Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 3 Mei 2023 | 22.00 WIB

Langsung Bikin Ladang Ganja setelah Sembuh dari Kanker

BANTING SETIR: Wiranpat Thasak (kanan) bersam putranya, Latthawat Chaivitnon, memeriksa daun ganja di greenhouse perkebunan Firefly Cannabis Farm, Chiang Mai, Thailand (11/4). - Image

BANTING SETIR: Wiranpat Thasak (kanan) bersam putranya, Latthawat Chaivitnon, memeriksa daun ganja di greenhouse perkebunan Firefly Cannabis Farm, Chiang Mai, Thailand (11/4).

Dalam hitungan bulan, Nui mulai menampakkan tanda-tanda positif yang signifikan. ”Saya mengobati ibu memakai minyak CBD dari daun ganja dengan meneteskannya di bawah lidah bersamaan dengan meminum seduhan daun dan bunga ganja setiap hari,” ujar Up.

CBD alias cannabidiol (CBD) adalah senyawa yang ditemukan dalam ganja. Senyawa itu tidak mengakibatkan penggunanya menjadi ”high” sehingga aman untuk digunakan sebagai bahan pengobatan. Hingga kini, keluarga Nui rutin mengonsumsi seduhan ganja yang dituang di tower bir halaman depan rumah.

Kini Nui sudah sembuh dari kanker dan kembali menjalani aktivitas hariannya seperti biasa. Tapi bukan sebagai petani lebah madu, melainkan petani ganja.

”Aturan untuk mendapatkan izin sudah ditentukan dengan jelas oleh pemerintah Thailand. Namun, saya masih berharap ada undang-undang yang lebih baik tentang penggunaan, penanaman, serta penjualan ganja,” tambah Up.

Jika Paetongtarn Shinawatra, kandidat perdana menteri (PM) dari Partai Pheu Thai, sukses memenangi pemilu pada 14 Mei ini, harapan Up itu tidak akan mudah terwujud. Sebab, anak bungsu mantan PM Thaksin Shinawatra itu termasuk yang kritis terhadap kebijakan dekriminalisasi ganja. Seperti disampaikan dalam wawancara dengan Time, setidaknya politikus 36 tahun itu akan berjuang menghapus sisi rekreasionalnya.

Itu jelas bukan kabar yang menyenangkan bagi Chokwan ”Kitty” Chopaka, pemilik toko ganja rekreasional Chopaka Shop di kawasan Sukhumvit, Bangkok. Di tokonya, Kitty menjual beraneka ragam jenis olahan ganja.

Macam-macam jenis daun dan bunga ganja berjejer di stoples-stoples kaca. Bukan hanya daun dan bunga ganja, Chopaka Shop juga menjual kue ganja, gummy candy beraneka rasa, bong untuk mengisap ganja, hingga berbagai macam aksesori dan suvenir.

”(Legalisasi ganja) ini penting untuk meningkatkan ekonomi masyarakat, apalagi seusai pandemi Covid-19,” katanya.

Legalisasi ganja di Thailand tak lepas dari political will salah satu partai politik utamanya, Bhumjaithai. Pemimpin partai itu, Anutin Charnvirakul, menjadi menteri kesehatan sejak 2019 setelah mengampanyekan legalisasi penanaman ganja di negeri yang dulu bernama Siam tersebut.

Negeri Gajah Putih ini memang punya sejarah panjang terkait penggunaan ganja sebagai bahan obat. Selain sebagai kegiatan rekreasional, ada yang fokus untuk mengembangkan ganja di dunia medis.

Amber Farm, salah satu perkebunan ganja modern di timur Bangkok, memfokuskan usahanya untuk membantu dunia medis.

Direktur Operasional Amber Farm Chalakorn Choomwan menjelaskan, sejak 2019 Amber Farm kerap melakukan penelitian dan bekerja sama dengan Institut Teknologi King Mongkut Ladkrabang, Thailand.

Mengutip kantor berita Reuters, pada 2025, Kamar Dagang Thailand memperkirakan sektor prioritas itu bernilai USD 1,2 miliar atau sekitar Rp 1,7 triliun. Namun, di sisi lain, sejak dibukanya keran legalisasi ganja, ada kekhawatiran sejumlah petani dan pemilik kafe ganja lokal.

Sebab, kini semakin marak investor asing dengan modal besar yang membuka perkebunannya sendiri di Thailand. Banyak pula ganja selundupan ilegal dari luar negeri. (*/c19/ttg)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore