
DUA SISI INDUSTRI SMELTER NIKEL: Kawasan Indonesia Huabao Industrial Park (IHIP) di Ambunu, Kecamatan Bungku Barat dan Bumi Raya, Kabupaten Morowali.
Banjir memang bukan persoalan baru di Bahodopi, Kabupaten Morowali. Namun, kedatangan perusahaan-perusahaan smelter nikel memperburuk situasi. WALHI mengusulkan evaluasi industri yang sudah beroperasi dan moratorium izin tambang.
SAHRUL YUNIZAR, Morowali-DINDA JUWITA, Jakarta
---
DARI dalam pesawat yang membawa kami dari Bandara Mutiara SIS Al-Jufri, Palu, menuju Bandara Maleo, Kabupaten Morowali, wajah smelter nikel sudah terlihat.
Di Kabupaten Morowali Utara ada PT Gunbuster Nickel Industry (GNI). Sementara itu, di bagian selatan, beberapa perusahaan pengolah nikel berdiri di kanan-kiri Jalan Trans- Sulawesi.
Mulai Bungku Barat terus sampai Bahodopi, keduanya di Kabupaten Morowali. Di sana kawasan industri pengolah nikel raksasa bernama Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) beroperasi. Geliat tersebut tak lepas dari ambisi menjadikan Indonesia salah satu pemain utama industri baterai kendaraan listrik. Tapi, ada harga yang harus dibayar untuk itu: dampaknya ke lingkungan.
Pada siang di akhir Februari lalu (26/2), di tepian salah satu ruas Trans-Sulawesi, kami bertemu Akhirul Azam yang sedang bermain bersama belasan temannya di halaman sekolah mereka, SDN 2 Kurisa, Bahodopi. "Kami mau latihan menari," kata buyung 10 tahun itu kepada Jawa Pos.
Tak jauh dari tempatnya bermain, tampak kubangan air yang kata Azam sudah berkali-kali dikencingi anak-anak kelas 2. Air kecokelatan itu adalah sisa-sisa banjir yang merendam SDN 2 Kurisa. Memang tidak semua kelas di SDN 2 Kurisa bermasalah dengan banjir. Namun, setiap kali hujan deras mengguyur Bahodopi, hampir pasti Azam dan teman-temannya tidak bisa belajar di sekolah.
Menurut Mardiana, salah seorang guru di sekolah itu, banjir terjadi di SDN 2 Kurisa lantaran belum ada tali-tali air. Sementara sekolahnya berada tepat di bawah bukit. Kawasan IMIP berada di atas bukit tersebut.
smeBaca Juga: Pembangunan Smelter Gresik Picu Multiplier Effect, Ekonomi Jatim Kemungkinan Terdongkrak
Mardiana menuturkan, sudah ada rapat antara pihak sekolah, IMIP, dan pemangku kewenangan di Bahodopi. Mereka berniat membangun jalur air agar SDN 2 Kurisa tak lagi kebanjiran. Tapi, sampai akhir bulan lalu, niat itu belum terwujud.
Menurut Wahana Lingkungan Hidup Indonesia Sulawesi Tengah (WALHI Sulteng), banjir yang kerap merendam SDN 2 Kurisa adalah contoh dampak aktivitas industri pengolah nikel di Bahodopi. Kawasan yang dibangun dengan memakan lahan ribuan hektare itu mengakibatkan area resapan air berkurang. Alhasil, banjir datang setiap kali hujan deras.
Sejumlah murid SDN 2 Kurisa, Kecamatan Bahodopi, Morowali, bermain di halaman belakang sekolah (28/2).
Masyarakat Bahodopi secara umum juga merasakan masalah yang sama. Sebab, Jalan Trans-Sulawesi di Bahodopi semakin sering terendam banjir. Kondisinya kian buruk karena lalu-lalang kendaraan besar milik perusahaan-perusahaan pengolah nikel. Lubang bermunculan di sana-sini.
Marlina, pekerja di salah satu rumah makan di Dusun Tabo, bercerita bahwa saat banjir datang, air masuk ke tempatnya bekerja.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Shin Tae-yong Bajak Staf Persebaya Surabaya, Gerbong Eks Timnas Indonesia Bisa Diboyong ke Persija Jakarta
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
BREAKING NEWS! Persija Jakarta Resmi Tunjuk Shin Tae-yong sebagai Pelatih Baru
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Melihat 10 Besar Penjualan Mobil Mei 2026: Jaecoo Kuasai Brand Tiongkok, Tak Ada Nama BYD
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Sudah Setor Total Rp 117 Miliar tapi Rumah Tak Kunjung Jadi, Konsumen Emeralda Resort Polisikan Yana Priatna
