
MAJU MENYERGAP: Teratai Shooting Club mempraktikkan tactical move dalam menghadapi aksi teror di Kaza, Surabaya.
Klub menembak airsoft gun memang banyak. Namun, ada yang khas dari Teratai Shooting Club (TSC). Mereka dilatih khusus oleh pembina dari Brimob Detasemen A.
Farid S. Maulana, Surabaya
PENGUNJUNG masih terlihat memadati Kaza Plaza, Surabaya Sabtu malam (26/11) sekitar pukul 21.40. Saat mereka mulai bergegas pulang, seorang perempuan bernama Yuniati Hoiriyah tiba-tiba disergap dua penculik dari belakang. Sontak saja, hal itu mengagetkan orang-orang di sekitarnya.
Dua penculik tersebut membawa senjata laras panjang. Mereka menodongkannya ke Yuni yang terus berusaha meronta untuk melepaskan dekapan salah seorang penculik. ’’Tolong...! Lepaskan, jangan kurang ajar kamu!’’ teriaknya.
Seorang pelaku lantas menyodorkan handphone ke mulut Yuni. Dia menggertak sambil memaksa. Yuni sendiri mulai tampak letih. Perempuan anak konglomerat itu sudah pasrah tak berdaya. ’’Cepat telepon orang tuamu. Minta tebusan Rp 1 miliar,’’ teriaknya.
Cukup lama tiga orang itu bergumul. Yuni sudah diikat dengan tali sehingga dua penculik tadi lebih leluasa berjaga. Mereka berharap orang tua sandera itu datang membawa uang yang diidamkan.
Namun, mimpi itu seketika kandas. Di luar dugaan mereka, ada enam orang berpakaian tempur mengepung lokasi penculikan. Kontan saja, mereka kaget. Enam orang tersebut adalah tim khusus pembebasan sandera yang ditelepon orang tua Yuni.
Setelah berlindung di balik tembok, mulai terdengar suara tembakan peringatan. Para penculik tadi mau tidak mau menyerang balik. Jual beli tembakan tak terhindarkan. Dor...dor...dor. Suaranya memekikkan telinga.
Setelah adu tembak itu, salah seorang pelaku bisa dilumpuhkan. Kakinya tertembak. Dia meringis kesakitan sambil melambaikan tangan ke atas tanda menyerah. Tiga orang tim khusus langsung membekuknya.Sedangkan tiga orang lainnya fokus ke pembebasan sandera.
Mereka tahu seorang pelaku lainnya pasti masih berada di sana. Brakkk. Pintu pun didobrak. Dugaan tim pembebasan sandera itu tidak meleset, pelaku sudah mengacungkan golok ke tubuh korban.
Melihat hal itu, mereka tidak langsung menyerang. Salah seorang tim kemudian berusaha mendekat. Dia mengacungkan tangannya ke atas dan bawah, sebagai tanda kepada penculik agar tetap tenang. ’’Calm down. Kita bisa negosiasi,’’ ucapnya.
Pelaku mundur perlahan-lahan sambil tangannya terus memegangi Yuni. Dia memerintah para penyergap itu tidak mendekat lagi. Dia sudah tampak kelelahan.
Saat itulah, Yuni berubah menjadi sosok yang gahar. Tiba-tiba tangan penculik itu dipelintirnya hingga langsung memutar posisinya berhadapan langsung. Dia lantas menendang bagian perut penculik hingga terbungkuk. Dengan menopang pada kekuatan bahu, Yuni membanting tubuh penculik itu hingga tumbang. Pada akhirnya, dia bisa selamat dan penculik tadi bisa ditangkap.
Aksi penyerbuan sandera tadi merupakan bagian dari kegiatan yang selama ini dilakoni TSC. Tidak hanya berlatih kemampuan menembak, mereka juga dihadapkan pada situasi menangani kasus. Persis dengan tugas Brimob.
Misalnya saja pada simulasi teror yang dilakukannya di Kaza Plaza hari itu. Tim khusus yang jadi penyelamat sandera merupakan masyarakat sipil biasa. Tak melulu aksi tembak-menembak, tapi ada proses negosiasi, taktik bergerak, dan menyerang balik saat ada kesempatan.
Salah satu contoh yang diajarkan adalah mengetahui kode-kode polisi saat melakukan penyerangan. Kontak mata, gerakan tangan, maupun bunyi-bunyian. Semua itu dipelajari anggota TSC seminggu sekali. ’’Kontak mata, misalnya. Yuni paham kondisi penyandera sedang lengah saat tim khusus memberi pesan lewat gerakan mata padanya. Kalau orang awam tentu tidak akan mengerti tanda-tanda seperti itu,’’ ujar Ketua TSC Ipda Budi Utomo yang juga anggota Brimob Detasemen A Medaeng.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
