
Agus Adi Saputra (kiri), 19, warga Dusun Sumarlan, Desa Sumberagung, Kecamatan Dander, Bojonegoro yang diduga menjadi korban salah tembak polisi.
BOJONEGORO - Penyelidikan Propam Polda Jatim atas kasus dugaan salah tembak yang dilakukan anggota Tim Buru Sergap Satuan Reserse Kriminal (Buser Satreskrim) Polres Bojonegoro terhadap Agus Adi Saputra, 19, warga Dusun Sumarlan, Desa Sumberagung, Kecamatan Dander, masih belum tuntas.
Tetapi, klaim soal adanya penyerangan sejumlah warga terhadap anggota kepolisian dalam kasus tersebut diduga tidak benar.
Hal itu terungkap setelah Jawa Pos Radar Bojonegoro mewawancarai korban di rumahnya sekitar pukul 13.00, Kamis (11/11).
Saat ditemui, Agus duduk di kursi kayu di teras rumahnya. Ditemani ibunya, Sumiati, lulusan SMKN Dander tersebut hanya memakai sarung dan kaus.
Agus diizinkan pulang dari Rumah Sakit Aisyiyah Sabtu lalu (7/11) setelah tiga hari menjalani rawat inap. Kondisinya mulai membaik. Namun, dia belum dapat berjalan secara normal.
Sebab, luka-luka bekas tembakan pada kedua kakinya belum sembuh. Saat berjalan, dia harus dipegangi orang tuanya.
"Kaki kiri masih terasa sakit sekali. Pelurunya mengenai kaki kiri di atas tulang, sedangkan (peluru yang mengenai, Red) kaki kanan di bawah tulang," katanya.
Agus lantas menceritakan penembakan yang menimpa dirinya. Menurut Agus, kejadian bermula ketika dirinya baru pulang dari rumah pamannya, Ali Muhsin, di Dusun Plosorejo, Desa Sumberagung, dengan mengendarai sepeda motor. Ali Muhsin adalah kepala desa setempat.
Tiba-tiba Agus mendengar suara orang berteriak maling. Dia kemudian memarkir motornya dan menuju sumber suara yang berasal dari depan rumah ketua RT 14 RW 03.
"Namanya orang kampung, kalau ada apa-apa, pasti ingin melihat. Saat itu saya tidak membawa senjata sama sekali," katanya.
Saat itu Agus bertemu dengan dua anggota Buser Satreskrim Polres Bojonegoro, yakni Brigadir Sumadi dan Bripka Sugiharto.
Melihat kedatangan korban, Sumadi dan Sugiharto yang membawa pistol lantas berbalik arah. Keduanya mengaku sebagai polisi.
Korban langsung mengangkat kedua tangan. Tetapi, tiba-tiba salah seorang polisi itu menembak kaki kiri Agus hingga menembus kaki kanannya dari jarak sekitar 1 meter.
Korban pun tumbang. "Seingat saya tidak ada tembakan peringatan. Saat itu saya sudah mengangkat tangan, tetapi tetap saja ditembak," ungkap Agus.
Setelah penembakan tersebut, dia langsung tidak sadarkan diri atau pingsan ketika timah panas bersarang di kakinya. Tidak lama kemudian, Agus baru tersadar saat warga membawa dirinya ke rumah.

14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Korban Dicekoki Miras Hingga Tak Sadar, Pelaku Pemerkosaan Cipondoh Masih Dicari
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
