
TAK SESUAI TARGET: Suroboyo Bus melintas di Jalan A. Yani (19/2). Operasional 52 feeder terkendala pencetakan STNK dan perekrutan kru. (Alfian Rizal/Jawa Pos)
Pemerintah Kota Surabaya merencanakan angkutan berbasis rel yang bakal melayani rute aglomerasi Surabaya Raya. Sembari menunggu, untuk mengatasi kemacetan saat ini di kota yang hari ini berulang tahun ke-730 itu, moda bus yang paling cocok.
GALIH ADI PRASETYO, Surabaya
---
TAHUKAH Anda kalau angka kerugian yang ditimbulkan akibat kemacetan di Surabaya bahkan sedikit lebih besar dibandingkan APBD Kota Pahlawan tersebut di tahun ini? Begitulah menurut hitung-hitungan yang pernah dilakukan Kementerian Perhubungan (Kemenhub).
Kemenhub melansir tahun lalu, kemacetan di kota terbesar kedua di Indonesia itu bisa menimbulkan kerugian hingga Rp 1 triliun per bulan atau Rp 12 triliun per tahun. Sedangkan APBD Surabaya di tahun ini mencapai Rp 11,2 triliun.
Hingga kini moda angkutan berbasis jalan yang baru melayani warga ibu kota Jawa Timur yang berulang tahun tiap 31 Mei tersebut. Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya pun terus berbenah. Rencananya, bakal ada angkutan berbasis rel yang melayani rute aglomerasi Surabaya Raya.
Wali Kota Eri Cahyadi mengakui beban berat yang masih menggantung di masa pemerintahannya adalah masalah transportasi massal. Problematika itu menurutnya tidak sesederhana yang banyak orang kira.
’’Surabaya itu kalau pagi, arah masuk ke Surabaya macet. Kalau sore, apalagi Jumat, giliran keluar Surabaya yang macet. Kejadian seperti ini bukan perkara Surabaya saja faktornya,’’ katanya.
Menurut Eri, penyelesaian masalah tersebut butuh peran daerah penyangga. Daerah yang dimaksud adalah Surabaya Raya, yakni Surabaya, Gresik, dan Sidoarjo. Eri menyebut ketiga kepala daerah sudah rembukan dan tatap muka. Agar ada solusi jangka panjang yang bisa diterapkan.
’’Kami bertiga (kepala daerah Surabaya Raya, Red) selalu bersinergi dan berpikir bersama untuk menciptakan transportasi massal, yakni berupa kereta. Tahun ini semoga saja feasibility study (FS) itu rampung sehingga tahun depan sudah bisa masuk ke pusat,’’ ucap ketua IKA ITS Jatim tersebut.
Moda transportasi berbasis rel itu, kata Eri, akan menghubungkan tiga daerah bertetangga tersebut. Koneksi antarwilayah penyangga ini akan mampu menyediakan alternatif untuk mobilitas masyarakat dari luar menuju Surabaya. Tentunya dengan biaya yang lebih murah daripada menggunakan kendaraan pribadi.
MERAYAP: Suroboyo Bus melintas di Jalan Basuki Rahmat, Rabu (31/8). Untuk mengurangi tingginya traffic lalu lintas di pusat kota, dibutuhkan transportasi umum massal. (Riana Setiawan/Jawa Pos)
Bukan hanya kereta, Eri menyebut kebijakan pembatasan kendaraan masuk dalam kota juga jadi salah satu solusi yang dia pikirkan. Sistemnya seperti penerapan pelat ganjil genap. Namun, sistem itu hanya bisa direalisasikan jika kedua daerah yang menyokong Surabaya juga mengamini kebijakan yang sama.
’’Mungkin nanti Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur bisa memastikan bahwa ada sistem ganjil genap di Surabaya. Karena untuk hal ini bukan kewenangan pemkot. Kalau saya memaksakan di Surabaya saja, terus bagaimana dengan yang dari Gresik atau Sidoarjo,’’ ucapnya.
Surabaya, lanjut Eri, memang akan terus menjadi daya tarik perekonomian di Jawa Timur dan Indonesia Timur. Tawaran infrastruktur yang matang serta ketersediaan raw material hingga barang jadi akan mendorong mobilitas manusia dan kendaraan semakin tinggi.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mantan Kiper Persebaya Surabaya Buka Suara! Dimas Galih Ungkap Kondisi Ruang Ganti PSBS Biak
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
