Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 5 Desember 2023 | 19.29 WIB

Dameria Triana Ambuwaru, Desainer Baju Wali Kota Surabaya

DESAINER BAJU WALI KOTA: Dameria Triana Ambuwaru saat berada di galeri miliknya beberapa waktu lalu. Sejumlah busana buatannya dikenakan pejabat. - Image

DESAINER BAJU WALI KOTA: Dameria Triana Ambuwaru saat berada di galeri miliknya beberapa waktu lalu. Sejumlah busana buatannya dikenakan pejabat.

Sudah 15 busana dibuat Dameria Triana Ambuwaru untuk Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi dan Rini Indriyani, istrinya. Kini dia dipercaya mendesain pakaian Cak dan Ning Surabaya. Untuk meningkatkan kemampuannya, Dameria rutin mengikuti pelatihan.

DIAN WAHYU PRATAMASurabaya

SEPEKAN sebelum pembukaan Surabaya Kriya Galery (SKG) di Jalan Dr Ir H Soekarno, Dameria dihubungi Rini Indriyani, istri Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi. Rini memintanya membuatkan sepasang busana. Pakaian itu hendak dikenakan Rini dan Eri saat membuka SKG.

Tak banyak permintaan yang disampaikan oleh Rini. Ketua Dekranasda Surabaya itu hanya berpesan agar busana yang dibuat dikombinasikan dengan batik khas Surabaya. Itu menjadi tantangan bagi Dameria.

Sebab, sebelumnya, dia mendesain banyak busana dari kain tenun. ”Saya berupaya memberikan yang terbaik,” ucap perempuan asal Flores, NTT, tersebut.

Ketua Persatuan Pengusaha Busana (Persana) Surabaya itu akhirnya menemukan kombinasi yang pas untuk busana wali kota Surabaya dan istrinya. Yakni, mengombinasikan batik Surabaya dengan kain tenun.

Setelah menentukan komposisi bahan dan desain, Dameria mulai mengukur baju. Dia hanya mengukur lingkar badan Rini. Sebab, saat itu, jadwal Eri tengah sibuk. ”Untuk Pak Wali Kota, saya hanya berpatokan dari ukuran busana yang dikenakan beliau sebelumnya,” jelasnya.

Dibutuhkan waktu seminggu bagi Dameria untuk menyelesaikan busana tersebut. Hasil karyanya diapresiasi Eri dan Rini. Setelah itu, Dameria berkesempatan mendesain busana wali kota di event lainnya. Misalnya, pakaian yang dikenakan pada Festival Rujak Uleg dan Surabaya Vaganza.

Itu awal cerita Dameria mendesain busana bagi Eri dan Rini. Hingga kini, total ada 15 pakaian yang sudah dia buat. Dia juga mendapatkan kesempatan mendesain kemeja batik khusus untuk agenda resmi wali kota ke luar kota.

Dameria mulai menggeluti dunia fashion sejak lima tahun lalu. Berbekal kain tenun dari Nusa Tenggara Timur (NTT), dia merancang busana yang menarik. Hasil karyanya banyak dilirik istri pejabat. Mereka merasa cocok dengan motif dan desainnya. ”Tidak menyangka banyak yang tertarik,” tuturnya.

Ada beberapa jenis batik Surabaya yang sering digunakan Dameria. Misalnya, batik cawati, melati, Nusantara, hingga wistara. Jenis batik tersebut kerap dikombinasikan dengan beberapa tenun. Di antaranya, tenun NTT, gedog Tuban, serta ulos Batak.

Setelah sukses mendesain busana untuk wali kota dan istri, kini Dameria ditunjuk untuk membuat busana Cak dan Ning Surabaya dalam ajang Raka Raki Jawa Timur tahun ini. Selain itu, dia juga merancang busana untuk beberapa kepala daerah lainnya di Jatim dengan melibatkan anggota Persana Surabaya yang lain.

Untuk terus meningkatkan kemampuan di bidang fashion, Dameria rutin mengikuti pelatihan desainer. Dalam sebulan dia mengikuti dua kali pelatihan di berbagai daerah. ’’Tak lupa juga tetap berdiskusi dengan teman desainer yang lain,” jelasnya. (*/c6/aph)

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore