
INOVASI: Lurah Jambangan Sanny Noerma Safaah (tengah) melihat hasil olahan makanan untuk mengatasi tengkes. Oleh BKKBN, Kelurahan Jambangan dinobatkan sebagai juara kelurahan bebas tengkes.
Kelurahan Jambangan menyabet juara kelurahan bebas stunting tingkat nasional. Penghargaan itu diperoleh lewat ketekunan warga mengolah lele dan kacang bintang.
ROMADHONI CAHYA, Surabaya
KELURAHAN Jambangan berhasil menyabet penghargaan juara kelurahan bebas tengkes kategori pangan lokal tingkat nasional dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). Keberhasilan tersebut buah kerja keras warga mengolah produk turunan hewani dan nabati.
Produk tersebut didapat dari hasil budi daya secara swadaya. Lurah Jambangan Sanny Noerma Safaah mengatakan, ide membuat olahan makanan itu bermula dari balita yang selektif terhadap makanan.
Pihaknya berupaya membuat kudapan yang menarik, tapi tetap bernutrisi tinggi. ”Proses produksinya dibantu warga dan akademisi,” katanya, Rabu (22/11).
Mereka mengolah ikan lele menjadi beragam produk turunan. Di antaranya, nuget, keripik kulit, serta stik. Lele itu berasal dari peternakan milik warga. Menurut Sanny, kandungan protein lele tinggi. Sehingga mampu untuk mengentaskan prevalensi kasus stunting.
”Harganya juga murah. Lek mentah kan balita enggak doyan, kalau dibikin nuget pasti mau,” tutur Sanny.
Ada pula produk olahan dari protein nabati seperti sacha ichi atau kerap dikenal kacang bintang. Tanaman tersebut kaya asam lemak seperti omega 3, 6, dan 9. Kandungan asam lemak bermanfaat untuk meningkatkan kecerdasan balita.
Warga mengolah kacang itu menjadi kue dan permen. ”Rasanya seperti kacang almon dan kacang arab. Balita suka,” ujar dia.
Proses produksi, sertifikasi, uji lab, hingga promosi olahan kacang bintang itu dibantu tim dosen Universitas Wijaya Kusuma. Proses pengolahan sudah berjalan selama tiga bulan dan dikerjakan warga sekitar yang tidak mampu.
”Butuh proses dan melihat pangsa pasar,” ucap mantan lurah Karang Pilang itu.
Lokasi budi daya tanaman kacang bintang itu berada di wilayah RW 4 dan rumah warga. Warga bertugas memanen, mengupas kulit kacang, serta mengeringkan kacang.
Mereka dibayar Rp 20 ribu untuk mengupas 1 kilogram kacang dengan menggunakan mesin. ”Anggaran pakai dana CSR perusahaan,” jelas Sanny.
Warga juga membuat es krim dari sayur pakcoi dan jamur. Agar kudapan itu memiliki kandungan protein, warga menambahkan susu sapi. Rencananya, produk tersebut akan dibagikan secara gratis kepada warga.
”Karena di Kelurahan Jambangan sudah tidak ada penderita tengkes, kami jual ke kelurahan lain,” ucapnya.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
Persebaya Surabaya Cetak Prestasi! Masuk 8 Klub Indonesia Lolos Lisensi AFC Champions League Two Tanpa Syarat
10 Rekomendasi Bubur Ayam Paling Favorit di Surabaya, Terkenal Lezat dan Jadi Langganan Pecinta Kuliner Pagi
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
