Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 26 Desember 2016 | 04.52 WIB

Ketika BNNK Surabaya Ajak 85 Anak Jalanan Berkunjung ke KBS

JANGAN COBA-COBA: AKBP Suparti (tengah) menunjukkan gambar beberapa jenis narkotika kepada anak-anak jalanan di KBS. - Image

JANGAN COBA-COBA: AKBP Suparti (tengah) menunjukkan gambar beberapa jenis narkotika kepada anak-anak jalanan di KBS.

Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Surabaya melakukan berbagai cara untuk menjauhkan anak-anak jalanan (anjal) dari narkoba. Kemarin lembaga antimadat itu mengajak para anjal mengunjungi Kebun Binatang Surabaya (KBS).





DIDA TENOLA





IBU, engkaulah muara kasihku.

Apa pun kan kau lakukan demi anak tersayangmu.

Makasih ya, Bu, jasamu kan kukenang selalu.



UNTAIAN kata-kata itu ditulis Rahel Sania. Jari jemarinya begitu lincah menggoreskan tinta di secarik kertas. Sesekali dia menggaruk-garuk kepalanya, berpikir sejenak, lalu melanjutkan kalimatnya.



Sania adalah salah seorang anak jalanan yang diundang BNN Kota Surabaya untuk datang ke KBS. Pelajar kelas VI SD itu begitu antusias merangkai frasa hingga menjadi puisi untuk ibu.



Peringatan Hari Ibu memang sudah lewat. Namun, gaungnya masih terasa Sabtu (24/12). Sebanyak 85 anak dirangkul BNNK untuk mengapresiasi kerja keras ibu.



Mengambil momentum itu, BNNK juga menjelaskan bahaya narkoba kepada anak-anak tersebut. Sosok ibu dijadikan pengingat sekaligus inspirasi agar mereka tidak gampang terjerumus ke lembah hitam narkoba.



Selain diminta untuk membuat puisi, anak-anak itu ditunjukkan berbagai jenis narkoba. Sebuah film pendek dan alat peraga dipertontonkan kepada mereka.



Namanya anak jalanan, tentu saja ada yang pernah melihat barang haram tersebut. Misalnya, saat ada gambar sendok dibakar yang biasanya dipakai untuk nyabu.



Seorang anak yang duduk dekat layar pun nyeletuk. ”Aku tahu ndelok iki nang Jembatan Merah,” ucapnya.



Lain lagi dengan penuturan duo sekawan Ahmad Maulana dan Aldo Febri Setiawan. Mereka mengaku belum pernah melihat langsung narkoba. Mereka hanya mengetahuinya dari televisi.



Yang paling diingat adalah ganja. ”Kalau itu asalnya dari Aceh,” ceplos Ahmad. Arek asli Ambengan Batu III itu senang bisa mengetahui tentang narkoba lebih banyak.



Dia menjadi tahu bahaya mengonsumsi narkoba. Dia juga baru paham bahwa saraf otak pecandu narkoba bisa rusak.



Senada dengan sahabatnya, Aldo juga siap menjauhi barang terlarang itu. Cita-citanya cuma ingin membahagiakan ibunya. ”Daripada pakai narkoba, mending ngaji,” sahutnya kepada Jawa Pos.



Anak-anak tersebut dikumpulkan BNNK dari berbagai kecamatan. Mereka dibantu lembaga sosial yang concern pada kehidupan anak-anak jalanan.

Editor: Administrator
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore