Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 11 Januari 2024 | 20.56 WIB

Cara Dokter Poerwanto Setijawargo Sembuhkan Pengguna Narkoba: Anggap Pecandu bak Anak Sendiri

DELAPAN TAHUN BERKIPRAH: Dokter Poerwanto Setijawargo di ruang kerjanya di Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Timur.

Dokter Poerwanto Setijawargo memiliki cara ampuh menyembuhkan para pecandu narkoba. Salah satunya memberikan perhatian khusus dan memperlakukan mereka seperti anak sendiri. Kurang dari tiga bulan, para pecandu narkoba berhasil disembuhkan.

SEPTIAN NUR HADI, Surabaya

SUDAH delapan tahun dr Poerwanto Setijawargo menjabat konselor adiksi ahli madya Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Timur. Dia sudah seperti ayah bagi para pecandu narkoba.

’’Berbuat baik sebagai wujud kasih sayang kepada Tuhan. Yaitu, saling mengasihi sesama,’’ katanya saat ditemui di BNNP Jawa Timur, Jumat (5/1) lalu.

Menangani pecandu narkoba tak sama dengan orang sakit lainnya. Pecandu tak lagi butuh obat-obatan. Terapi psikologis lebih dibutuhkan. ’’Untuk pendekatan, diperlukan kesabaran. Sebab, mereka sangat tertutup, bahkan ke keluarganya sendiri. Mereka hanya terbuka kepada sesama pecandu,’’ paparnya.

’’Sebelum rehabilitasi, yang pertama saya tanyakan berapa besar niat mereka untuk sembuh. Skala 1 sampai 10. Kalau mereka memilih di atas 5, pengobatan baru diberikan,’’ ujar ayah dua anak itu.

Meski terlihat sepele, menurut Poerwanto, pertanyaan tersebut sangat penting. Sebab, kebanyakan pecandu datang ke BNNP Jatim karena ada unsur paksaan dari pihak lain. Misalnya, teman, saudara, atau keluarga.

Jika pecandu berniat melanjutkan pengobatan, Poerwanto mulai melakukan pendekatan. Banyak kejadian yang dialami selama proses pendekatan. Salah satunya penolakan dari pecandu. ’’Ada perawat yang pernah wajahnya dilempari teh. Kami nggak marah. Tetap ramah. Itu menjadi tantangan buat kami,’’ ucap dokter 55 tahun itu.

Selain itu, Poerwanto pantang menyerah. Sekali ditolak, dia tak berhenti melakukan pendekatan. ’’Menunggu berjam-jam di depan mereka pun saya lakukan,’’ katanya. Setelah mereka luluh, gantian Poerwanto beraksi. Salah satunya memberikan motivasi jika mereka masih bisa disembuhkan. ’’Saya turut sedih dengan yang mereka rasakan,’’ lanjutnya.

Setelah mereka mulai terbuka, proses pengobatan dimulai. Selain diberi vitamin, pihaknya tetap mengedepankan metode konseling. ’’Obat yang sesungguhnya adalah hati gembira. Dan itu merupakan cara ampuh membebaskan mereka dari jeratan narkoba,’’ ungkapnya.

Dari 180 pasien setiap tahun, 85 pasien di antaranya berhasil disembuhkan. Mereka sembuh dalam waktu tiga bulan. ’’Membebaskan mereka dari narkoba sebenarnya simpel ya. Mereka hanya butuh sosok orang yang selalu ada. Memahami perasaan pasien. Memberikan motivasi positif sehingga mereka mempunyai harapan hidup lebih baik,’’ ujarnya.

Poerwanto menyebut penyebab pecandu terlibat narkoba mayoritas karena masalah keluarga. Mereka merasa kurang perhatian dari orang tua. Kondisi tersebut membuat mereka merasa hidup sendiri dan tak betah di rumah.

Untuk menemukan kebahagiaan, mereka bergaul secara bebas. ’’Ketika menemukan teman baru untuk curahan hati (curhat), ternyata dari lingkungan tidak baik. Secara otomatis, solusi yang diberikan pun menyesatkan. Yakni, konsumsi narkoba,’’ ungkapnya.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore