Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 27 Desember 2024 | 21.40 WIB

Pengalaman Relawan Aksi Cepat Jalan Jogja Membantu Pengguna Jalan: Ada Yang Minta Tolong dari Tempat Mangkal Perempuan Malam

KEMANUSIAAN: Sojiwan menambal ban seorang pengguna jalan. (ACJJ UNTUK JAWA POS) - Image

KEMANUSIAAN: Sojiwan menambal ban seorang pengguna jalan. (ACJJ UNTUK JAWA POS)

Lima tahun Aksi Cepat Jalan Jogja membantu sesama yang tengah kesusahan, mulai ban bocor, rantai putus, sampai kehabisan bahan bakar. Ada 15 daerah pantauan dari Jogja ke Solo dengan jam operasional mulai pukul 21.00 ke atas sampai sengantuknya.

ILHAM WANCOKO, Jakarta

TENGAH malam, sangat sepi, dan Sojiwan harus menuntun sepeda motornya sepanjang sekitar 5 kilometer sampai ke kediamannya di kawasan Gedong Kuning, Kota Jogja. Tak ada orang yang datang menolong.

”Pengen nangis rasanya waktu itu,” kenang pria 55 tahun tersebut tentang peristiwa beberapa tahun lalu itu ketika dihubungi Jawa Pos dari Jakarta, Rabu (25/12) lalu.

Tapi, pengalaman itu pula yang akhirnya menjadi titik balik dia bergabung dengan Relawan Aksi Cepat Jalan Jogja (ACJJ). Tanpa dibayar, tanpa donasi, dia dan rekan-rekannya mengabdikan diri membantu sesama selama lima tahun terakhir.

Jasa mereka semakin terasa penting di periode libur Natal dan tahun baru (Nataru) seperti sekarang ini. Sebab, volume pemakai jalan meningkat drastis.

Sojiwan merupakan salah seorang pionir kelompok tersebut. ACJJ berawal dari sebuah komunitas dari Facebook, Info Cegatan Jogja (ICJ). Kemudian beberapa kali menjelma menjadi beberapa komunitas dan kini ACJJ.

ACJJ memiliki 40 anggota yang siap menerima panggilan keluh kesah ”kebanan” alias ban bocor. Tersebar dari Jogjakarta hingga Solo dengan dibagi menjadi lebih dari 15 area yang dipantau.

Beragam Kisah

KEMANUSIAAN: ACJJ berkiprah membantu sesama selama lima tahun terakhir. (ACJJ UNTUK JAWA POS)

Pernah suatu kali Sojiwan baru saja lewat di sekitar area flyover Janti, Lempuyangan, Kota Jogja. Ada beberapa orang yang tengah mendorong mobil. Tampak bagian depan mobil tersebut rusak karena habis menabrak truk.

Si sopir hanya diam. Mukanya tampak syok berat. Sojiwan pun menghentikan laju motor dan bertanya mau didorong ke mana mobilnya. Serempak yang mendorong menjawab tidak tahu. Sojiwan akhirnya berusaha membantu.

Padahal, saat itu dia belum begitu mahir memperbaiki mobil. ”Modalnya bismillah dan nekat saja,” ujarnya, lantas tergelak.

Begitu kap mesin dibuka, Sojiwan mencoba mengutak-atiknya. Cukup lama, sampai jengkelnya memuncak dan mesinnya digebrak. ”Lha kok ndilalah mesin menyala,” ujarnya.

Sojiwan menuturkan, sebenarnya yang dibantu itu bukan kendaraannya, melainkan manusianya. ”Motor atau mobil itu hanya sarananya,” katanya.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore