
AYO PUKUL, BU: Risma mencoba memukul bola softball. Saat SMP, Risma memang bergabung dengan tim softball.
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini kemarin (23/11) meresmikan lapangan softball dan hockey di Jalan Dharmawangsa. Risma juga sempat unjuk kelihaian bermain dengan para peserta kejuaraan nasional (kejurnas).
SALMAN MUHIDDIN
NOSTALGIA. Itulah yang dilakukan Risma saat meresmikan lapangan softball dan hockey. Maklum, sudah puluhan tahun dia tidak memegang tongkat softball. Padahal, saat SMP dulu Risma gemar bermain softball.
’’Dulu saya gabung sama tim Aligator. Mana ini Aligator,’’ ujar Risma yang disambut riuh tim Aligator yang hadir. Risma juga mencari tim Sriti yang jadi musuh bebuyutan Aligator. Tim Sriti pun menyambut perkataan Risma dengan tepuk tangan.
Risma yang dulu bersekolah di SMPN 10 Surabaya tersebut mengatakan, bermain softball harus hati-hati. Meski bolanya ringan, tangan bisa remuk kalau menangkap tanpa menggunakan pelindung.
Setelah memberikan sambutan, Risma langsung menuju ke ujung lapangan. Dia mencoba kemampuannya memukul bola. Dia sempat menanyakan cara memegang tongkat softball kepada salah seorang peserta.
Saat percobaan pertama, bola gagal dipukul. Ketika pukulan meleset, seluruh penonton yang memadati tribun memberikan semangat dengan tepuk tangan. ’’Maneh-maneh,’’ kata Risma sembari meringis.
Pada lemparan kedua, Risma berhasil memukul bola hijau tersebut. Bola menyentuh tipis sisi bawah tongkat dan memantul ke tanah. Karena pukulannya tidak telak, Risma belum puas. Dia meminta bola dilempar sekali lagi.
’’Ayo, pisan maneh,’’ katanya. Pada lemparan ketiga, bola lambung yang berjalan perlahan tersebut akhirnya terkena gasakan tongkat Risma. Bola melambung ke udara. Penonton pun riuh bertepuk tangan.
Setelah menjajal softball, Risma berjalan menuju lapangan hockey yang bersebelahan. Dia juga memukul bola hockey. Karena lebih mudah, Risma hanya sekali melakukan pukulan.
Setelah berolahraga ringan, Risma menyampaikan bahwa lapangan tersebut bakal dibuka hingga petang. Dengan begitu, anak-anak memiliki tempat untuk berlatih. ’’Daripada nongkrong nggak jelas, mending diisi kegiatan positif olahraga,’’ ujarnya.
Selain meresmikan lapangan baru, Risma membuka turnamen hockey tingkat nasional dan turnamen softball antarklub di Jawa Timur. Lomba tersebut dihelat Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Surabaya.
Soal prestasi, menurut Risma, Surabaya mengalami peningkatan. Pemkot telah merekap jumlah siswa berprestasi setiap tahun. Pada 2015 ada 320 prestasi yang dicetak pelajar Surabaya. Baik di bidang akademik maupun olahraga.
’’Karena anak itu tidak hanya pintar matematika. Ada juga yang berprestasi di bidang olahraga, pinter musik, atau menggambar,’’ jelas politikus PDIP itu.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Surabaya Muhammad Afghany Wardhana mengatakan, lapangan tersebut dibuka untuk umum.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
