Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 8 Oktober 2024 | 22.12 WIB

Ketika Pengadilan Ditinggal Para Hakim Ikut Aksi Solidaritas, Ada Mertua Kecele Datang Mengira Sidang Vonis Menantu Dihelat

DUKUNGAN SIMBOLIS: Para hakim PN Jogjakarta mengenakan pita putih sebagai simbol solidaritas untuk kolega yang mengikuti aksi. (SUMBER UNTUK JAWA POS RADAR JOGJA) - Image

DUKUNGAN SIMBOLIS: Para hakim PN Jogjakarta mengenakan pita putih sebagai simbol solidaritas untuk kolega yang mengikuti aksi. (SUMBER UNTUK JAWA POS RADAR JOGJA)

Hampir semua hakim di PN Surabaya berpartisipasi dalam aksi solidaritas, tapi sebagian sidang tetap berjalan. Para hakim PN Jogjakarta dan PN Semarang Kelas IA Khusus tidak ikut aksi dan memilih mendukung secara simbolis dan doa.

LUGAS W., Surabaya -AGUNG D.P., Kota Jogja -IDA F., Semarang-FAHMI, Serang

---

PEKAN lalu, Pengadilan Negeri (PN) Surabaya menyidangkan hingga 267 perkara dalam sehari. Tapi, kemarin (7/10) turun drastis: cuma 9 perkara saja. Jadilah suasana terasa lengang, yang dominan malah kicau burung di aviari di tengah halaman pengadilan.

Hampir semua hakim di PN Surabaya mengosongkan jadwal sidang pekan ini untuk berpartisipasi dalam aksi solidaritas hakim Indonesia terkait hak keuangan dan fasilitas hakim. Sejak pekan lalu, perkara yang semestinya disidangkan pada 7–11 Oktober ditunda pekan depan.

Pemandangan yang sama terjadi juga di banyak kota lain. Di PN Serang, Banten, di antaranya. Di Serang, meski jadwal sidang ditunda pekan depan, layanan kepada masyarakat tetap berjalan.

’’Sesuai petunjuk pimpinan bahwa pelayanan di PN Serang tetap berjalan sebagaimana mestinya,” kata Juru Bicara PN Serang Mochammad Ichwanudin kepada Radar Banten.

Dia menambahkan, aksi cuti bersama hakim di PN Serang telah melalui prosedur. ’’Prosedurnya menggunakan hak cuti dengan persetujuan pimpinan pengadilan masing-masing,” ujarnya.

Di Surabaya, sebagian para pencari keadilan tidak datang ke pengadilan karena sudah tahu persidangan pekan ini ditunda. Namun, tetap saja ada yang kecele.

KEADILAN TERTUNDA: Aksi cuti hakim berdampak pada berkurangnya sidang di Pengadilan Negeri Surabaya kemarin (7/10). (AHMAD KHUSAINI/JAWA POS)

Salah satunya Indah yang datang ke pengadilan dengan maksud menyaksikan sidang vonis pidana menantunya dalam kasus judi online. Dia datang sejak pukul 13.00. Namun, hingga pengadilan ditutup pukul 16.00, tidak ada tanda-tanda menantunya akan disidangkan secara online. Ruang sidang kosong, tidak ada jaksa penuntut umum maupun hakim.

’’Istrinya di rumah ingin tahu kabarnya divonis berapa, jadwal sidangnya kabarnya hari ini (kemarin, Red). Tidak tahu saya kalau ditunda,’’ ungkap Indah kepada Jawa Pos.

Meski begitu, tidak semua sidang ditunda. Kamarul Hidayat, seorang pengacara, mengaku bahwa perkara perdatanya tetap disidangkan. ’’Ketua majelisnya tidak ada, tetapi bisa diganti hakim lain. Sidang hanya untuk penjadwalan pemeriksaan setempat saja,’’ kata Kamarul.

Humas Pengadilan Negeri Surabaya Alex Adam Faisal mengatakan, dari 70 hakim yang berdinas di pengadilan tersebut, hampir semua berpartisipasi dalam aksi solidaritas. ’’Dukungan tersebut ditunjukkan dengan banyak hakim-hakim yang menunda persidangan,’’ ujar Alex.

Sebagian hakim mengambil cuti tahunan. Sebagian lain yang tidak cuti mengosongkan jadwal sidang selama pekan ini. Alex menegaskan, tidak semua sidang ditiadakan dan layanan lain juga tetap normal. ’’Perkara yang jangka waktunya terbatas seperti praperadilan, gugatan sederhana, hubungan industrial, dan pidana yang masa penahanan terdakwa akan habis tetap disidangkan,” tuturnya.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore