Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 8 Desember 2022 | 14.48 WIB

Putu Sulistiani Dipercaya Membatik Enam Motif Batik Khas Surabaya

ENCIPTA KARYA: Putu Sulistiani menunjukkan salah satu karya batik di galerinya beberapa waktu lalu. Yakni, kain batik  Dewi Saraswati yang bermotif bunga sriwijaya. (Putu Sulistiani untuk Jawa Pos) - Image

ENCIPTA KARYA: Putu Sulistiani menunjukkan salah satu karya batik di galerinya beberapa waktu lalu. Yakni, kain batik Dewi Saraswati yang bermotif bunga sriwijaya. (Putu Sulistiani untuk Jawa Pos)

Memutuskan untuk angkat kaki dari perusahaan kosmetik, Putu Sulistiani memantapkan hati di dunia batik. Ternyata, keputusan itu tak berbuah penyesalan. Namanya justru makin terkenal. Dia dipercaya membatik enam motif batik khas Kota Pahlawan.

DIMAS NUR APRIYANTO, Surabaya

SEJAK bulan lalu, Surabaya punya enam motif batik yang khas. Enam motif batik itu sudah dicatatkan sebagai produk kekayaan intelektual di Kemenkum HAM. Agar tak tenggelam begitu saja setelah dicatatkan, pemkot merealisasikan enam motif itu ke kain dan siap dipasarkan.

Putu Sulistiani menjadi orang pertama yang mendapat arahan langsung dari Rini Indriyani Cahyadi, ketua Dekranasda Kota Surabaya sekaligus istri Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, untuk membatik motif tersebut. Di dunia perbatikan, Putu bukan orang baru. Karyanya sering tampil sejak 2002. Pada tahun itu, perempuan kelahiran Singaraja, Bali, pada 1957 tersebut memutuskan untuk hengkang dari salah satu perusahaan kosmetik di Surabaya.

Tempatnya bekerja selama 16 tahun. Putu ingin berfokus membatik. ”Sejak remaja, saya suka menggambar. Mendesain sesuatu begitu. Saat SMP, saya menggambar batik,” tuturnya. Ibu dua anak itu sebetulnya tak memiliki latar belakang pendidikan seni. Termasuk ilmu membatik. Dia tinggal di Surabaya sejak 1976 dan menempuh studi di Fakultas Farmasi Universitas Airlangga.

Putu tak pernah menyangka dirinya mendapat amanah untuk mengaplikasikan enam motif batik khas itu ke kain. Dia pun merasa bangga dan senang. Jari-jarinya berkesempatan mewujudkan enam motif batik khusus tersebut pada kain.

Tiap motif batik digambar di kain sepanjang 250 x 115 sentimeter. Menggunakan teknik tulis. Putu menyelesaikan semua motif dalam waktu sebulan. Setelah itu, enam batik tersebut dipromosikan di berbagai event.

Salah satunya, konser musik yang menghadirkan Bunga Citra Lestari, Kunto Aji, hingga Kahitna pada November lalu di Tunjungan Plaza. Mata Putu sempat berbinar begitu melihat Bunga Citra Lestari memakai kain batik yang dia buat di atas panggung.

Amanah Rini Indriyani Cahyadi kembali diberikan kepada Putu. Istri pimpinan di Kota Pahlawan itu meminta Putu membuat kelompok khusus bagi pembatik Surabaya. Ada 20 pembatik yang tergabung di dalamnya. Dua di antaranya pria.

Putu tak hanya menggarap batik Surabaya. Di galeri batiknya di Jemursari Utara II/ 19, dia juga memajang kain batik khas Jawa Timuran. ”Saya sempat jadi ketua Asosiasi Perajin Batik Jawa Timur (2014–2018). Jadi, tidak mau meninggalkan batik khas Jawa Timur di karya-karya saya,” jelasnya.

Sebelumnya, pihak pemkot mendapatkan enam motif batik dari kompetisi desain batik Kota Surabaya. Kepala Dinas Koperasi dan Perdagangan Fauzie Mustaqiem Yos menuturkan, kompetisi itu diikuti hingga 250 peserta. Pesertanya bukan hanya dari Surabaya, melainkan juga luar Surabaya.

Desain yang masuk dinilai oleh lima juri. Salah satunya adalah Putu. Keempat juri lain merupakan akademisi dan hanya Putu dari pembatik asli. Yos menyebutkan, tahun depan pemkot meminta agar produk batik yang masuk ke Surabaya Kriya Gallery (SKG) menggunakan enam motif batik tersebut. Yakni, motif batik Sparkling, Kintir-Kintiran, Abhi Boyo, Gembili Wonokromo, Kembang Bungur, dan Remo Surabayan.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore