
KOMUNITAS SEJARAH: Forum Begandring Soerabaia ketika syuting film dokumenter dr Soebandi. Komunitas itu juga akan menggarap film dokumenter yang lain. (Forum Begandring Soerabaia untuk Jawa Pos)
Meski tak banyak diketahui, kiprah Letkol dr Soebandi terhadap negara Indonesia sulit ditutupi. Prajurit sekaligus tenaga kesehatan yang meninggal di Jember itu dikenal sebagai pejuang pemberani. Anggota Forum Begandring Soerabaia (FBS) bersama salah satu TV nasional dan sejumlah komunitas berupaya mengenalkan jasa-jasanya melalui film dokumenter.
EKO HENDRI SAIFUL, Surabaya
SUASANA masih pagi. Sebagian warga Desa Karang Kedawung, Mumbulsari, Jember, sibuk menyiapkan peralatan bertani. Ada yang memasak, membersihkan cangkul, dan mengasah pisau.
Namun, keheningan pagi hari berubah gara-gara suara peluru. Puluhan tentara Belanda menyerbu Desa Karang Kedawung. Abduladim, salah seorang petinggi desa, ikut disandera.
Sejumlah percakapan terjadi antara Abduladim dan belasan tentara dengan senjata laras panjang. Dialog berakhir tragis. Penjajah menembak Abduladim karena dianggap melindungi tentara.
Kisah percakapan antara Abduladim dan tentara Belanda itu menjadi salah satu dialog yang muncul dalam film dokumenter tentang dokter Soebandi. Pemerannya anggota FBS. Film tersebut sengaja dibuat untuk menghormati jasa besar pahlawan yang namanya diabadikan jadi rumah sakit itu.
”Untuk kegiatan diskusi, kami sudah biasa. Namun, akting memang masih baru,’’ kata Achmad Zaki Yamani, anggota FBS yang juga terlibat dalam pembuatan film tersebut.
Zaki mengatakan, syuting menjadi hal baru yang mengasyikkan. ”Meski harus belajar keras, kami senang melakukannya,’’ jelas Zaki.
Menurut dia, pembuatan film dokumenter tentang dokter Soebandi tak ujuk-ujuk dilakukan. Itu berawal dari permintaan salah satu stasiun TV nasional. Meski sempat ragu, anggota FBS menyanggupi permintaan tersebut. Mereka lantas melakukan rapat.
Namun, ternyata anggota FBS tak bisa melakukannya sendiri. Mereka menggandeng sejumlah komunitas untuk bergabung. Ada beberapa aktor teater yang didatangkan dari sejumlah kota.
Peran masing-masing aktor sudah ditentukan. Aksesori juga sudah aman. Namun, ternyata para anggota FBS kesulitan untuk mencari setting. Dokter Soebandi dan temannya meninggal di dekat rumah Srinem.
”Kami kesulitan mencari rumah yang mirip dengan kediaman Srinem,’’ kata Zaki. Setelah berkeliling, akhirnya Zaki dan teman-temannya berhasil menemukan rumah yang cocok. Lokasinya berada di kawasan Mojokerto.
Proses syuting selanjutnya banyak dilakukan di lokasi tersebut. Ada beberapa adegan yang muncul dalam film. Tidak hanya perjalanan dr Soebandi dan teman-temannya dalam bergerilya. Namun, juga bagaimana kepala staf Resimen 40 Damarwulan Divisi III tersebut meninggal. Itu merupakan adegan yang paling dramatis.
Saat meninggal, dr Soebandi sedang bersama temannya, Letkol Sroedji. Mereka dikepung tentara Belanda. Keduanya tak bisa menyelamatkan diri. Dokter Soebandi meninggal dengan sejumlah luka tembakan.
Zaki menjelaskan bahwa proses pembuatan film dokumenter memang aktivitas anyar FBS. Namun, hal itu dipastikan bukan yang terakhir. Ke depan masih ada beberapa film tentang sejarah yang akan dibuat.
Menurut Zaki, FBS berupaya mengenalkan sejarah kepada masyarakat. Tidak hanya melalui diskusi. Pembuatan video juga dianggap sebagai solusi untuk pembelajaran. ”Dengan film tersebut, masyarakat akan mengenal siapa dr Soebandi,’’ kata Zaki.
Dia mengatakan bahwa kepahlawanan Soebandi tidak hanya jadi simbol perjuangan pahlawan. Namun, juga tenaga kesehatan di era perang. Pada zaman dulu, banyak dokter dan perawat yang berjuang tanpa pamrih untuk membantu sesama.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
