
Sampah yang terdapat dialiran sungai meliputi batang-batang kayu, bambu serta sampah rumah tangga. (Istimewa)
Siapa sangka, tempat pembuangan sampah yang biasanya bau dan kotor bisa menjadi tempat menarik untuk dikunjungi. Tidak hanya mengolah sampah, TPS 3R Kampus Sidoresik Siwalanpanji juga mengajarkan manajemen pengolahannya.
AHMAD REZATRIYA BELANI, Surabaya
BANGKU dan meja yang ditata di bawah payung tenda tepat depan pintu masuk itu membuat tempat pengolahan sampah (TPS) di Desa Siwalanpanji, Buduran, Sidoarjo, seperti kafe. Tanaman yang tertata rapi serta hiasan lampu warna-warni makin membuat TPS itu memiliki kesan berbeda.Tempat tersebut dinamakan TPS 3R Kampus Sidoresik Siwalanpanji.
Budi Santoso yang menjadi kepala TPS bisa dibilang sebagai ’’rektornya’’. Dia bertanggung jawab terhadap seluk-beluk TPS. ’’Dikasih es sebenarnya wes bisa jadi kantin kampus ini,’’ ujarnya bercanda.
Budi menjelaskan, embel-embel ’’kampus’’ disematkan untuk menunjukkan bahwa TPS itu bukan hanya tempat pengolahan sampah, melainkan juga fasilitas edukasi. ’’Ya bukan kampus beneran, yang dapat ijazah,’’ ujar pria 57 tahun itu.
Namun yang pasti, beberapa kepala desa, camat, hingga kepala daerah dari kota-kabupaten lain juga sempat mengunjungi ’’kampus’’ tersebut untuk belajar manajemen pengolahan sampah.
’’Paling sering memang pemdes sama anak kampus KKN, mereka ingin tahu manajemen pengolahan sampah,’’ katanya.
TPS tersebut sejatinya dibangun sejak 2016. Namun, baru mulai aktif sebagai tempat pengolahan sampah pada Februari tahun ini. TPS yang didirikan dari bantuan Kementerian PUPR itu mulanya mangkrak. ’’Dulu waktu saya sampai, gunungan sampahnya besar sepanjang puluhan meter. Baru akhirnya kami bersihkan dan mulai melakukan pengolahan,’’ katanya.
Bangunan dengan luas sekitar 800 meter persegi tersebut setiap hari mengolah berton-ton sampah yang berasal dari Desa Siwalanpanji ataupun sekitarnya. Setidaknya dalam sehari bisa menerima sampah dari empat ribu rumah. ’’Kalau ditimbang, beratnya kan ya sekitar 3 sampai 5 ton,’’ ujarnya.
Budi menuturkan, sampah yang datang tersebut sebenarnya bukan hanya limbah rumah tangga. Ada juga sampah pabrik dan restoran. Nanti terus dilakukan pemilahan dengan menggunakan konveyor.
Saat sampah sudah diletakkan di atas konveyor, beberapa orang berjajar di sisi kiri konveyor dan mulai memilah sampah manual. Bagian pertama, pekerja memilah sampah plastik. Karena sudah terbiasa, tangan-tangan pekerja cukup cekatan. ’’Kalau ada kresek gini kan dibuka isinya, kami taruh konveyor. Kreseknya kami wadahi sendiri. Yang keterlaluan itu, pernah kresek dibuka, isinya bangkai tikus,’’ ungkapnya.
Untuk menetralisasi bau sampah yang berlebihan, Budi menggunakan eco-lindi yang disemprotkan ke sampah saat berada di konveyor. Cairan eco-lindi terbuat dari air lindi yang dicampur sisa air tebu, asam sulfat, serta katalis organik. Cairan eco-lindi yang sudah jadi disalurkan dengan dua slang menuju konveyor.
Sisa sampah organik yang tercampur dengan beberapa anorganik akan dijadikan sebagai sumber energi terbarukan. ’’Kalau yang ini, kami kirim ke dinas lingkungan hidup dan kebersihan (DLHK). Nanti dibuat semacam refuse derived fuel (RDF) untuk energi terbarukan,’’ ungkapnya.
Budi menuturkan, sekitar 70 persen sampah yang dipilah berhasil dimanfaatkan, baik untuk kompos maupun sumber energi terbarukan. Ada juga yang dijual ke pengepul seperti kresek dan kardus. Sisanya, 30 persen sampah yang tidak dipilah, akan dibawa ke TPA di Jabon. ’’Jadi, kami berhasil mengurangi dari awalnya 100 persen sampah dibuang ke TPA sekarang hanya 30 persennya,’’ katanya.
Ke depan, DLHK Kabupaten Sidoarjo membantu agar sampah yang diolah di TPS 3R Kampus Sidoresik Siwalanpanji itu bisa habis dimanfaatkan tanpa ada yang dikirim ke TPA.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
