
KEMANUSIAAN: Sojiwan menambal ban seorang pengguna jalan. (ACJJ UNTUK JAWA POS)
Lima tahun Aksi Cepat Jalan Jogja membantu sesama yang tengah kesusahan, mulai ban bocor, rantai putus, sampai kehabisan bahan bakar. Ada 15 daerah pantauan dari Jogja ke Solo dengan jam operasional mulai pukul 21.00 ke atas sampai sengantuknya.
ILHAM WANCOKO, Jakarta
TENGAH malam, sangat sepi, dan Sojiwan harus menuntun sepeda motornya sepanjang sekitar 5 kilometer sampai ke kediamannya di kawasan Gedong Kuning, Kota Jogja. Tak ada orang yang datang menolong.
”Pengen nangis rasanya waktu itu,” kenang pria 55 tahun tersebut tentang peristiwa beberapa tahun lalu itu ketika dihubungi Jawa Pos dari Jakarta, Rabu (25/12) lalu.
Tapi, pengalaman itu pula yang akhirnya menjadi titik balik dia bergabung dengan Relawan Aksi Cepat Jalan Jogja (ACJJ). Tanpa dibayar, tanpa donasi, dia dan rekan-rekannya mengabdikan diri membantu sesama selama lima tahun terakhir.
Jasa mereka semakin terasa penting di periode libur Natal dan tahun baru (Nataru) seperti sekarang ini. Sebab, volume pemakai jalan meningkat drastis.
Sojiwan merupakan salah seorang pionir kelompok tersebut. ACJJ berawal dari sebuah komunitas dari Facebook, Info Cegatan Jogja (ICJ). Kemudian beberapa kali menjelma menjadi beberapa komunitas dan kini ACJJ.
ACJJ memiliki 40 anggota yang siap menerima panggilan keluh kesah ”kebanan” alias ban bocor. Tersebar dari Jogjakarta hingga Solo dengan dibagi menjadi lebih dari 15 area yang dipantau.
Beragam Kisah
KEMANUSIAAN: ACJJ berkiprah membantu sesama selama lima tahun terakhir. (ACJJ UNTUK JAWA POS)
Pernah suatu kali Sojiwan baru saja lewat di sekitar area flyover Janti, Lempuyangan, Kota Jogja. Ada beberapa orang yang tengah mendorong mobil. Tampak bagian depan mobil tersebut rusak karena habis menabrak truk.
Si sopir hanya diam. Mukanya tampak syok berat. Sojiwan pun menghentikan laju motor dan bertanya mau didorong ke mana mobilnya. Serempak yang mendorong menjawab tidak tahu. Sojiwan akhirnya berusaha membantu.
Padahal, saat itu dia belum begitu mahir memperbaiki mobil. ”Modalnya bismillah dan nekat saja,” ujarnya, lantas tergelak.
Begitu kap mesin dibuka, Sojiwan mencoba mengutak-atiknya. Cukup lama, sampai jengkelnya memuncak dan mesinnya digebrak. ”Lha kok ndilalah mesin menyala,” ujarnya.
Sojiwan menuturkan, sebenarnya yang dibantu itu bukan kendaraannya, melainkan manusianya. ”Motor atau mobil itu hanya sarananya,” katanya.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
