Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 11 September 2018 | 19.09 WIB

Sumber Ubalan, Pengunjung Dilarang Jumawa

BERTUAH: Sumber yang dianggap memiliki khasiat lebih. - Image

BERTUAH: Sumber yang dianggap memiliki khasiat lebih.

Banyak sumber mata air diyakini mempunyai manfaat lebih. Salah satunya Sumber Ubalan di Desa Maguwan, Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang. Sumber ini dianggap linuwih.


Dian Ayu Antika Hapsari, Malang


Sumber Ubalan sama seperti mata air lainnya. Lokasinya asri dan dilingkupi beragam pohon. Sumber mata air keluar dari segala penjuru. Bahkan keluar dari akar pohon beringin dan pohon lo yang tumbuh subur di sekitar sumber.


Ada kolam renang yang baru tahap finishing. Ketika masuk ke dalam, terdapat kolam air dengan sumber alami yang berbual-bual. Sangat segar. Saat melihatnya, ingin rasanya menceburkan diri ke dalamnya.


Tidak jauh dari kolam yang kerap dijadikan mandi dan bermain air, terdapat bilik berbentuk kubus dengan atap terbuka. Di depan bilik ada bangunan bercat warna kuning dan biru.


Di depan bangunan yang luasnya tidak lebih dari 12 meter persegi itu terdapat pengumuman yang berbunyi, "Yang ingin berdoa atau berhajat mohon menghubungi juru kunci mata air Umbul Rejo, Bapak Suharto".


Rupanya selain wisata sumber air, di Ubalan juga terdapat petilasan tokoh bersejarah Kabupaten Malang. Yakni, pesarean Eyang Den Bagus Sapu Jagad.


Juru kunci Sumber Ubalan Suharto menceritakan, Den Bagus Sapu Jagad adalah salah satu orang yang cukup berpengaruh di Kabupaten Malang. Dia merupakan putra dari Bupati Malang ketiga.


Den Bagus Sapu Jagad menolak menjadi Bupati Malang dan memilih mengabdikan diri kepada masyarakat. Tempat yang saat ini menjadi pesarean, dulunya dijadikan untuk bertapa. Kemudian untuk salat di salah satu musala di desa.


"Nggak tahu berapa tahun berada di sini, tahun keberapa tidak ada yang tahu. Seda (meninggal) kapan juga tidak ada yang tahu. Istilahnya moksa," kata Suharto, 65, kepada JawaPos.com, Selasa (11/9).


Menjadi lokasi ritual, membuat Sumber Ubalan memiliki kelebihan lain. Menurut Harto, mata air di Ubalan tidak hanya bermanfaat untuk menyuburkan tanah, air minum dan kebutuhan lainnya. Namun juga dipercaya bisa menyembuhkan penyakit, menenangkan pikiran bahkan dengan izin Tuhan Yang Maha Esa dapat menjadi sarana untuk mengabulkan hajat.


"Semua hasil tergantung Gusti Pangeran (Tuhan YME). Mintanya tetap ke Gusti, tapi sarananya dari sini. Yang penting yakin serta percaya," terang juru kunci generasi ketiga itu.


Sebagai juru kunci, Harto menegaskan dirinya bukan dukun. Hanya sebagai perantara menyampaikan petunjuk yang didapatkan dari neneknya, Mbah Gimbal atau Eyang Den Bagus.


Maka dari itu ketika ada orang yang punya hajat atau ingin disembuhkan dari penyakit, diminta untuk ngomong kepada Harto. Selanjutnya, dia akan melakukan doa kepada Tuhan, meminta izin kepada Eyang di pesarean dan menyampaikan petunjuk yang didapatkan kepada si peminta hajat. "Bisikan memang tidak lengkap, hanya semacam petunjuk yang kemudian saya sampaikan ke orang tersebut," ungkapnya.


Menurut laki-laki yang ditetapkan sebagai juru kunci sumber melalui SK Bupati Malang itu, tidak ada ritual khusus jika ada orang yang memiliki hajat atau kirim doa di pesarean. Hanya tinggal sampaikan maksud dan tujuannya kepada Harto. Kemudian Harto yang akan berdoa di bilik kecil tempat pesarean. Selanjutnya, dia akan mengambil air dari Sumber Ubalan yang dipercaya membawa manfaat lebih.

Editor: Sofyan Cahyono
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore