
BATAL TERBIT: Cover buku kumcer buatan Tim Gong Publishing yang diungga R. Sutandya Yudya Khaidar di Facebook dengan mencatut logo Buku Mojok. (Facebook R. Sutandya Yudya Khaidar)
Photo
R. Sutandya Yudya Khaidar. (Facebook R. Sutandya Yudya Khaidar)
Namun, tidak ada jawaban dari Yudha.
Dia pun terus mencari nomor telepon yang bisa dihubungi. Akhirnya, ketemulah nomor ibu pemuda asal Toboali, Bangka Selatan, itu.
Dikontak, tapi tidak ada jawaban. Baru esoknya, sang ibu yang bernama Yuni Astuti menjawab telepon Prima.
Yuni menyatakan bahwa dirinya tidak berhubungan dengan anaknya sejak Desember 2020. ”Nah, itu agak janggal. Mereka kan tinggal di Bangka, sedangkan anak itu kuliah di Solo. Tidak mungkin orang tua yang anaknya kuliah di Solo terus lost contact, tapi tidak dicari,” ucapnya.
Selanjutnya, Prima mencari informasi dari temannya yang menjadi dosen di Universitas Muhammadiyah Surakarta karena Yudha kabarnya kuliah di kampus tersebut. Yudha diketahui sebagai mahasiswa angkatan 2018.
Namun, sejak semester pertama, dia tidak pernah masuk kuliah. Jadi, banyak yang tidak kenal Yudha. Tapi, para mahasiswa mengetahui masalah plagiasi yang diramai menjadi perbincangan di media sosial.
Para penulis dan pihak yang dirugikan pun berembuk di Facebook dan berencana melaporkan ke polisi. Tapi, Mojok belum mengambil keputusan soal itu.
Prima kemudian kembali menghubungi ibu Yudha dan menyampaikan bahwa para pihak yang dirugikan akan menempuh jalur hukum. Jadi, dia meminta Yuni untuk mengabarkan keberadaan Yudha. Tiba-tiba, Yudha menjawab melalui nomor ibunya.
Prima pun menelepon Yudha dan meminta penjelasan terkait persoalan itu.
Yudha melakukan pembelaan. Dia mengaku tidak tahu telah dicari banyak orang melalui akun Facebook-nya. Pada 15 Februari 2021, Yudha pun mengunggah permintaan maaf di akun media sosialnya.
Walaupun Yudha meminta maaf secara terbuka, Prima menilai dia tidak mempunyai iktikad baik. Dia berupaya menghindar. ”Saya nebaknya dia di rumah. Mungkin karena khawatir, akhirnya dia bohong,” urai Prima.
Rusmin Toboali sebagai pihak yang mengenalkan Yudha dengan Rumah Dunia mengaku kenal Yudha karena berteman baik dengan ayahnya. ”Teman ngopi, teman ngobrol,” ujarnya saat dihubungi Jawa Pos.
Ketika buku hendak dicetak, Salam menghubunginya dan mengabarkan bahwa karya itu hasil plagiasi. Bahkan, karya Rusmin juga diplagiasi. Rusmin pun dengan tegas meminta rencana penerbitan buku itu dibatalkan.
”Jadi, buku itu tidak pernah dicetak selembar pun. Saya tidak pernah lagi mengontak. Saya anggap dia melakukan pelanggaran berat,” kata Rusmin.
Sunlie Thomas Alexander, salah seorang sastrawan yang karyanya dijiplak, mengatakan, kali pertama dirinya mengetahui bahwa karyanya diplagiasi Yudha dari Jemi Batin Tikal, penulis muda yang sedaerah dengan Yudha dan kuliah di Jogjakarta.
Dia tidak mengetahui pasti berapa karyanya yang diplagiasi Yudha. ”Yang jelas, semua cerpen yang dia publikasikan di Rakyat Pos, baik cetak maupun online, adalah hasil plagiat. Termasuk artikel dan opini,” tegasnya.
Sulie menyatakan, dirinya dan Prima menawari para pihak yang menjadi korban untuk bersama-sama melaporkan kasus itu ke polisi. Namun, tampaknya, ajakan tersebut tidak mendapat respons positif. Kebanyakan hanya marah-marah di Facebook.
Sementara itu, saat dihubungi Jawa Pos, Yuni Astuti mengatakan bahwa anaknya tidak berada di rumah. Menurut dia, pikiran anaknya belum dewasa.
Terkait penerbitan buku di Gong Publishing, dia memang mengetahui, namun kejadian itu sudah lama. Anaknya memang pernah meminta uang untuk menerbitkan buku, tapi tidak jadi diterbitkan.
Baca juga: Gol A Gong Terkejut Ada Endorsement Andrea Hirata
Terkait rencana pelaporan ke polisi, Yuni meminta maaf atas kesalahan anaknya. Dia berharap tidak ada pihak yang melaporkan kasus tersebut ke polisi.
”Saya sedih. Anak saya juga putus kuliah. Sebagai orang tua, kami minta maaf,” tutur Yuni.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=OfEqF6s9Tws

Prediksi Skor Paraguay vs Australia di Piala Dunia 2026: Berebut Tiket 32 Besar Namun Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Swiss vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Tancap Gas Bombardir Gawang La Nati
Prediksi Skor Turki vs Amerika Serikat di Piala Dunia 2026: The Stars & Stripes Berburu Rekor Sempurna di Fase Grup
Prediksi Skor Jepang vs Swedia di Piala Dunia 2026: Samurai Biru Incar Tiket 32 Besar di Laga Penentuan
Prediksi Skor Afrika Selatan vs Korea Selatan di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Wajib Menang Demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Tunisia vs Belanda di Piala Dunia 2026: Oranje Wajib Menang demi Amankan Tiket 32 Besar
Profil Wakil Ketua BEM UI Fathimah Azzahra yang Konsisten Mengkritik Program MBG
Prediksi Skor Bosnia dan Herzegovina vs Qatar di Piala Dunia 2026: Mimpi Buruk Al-Annabi Belum Usai
Prediksi Skor Curacao vs Pantai di Piala Dunia 2026: Misi Les Éléphants Menang demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Maroko vs Haiti di Piala Dunia 2026: Achraf Hakimi Cs Siap Pesta Gol di Laga Penentuan
