Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 2 November 2016 | 01.46 WIB

Pengurus Praba Belajar Membuat Desain Perhiasan Pakai Aplikasi Komputer

MENYIMAK: Dari kanan, Wanto Chan, Dwi Khristien Natalia, Kris, dan Sutoyo mendengarkan penjelasan Xavier Rofes (kiri) tentang aplikasi RhinoGold di Hotel Shangri-La. - Image

MENYIMAK: Dari kanan, Wanto Chan, Dwi Khristien Natalia, Kris, dan Sutoyo mendengarkan penjelasan Xavier Rofes (kiri) tentang aplikasi RhinoGold di Hotel Shangri-La.

Mendesain perhiasan memang bukan perkara mudah. Butuh ketelitian tingkat tinggi. Pengurus Praba Jatim mencoba aplikasi baru untuk mempermudah hal itu.





RISTA R. CAHAYANINGRUM





DWI Khristine Natalia terlihat serius mendengarkan penjelasan Xavier Rofes, managing director Time Division Multiplexing Learning Centre, Minggu (30/10) malam.



Xavier menjelaskan cara mendesain perhiasan dengan menggunakan RhenoGold 6. Itu adalah aplikasi untuk membuat desain, termasuk desain perhiasan yang sangat mendetail.



Setelah mendengarkan penjelasan Xavier, Dwi Khristine mengoperasikan komputer yang sudah diinstal dengan aplikasi RhenoGold 6.



Dia mengeklik sisi kiri toolbar yang ada di sisi kiri monitor, lalu muncul layer untuk membuat desain perhiasan. Awalnya dia membuat lingkaran, lalu memberinya motif garis berkelok-kelok.



Selanjutnya, dia membuat lingkaran lagi, tapi ukurannya lebih kecil. ”Ini nanti untuk tempat matanya,” katanya. Ya, Dwi Khristine sedang membuat model cincin di acara pelatihan mendesain perhiasan dengan aplikasi RhenoGold 6.



Nggak biasa pakai komputer kalau mendesain. Jadinya cukup kesulitan,” kata perajin perhiasan asal Buduran, Sidoarjo, tersebut.



Selain Dwi Khristine, ada belasan perajin perhiasan lain yang ikut pelatihan di Hotel Shangri-La itu. Mereka, antara lain, Kris, Sutoyo, dan Moch. Musa.



Mereka adalah anggota Perkumpulan Pengrajin Perhiasan dan Batu Mulia (Praba) Jatim. Kris juga membuat desain perhiasan dengan aplikasi RhinoGold 6.



Tapi, desain yang dibuat masih berupa perhiasan yang simpel. Cincin atau gelang bulan dengan desain garis-garis yang dimodel.



Ketua Praba Jatim Sutoyo menyatakan senang dengan adanya pelatihan tersebut. Dia menyebutkan, saat ini jumlah perajin perhiasan di Jatim mencapai 38 ribu orang.



Sebanyak 8 ribu di antaranya tersebar di Surabaya dan Sidoarjo. Meski begitu, pertumbuhan penjualan perhiasan cenderung stagnan. ”Konsumennya ya rata-rata masih dalam negeri. Belum banyak yang bisa ekspor,” katanya.



Ada banyak faktor yang menyebabkan hal tersebut. Di antaranya, perajin di Jatim masih mendesain dengan cara manual.



Untuk membuat satu perhiasan dengan desain cukup detail, butuh waktu tiga hari. Nah, lamanya pembuatan tersebut mengakibatkan harga perhiasan cukup tinggi.

Editor: Administrator
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore