Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 2 Desember 2016 | 03.25 WIB

Yulianus Mikan, Dokter Adat yang Mengklaim Temukan Obat HIV-AIDS dari Tanaman Herbal

Yulianus Mikan dengan obat herbal yang konon bsa sembuhkan AIDS - Image

Yulianus Mikan dengan obat herbal yang konon bsa sembuhkan AIDS

Terkadang orang harus berobat jauh untuk mengobati penyakit. Tak sedikit juga uang yang terkuras untuk mendapat kesehatan. Sejatinya Tuhan sudah menyiapkan obat dari semua penyakit. Yulianus Mikan, menemukan satu petunjuk tersebut.



Abdel Gamel Naser – Jayapura



MENGAWALI hidup sebagai orang yang biasa-biasa saja. Bekerja, berkeluarga dan bergaul dengan teman sebaya dalam kehidupan sehari-hari. Namun tanpa disadari ada sebuah petunjuk yang diperoleh hingga merubah hidupnya kini.  



Tak pernah terbayang sedikitpun kalau akhirnya pekerjaan di perusahaan kayu itu berubah menjadi pelayan kesehatan bagi semua lapisan masyarakat. Karena mimpi, kehidupan Yulianus Mikan, putra kelahiran Mindiptana, Boven Digoel itu berubah drastis.  



Dari pelayanan kesehatan yang dilakukan sejak 2008 itu ia kini dijuluki sebagai dokter adat yang datang dari kampung ke kampung, daerah ke daerah untuk memberikan air ramuan herbalnya.



Kepada wartawan Yulianus menceritakan kisahnya bahwa awalnya ia bekerja di perusahaan dengan kehidupan sama seperti masyarakat lainnya.

Pengaruh lingkungan membuatnya suka dengan minuman keras bahkan pintar untuk meracik miras.



23 September 2008, ia mengaku diberi petunjuk untuk berubah dan disitulah titik balik ia mulai melayani.



“Tuhan berikan saya karunia untuk melayani orang sakit. Saya layani dari Merauke, Timika, hingga Pegunungan Tengah bahkan sampai ke luar Papua baik Jakarta, Medan, Batam, NTT hingga Palembang,” kata Yulianus di Padang Bulan, Abepura, Selasa (29/11).



Diawali dari mimpi ia mendapat petunjuk dan dipertemukan dengan seorang pemuda yang memintanya meramu salah satu jenis tanaman bernama Ara untuk dijadikan minuman herbal. Setelah diracik ia memutuskan untuk mencoba lebih dulu dan khasiatnya ternyata berdampak nyata. Sebelumnya suka minum-minum kini menolak keras.



“Teman-teman saya mencibir, saya tidak mungkin membuat ramuan obat. Kalau meracik Miras saya dijagokan. Ini awal yang berat karena saya harus membuktikan semuanya,” kata Yulianus.



Butuh 5 tahun untuk ia  membuktikanperubahannya dan akhirnya buah itu tak sia-sia.  Pelan-pelan banyak yang mulaipercaya termasuk teman-temannya.



Dari situlah keyakinannya muncul untuk terus berjuang dengan racikan minuman herbal yang konon aktif membunuh virus HIV-AIDS. “Kini pelayanan saya diterima banyak orang, saya bahkan sudah membuka 20 posko yang tersebar di Papua dan memiliki banyak voulenter,” bebernya.



Yulianus menyampaikan  dari usaha pelayanan kemanusiaannya ini endingnya adalah pertobatan. Maksudnya adalah jika  seseorang sudah terlanjur dan sakit dan mengikuti pelayanan kemudian sembuh, artinya harus ada pertobatan dari semua perilaku atau hal-hal buruk.



Dari moment hari AIDS pada 1 Desember ini dirinya ingin menyampaikan ke publik bahwa sebenarnya ada harapan baru bagi yang sudah  divonis ODHA.  Selama  mempercayai bahwa kesembuhan datang dari Tuhan da nada upaya untuk berobat maka tak mustahil kesembuhan itu akan datang.



Ramuan yang dibuat dari pohon ara ini menurutnya cukup diminum seperti biasa. Warnanya mirip air teh dengan rasa hambar atau mirip air putih meski sedikit berbau pekat.

Editor: Administrator
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore