Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 16 November 2016 | 03.28 WIB

Brians Tjipto, Jagoan Origami dengan Prestasi Global, Dipercaya Membuat Dua Buku Origami Internasional

SUKA MELIPAT: Brians Tjipto menunjukkan buku dan karya-karyanya. Dia menempati peringkat ke-33 origamer dunia. - Image

SUKA MELIPAT: Brians Tjipto menunjukkan buku dan karya-karyanya. Dia menempati peringkat ke-33 origamer dunia.

Bagi Brians Tjipto, origami tidak dapat dilepaskan dari dunianya. Tidak ada hari tanpa dihabiskan melipat-lipat kertas. Akhir Oktober lalu Brians bersama 31 origamer dari berbagai negara dipercaya membuat e-book origami berjudul Folding Australia 2016.





BRIANIKA IRAWATI





GERAKAN dua tangannya begitu cepat. Tangan kiri menekan sisi kiri kertas origami berwarna jingga, lalu tangan kanannya membentuk lipatan. Hanya dibutuhkan waktu 15 detik, kertas origami tersebut berubah menjadi kelinci.



Kalau dilihat dari kecepatan, pembuatnya pasti sudah terbiasa melipat kertas origami. Ya, itulah yang dilakukan Brians Tjipto saat ditemui di kediamannya di kawasan Surabaya Barat Senin (14/11).



Bentuk bunny (kelinci) itu merupakan karya Brians yang masuk dalam e-book Folding Australia 2016.



Dalam waktu yang hampir bersamaan, Brians juga dipercaya menerbitkan e-book bersama 11 origamer (pakar seni melipat kertas) dunia lainnya di Caracas, Venezuela, pada Oktober.



Dalam buku berjudul IX Convencion Origami Caracas tersebut, Brians menciptakan bentuk dinosaurus T-Rex. Bagaimana dapat menciptakan dua bentuk origami secara bersamaan?



”Karena sudah terbiasa saja. Jadi lebih mudah membuat bentuk baru,” ujar remaja berusia 12 tahun tersebut. Brians menceritakan, penerbit buku di Caracas dan Australia menghubunginya pada September lalu.



Dalam pesat singkat lewat e-mail tersebut, Brians diminta untuk mengirimkan origami ciptaannya. Tanpa pikir panjang. Brians lantas menerima tawaran tersebut. Dia berusaha membuat origami baru.



bentuk T-Rex dan bunny, lanjut dia, langsung terlintas begitu saja di benaknya. Brians selalu memiliki tekad kuat untuk merealisasikan apa saja yang ada dalam benaknya. Termasuk bentuk kelinci dan dinosaurus.



”Langsung saja coba-coba,” jelas siswa kelas VII Spins School tersebut. Untuk dua bentuk ciptaannya tersebut, Brians membutuhkan waktu sekitar satu bulan sampai menghasilkan bentuk akhir.



Susah-susah gampang. Karena itu bentuk baru, Brians harus memastikan prosedur origami ciptaannya tersebut belum pernah diterbitkan sebelumnya. Satu kali coba, gagal.



Dua kali proses, Brians mengaku kurang puas. Kali ketiga, barulah dia menemukan prosedur yang sesuai dengan keinginannya.



”Waktunya hanya selisih tiga hari. Saya langsung iyakan keduanya,” terang remaja kelahiran Surabaya, 29 Mei 2004, itu.



Setelah menemukan bentuk origami kelinci dan dinosaurus tersebut, Brians langsung membuat diagram proses pembuatannya dengan bantuan software Adobe Illustrator (AI).

Editor: Administrator
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore