cepat pulang setelah menyelesaikan UAS.
Ada tiga jenis soal. Yakni, perbankan dan ekonomi, good corporate governance, dan matematika. Soal-soal tersebut diberikan per tahap selama tiga hari (21–23 November).
Ivan dkk pun berbagi tugas. Yang bisa pulang cepat setelah mengerjakan UAS langsung pulang ke rumah.
’’Nanti yang lainnya nyusul,’’ terang remaja berkacamata itu. Pada 24 November mereka mendapatkan pengumuman yang dikirim melalui e-mail dan dinyatakan lolos ke babak penyisihan.
Dalam babak tersebut, mereka harus membuat video dengan tema yang telah ditentukan. Sebenarnya, ada lima tema yang disediakan. Kelompok Petra 2 juga sudah menyiapkan beberapa materi.
Namun, akhirnya, mereka memilih tema kredit UMKM di Indonesia. ’’Sebab, topik ini sedang hangat di Indonesia,’’ kata Ivan.
Dalam babak pembuatan video, Ivan dan kawan-kawan harus berhadapan dengan 11 kelompok lainnya. Ada yang berasal dari Jogjakarta, Aceh, Jakarta, Pekanbaru, Palembang, Bogor, dan Bekasi.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
